Amarah vs Amalan (Menang mana neh?!) by SinthionK "Individu harus mampu mengendalikan kemarahan sebelum kemarahan itu yang mengendalikan hidupnya" (Marah Itu Wajar_Sismanto) Seorang dermawan selalu memberikan sedekah kepada orang-orang tidak mampu disekitarnya, dan dia selalu menugaskan anaknya untuk mendata siapa-siapa saja yang pantas untuk mendapatkan sedekah. Suatu saat sang ayah marah kepada si fulan, saat sang anak mengetahui hal itu, dia langsung menghapus nama fulan dalam daftar orang tidak mampu yang akan diberi sedekah. Saat sang ayah memeriksa daftar, terlihat dahinya berkerut, Kenapa tidak ada nama si fulan di dalam daftar ini? Seketika sang anak menjawab, Bukankah ayah marah kepadanya? Anakku... Aku tidak melibatkan amarah dalam melakukan segala amalanku *** Sebuah kisah yang aku dengar dari stasiun radio ini aku beri judul amarah vs amalan. Salah satu kisah dari sekian banyak kisah yang dikisahkan dengan penuh penghayatan, kisah yang masuk ke dalam lubang telingaku dan menembus ke dalam hati---alhamdulillah---memberiku renungan bermakna. Kisah inspiratif yang sangat menonjok, menonjok aku si manusia-lahar-gunung-yang-suka-meletus-letus. Dan sudah menjadi hal wajar, kesulitanku mengendalikan emosi seringkali berdampak kepada segala aktivitasku. Sedikit mengutip sebuah kalimat dari artikel yang berjudul Marah Itu Wajar_Sismanto, Namun di sisi lain tentu saja dituntut cara-cara yang tepat untuk mengungkapkan kemarahan tersebut sebab jika tidak maka hal itu bisa merusak sendi-sendi kehidupan yang mungkin sudah tertata dengan baik. Nah, disitulah permasalahan yang seringkali menimpaku, pengekspresian amarahku sering masuk ke area tidak tepat---untuk tulisan di sini sebut aja ngamuk (Bahasa Jawanya marah)--- Pernah, saat emosiku mulai menyembur, aku mendekam di kamar sambil melempar-lempar botol minuman ke pojok dinding dengan penuh emosi. Suaranya keras yang dihasilkan lemparan botol itu membuat abahku berkunjung ke kamar, Ono opo iki? Lek ngamuk ngomong ae gak usah balang-balang botol, katanya dengan tenang. (Ada apa ini? Kalau marah bicara aja, gak usah lembar-lembar botol) Wah...seketika ketenangan beliau membuat aku malu dan menghentikan tingkah konyolku; atau melakukan tingkah konyolku part 2, menyalakan musik keras-keras, tapi telinga aku tutup dengan bantal; atau sikap preman aku ambil, dengan melancarkan serangan mulut langsung kepada sasaran dengan nada keras, dan lahirlah tingkah konyol part 3. Itulah beberapa tingkahku menanggulangi emosi di masa imut dulu. Fiyuh.... Seiring bertambahnya umur dan masuknya aku ke masa amit, penyikapanku terhadap emosi berbeda. Saat aku ngamuk dengan seseorang, aku tidak melempar-lempar botol, tidak pula menyalakan musik keras-keras. Sikap yang aku ambil adalah tingkah konyol part 3 yang sudah termodifikasi, serangan mulut dengan perubahan nada, dari keras menjadi sinis; atau tingkah konyol part 4 ambil-sikap-sangat-cuek; aku-gak-peduli-lagi-ma-dia; emang-gua-pikirin-siapa-lo. (Hiks...hiks...tingkah konyolku koq tambah banyak) Dari tingkah konyol part 4 inilah yang sering berlanjut ke kondisi jaga jarak dengan sasaran---kayaknya part 5 neh---Bukan dalam rangka dendam, tetapi aku selalu berpikir, daripada aku semakin emosi dan memikirkan hal-hal buruk tentang dia mending aku menyingkir saja. Dan bisa dipastilkan sikap ini sangat berdampak dengan amalan silaturahmiku. Jadi, bisa disimpulkan kemenangan masih ada di tangan amarah dan amalan masih tertinggal di belakang. Hari itu aku tidak hanya tertonjok dengan kisah Amarah vs Amalan, sebuah bantingan menimpaku (emang smack down??). Bantingan yang berasal dari sobat-terbaikku-sepanjang-masa yang mengingatkanku tentang sebuah hadist, kurang lebih berisi, Merugilah manusia yang memutuskan tali silaturahmi lebih dari 3 hari Huaaaaaa....!! Tidak pernah hadist ini terasa begitu membanting seperti saat ini. Karena sudah berkali-kali aku diingatkan tentang hadist ini di setiap sesi ngamukku, tapi pengingat itu hanya sekedar lewat di kepalaku. Apakah ini menandakan hatiku sudah semakin hitam dan keras?? Astaghfirullahaladzim.... Lain sesi aku mencurahkan sikapku kepada sobat-terbaikku-sepanjang-masa, + : Apa yang harus aku lakukan untuk menenangkan si emosi?? - : Ya...kendalikan si emosi, maklum dia kan suka loncat-loncat + : Tapi kan gak gampang, sulit euy menenangkan dia kalau sudah bangun - : Niat nenangin diri gak? Coba bilang ma kepala dan hati untuk mengingat dan meresapi sebuah hadist Orang kuat, bukan orang yang menang berkelahi, tapi orang kuat adalah orang yang bisa menahan marah," kalau perlu ajak juga si tangan untuk menuliskannya besar-besar di kamarmu. Sekarang bukan saatnya mengajak mulut untuk menggerutu, lakukan perbaikan diri sekarang juga sebelum mesinmu semakin aus Wow...!! Batinku bersorak, saat melihat sobatku dengan semangat menaikkanku lagi. Dan semangat itupun mulai menjalar di dalam tubuhku. + : Bismillahirahmanirahim...Oke!! sambil memantapkan diri - : Oke beneran neh? + : halah...iya iya... Dari sharing yang dengan begitu semangatnya dilontarkan sobat-terbaikku-sepanjang-masa, aku bersyukur ada yang selalu mengingatkan. Pengingat yang tak pernah bosan mengingatkan. Sekali lagi aku bersyukur saat kisah Amarah vs Amalan mampir ke telingaku, dan membuatku berpikir Apakah aku rela, amarah selalu memegang bendera kemenangan sedangkan amalan harus terpuruk di pojok ruangan? Semoga semangat-tahan-ngamuk ini tetap berkobar di hati. Untuk teman-teman yang senasib, semoga semangatnya bisa menular. Semoga amalan silaturahmi manusia di dunia tidak akan pernah terputus. Dan terhindarlah kita semua menjadi manusia merugi AMIIIIIIN......!!! Rancabolang, Januari 2008 Salam, Sinta yang mau bikin tulisan-tahan-ngamuk besar-besar di kamar NB. Makasih buat Mas Sismanto atas artikel Marah itu Wajar, makasih untuk sobat-terbaikku-sepanjang-masa dan teman-teman yang selalu membantuku meredam amarah, thx for everything n the best for all.
"Keindahan selalu muncul saat manusia berpikir positif" sinthionk et yahoo dot com; sinthionk et gmail dot com http://sinthionk.multiply.com; http://sinthionk.rezaervani.com YM: sinthionk --------------------------------- Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
