Tulisan lama, barangkali bisa diangetin lagi. :-)

Kalau tulisan baru masih di angan2 nih, belum turun ke kertas atau file...
:-)

 

===000000====

 

PONDASI UTAMA BANGUNAN AMAL

 

By : Ahmad Sopiani

 

Seringkali kita mendengar atau bahkan mengatakan dengan lidah kita sendiri,
betapa niat merupakan pangkal, pondasi, pokok utama dari sebuah amal yang
dilakukan anak manusia. Dalam Islam bahkan menjadi standar sah tidaknya
suatu amal ibadah, sehingga seringkali sabda Nabi Muhammad SAW. Tentang niat
ini dikutip oleh para da'i dan utadz, bahkan dikutip oleh banyak orang yang
terhitung biasa-biasa saja dalam percakapan sehari-hari. Dalam dunia "Buru
Sergap", mungkin niat ini setara dengan "Motif". Ingat! Kejahatan terjadi
bukan saja karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan".

 

"Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan bagi tiap-tiap urusan
akan didapat apa yang diniatkannya itu". (HR. Bukhari & Muslim).

 

Saya ingin mengajak Anda untuk menyimak sebuah kisah yang sering diceritakan
kembali tentang betapa niat dan motivasi melahirkan dua hasil yang berbeda
untuk satu amal yang sama.

 

***

 

Alkisah pada suatu ketika. Di sebuah negeri, terdapat sekelompok komunitas
manusia yang hidup cukup aman, damai dan tenteram dalam suasana yang cukup
heterogen anggota masyarakatnya. Rata-rata mereka adalah muslim yang kadar
keislaman dan keimanannya beragam.  Ada yang bagus sekali dalam keislaman,
ada yang sedang-sedang saja dan tidak sedikit yang kadar keimanannya sangat
minim.

Sebagai suatu kewajiban dinas, maka setanpun datang ke negeri tersebut untuk
melaksanakan tugasnya. Setelah menimbang dan memperhatikan situasi dan
kondisi masyarakat di negeri tersebut, dengan berpedoman pada "Panduan Dasar
Teknik Penyesatan", setanpun memutuskan untuk memasang strategi dengan
mendiami sebuah pohon beringin besar dan sekali-sekali melakukan penampakan.
Rupanya dalam analisa setan, penduduk setempat amat suka dengan hal-hal yang
berbau klenik, mistik dan magic.

Setan menyebarkan isu dan desas desus - inipun amat disukai oleh penduduk -
bahwa pohon beringin tersebut keramat dan angker dan bila mereka menjatuhkan
pilihan kepada pohon beringin tersebut untuk dimintai tolong memecahkan
masalah mereka, maka mereka akan mudah untuk mendapatkan pertolongan.
Awalnya tidak ada yang percaya, hingga kemudian ada yang penasaran dan
mencoba meminta, meski rada-rada iseng, agar ia mendapat jodoh minggu ini.
Lakadalah.. Ternyata terkabul. Iapun bercerita kepada kawan-kawannya bahwa
ia enteng jodoh waktu minta jodoh kepada penunggu pohon beringin besar
tersebut. Kawan-kawannya yang mendengarpun jadi penasaran dan ingin mencoba
juga.

Hasilnya luar biasa. Banyak sekali orang yang terkabul keinginannya dengan
meminta pada penunggu pohon beringin besar tersebut, karena setan yang
menunggu di situ mendapat dukungan dana dan sarana tak terbatas dari seluruh
kekuatan kerajaan setan untuk kelancaran tugasnya, sehingga tidak perlu lama
untuk mengumpulkan demikian banyak orang musyrik di negeri itu. Sukses
Besar.

Kenyataan ini mengusik keimanan seorang pemuda. Ia tidak tahan melihat
masyarakatnya tenggelam dalam kemusyrikan dengan adanya pohon keramat
tersebut. Maka dengan niat dan tekad yang bulat untuk menyelamatkan umat
dari lumpur kemusyrikan, suatu malam, dengan kapak terhunus, ia berjalan
dengan tagap dan gagah menuju pohon beringin tersebut dengan maksud
menebangnya hingga rata dengan tanah.

Tentu saja setan penunggu yang dinas di situ tidak tinggal diam. Ia
menghadang di tengah jalan tidak jauh dari pohon itu dan berusaha
mearingtangi si pemuda. Maka terjadilah pergulatan sengit antara keduanya.
Skor akhirnya 1:0 untuk si pemuda, karena keimanan dan niatnya yang ikhlas
karena Allah untuk memberantas kemusyrikan menjadi senjata yang ampuh untuk
menaklukkan si setan.

Setanpun mengaku kalah dan mengajak berdamai; "tolong, please,don't kill me"
kata setan, "Aku hanya menjalankan tugasku. Kita berdamai saja. Daripada kau
cape-cape menebang pohon sebesar itu, lebih baik kau terima saja tawaranku.
Aku akan memberikan sepuluh keping uang emas setiap pagi di bawah bantalmu.
Dengan uang itu kau bisa membangun masjid, pesantren dan majlis ta'lim untuk
mendidik masyarakatmu agar tidak mudah terpedaya oleh godaanku. Dengan uang
emas yang kau terima setiap hari itu, kaupun bisa bersedekah sebanyak yang
kau mau kepada fakir miskin, sehingga  mereka tidak lagi meminta kekayaan
kepada pohon tempat tinggalku. Bagaimana ? Adil 'kan tawaranku ?", tegas si
setan.

Setelah mengingat, memperhatikan dan menimbang, akhirnya si pemudapun
menerima tawaran damai setan. Maka pulanglah ia. Dan seperti janji setan,
keesokan harinya ia mendapati 10 keping uang emas di bawah bantalnya, lalu
mulailah ia membangun kompleks ibadah, semacam islamic center gitu, untuk
mendidik masyarakatnya agar lebih cerdas, rasional dan mengerti agama.

Setelah sekian lama, uang setan yang datang sudah lebih dari keperluan dan
akhirnya iapun merasa tidak masalah jika ia menggunakannya untuk keperluan
pribadi. Pada akhirnya iapun menjadi kaya raya dari uang damai setan
tersebut, hingga suatu pagi.. Ia tidak lagi mendapati uang emas di bawah
bantalnya. Ia pun marah besar karena setan mengingkari janjinya untuk
memberi 10 keping uang emas setiap pagi sebagai konpensasi pohon tempat
mangkalnya tidak ditebang. Iapun mengasah kembali kapak 212nya dan bertekad
bahwa kali ini ia akan benar-benar menebang pohon beringin itu yang, meski
tidak seramai sebelum ia mendirikan pesantren dan majlis ta'lim, tetap
banyak dikunjungi orang. Malam itu ia berangkat dengan kapak terhunus.

Beberapa meter sebelum ia tiba di pohon itu, sang setan telah menghadap
berdiri tegak di jalan di depannya, merintangi maksudnya. Perkelahian sengit
kembali terjadi, namun dalam beberapa gebrakan saja si pemuda terbujur tak
berdaya dikalahkan si setan. Dengan nafas hampir putus ia bertanya; "Hai
Setan ! Dulu aku dengan mudah dapat mengalahkanmu. Mengapa kini dengan mudah
aku kau kalahkan ??!

"Karena dahulu kau bermaksud menebangnya dengan niat ikhlas karena Allah
untuk memberantas kemusyrikan. Karena itu aku kalah. Adapun kini, kau
bermaksud menebangnya karena kau tidak lagi kuberi uang emas seperti yang
kujanjikan. Itulah sebabnya kau dengan mudah ku kalahkan karena kini niatmu
bukan lagi ikhlas karena Allah". Sang setan menjelaskan.

Sang setan menang dan tempat tinggalnya makin dikeramatkan serta makin ramai
diunjungi orang. Sukses besar.

Wallahu a'lam.

 

Kirim email ke