Coba Triloginya deh :
1. Kalbu, Terbitan DAR! MIZAN
2. Nurani, Terbtan DAR! MIZAN
3. Cahaya, Terbitan DAR! MIZAN

Yang juga berkesan : MENGGAPAI KASIHMU, DAR! MIZAN

Salam,
Reza Ervani


--- In [email protected], "sinthionk" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> menurut saya pribadi cerita CAC bagus, karena penulis ingin mengangkat
> betapa dahsyatnya ayat-ayat Alqur'an dalam memberikan
> hidayah...tercermin di saat Bherma membaca untaian ayat-ayat Alqur'an
> bersamaan dengan Aisyah
> 
> sebenarnya saya baru-baru ini membaca novel-novel islami untuk
> referensi, sebelumnya nama teh pipiet senja seringkali saya dengar
> hanya saja belum pernah membaca, terima kasih untuk informasinya,
> insyaAllah nanti saya coba cari. mungkin ada referensi judul buku teh
> Pipiet yang bisa saya jadikan referensi?
> 
> Salam,
> Sinta
> 
> --- In [email protected], "Reza Ervani" <rezaervani@> wrote:
> >
> > Aku ingat buku ini, cover kuning dengan gambar seorang wanita yang
> > berjilbab.
> > 
> > Aku tidak terlalu suka novel Islam, tapi Izzatul Jannah termasuk salah
> > satu penulis yang gaya bahasanya aku sukai. Sederhana, ceritanya pun
> > tak rumit, mengangkat apa yang terjadi atau mungkin terjadi
> > sehari-hari. Menurutku, karya sastra memang tidak harus rumit.
> > 
> > Yang paling berkesan dari kumcer CAC menurutku adalah bagian cerpen
> > yang mengisahkan dinamika kehidupan suami istri, walau ada bagian yang
> > sedikit kurang syar'i menurutku, yakni ketika penulis menggambarkan
> > gerai rambut seorang wanita dikening (Allahu 'Alam, bukankah rambut
> > adalah aurat wanita yang tidak pantas diceritakan). Tapi kumpulan
> > cerita di bagian inilah yang paling mengesankan bagiku. Alurnya begitu
> > alami, seakan kita sedang melihat perjalanan hidup rumah tangga kita
> > sendiri.
> > 
> > Cerpen yang berjudul CAC sendiri tidak terlalu berkesan bagiku.
> > Episode-episodenya terkesan terlalu dipaksakan, seakan Bhernadetta
> > mendapatkan hidayah hanya karena melihat keseharian sang aktivis
> > muslimah yang nyaris tanpa cacat.
> > 
> > Jika boleh membandingkan, ada seorang penulis yang punya karakter
> > sangat kuat dalam menceritakan dinamika muslimah keseharian, alami,
> > apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan, karena muslimah
> > juga manusia. Penulis itu adalah Teteh PIPIET SENJA, yang menurut
> > penulis sudah sangat layak disejajarkan dengan sastrawan senior
> > lainnya semacam Taufiq Ismail dan Joni Andriadinata (hmmm... salah
> > ketik ndak ya, namanya unik sih he he)
> > 
> > OK, itu tanggapanku tentang CAC.
> > 
> > Maju terus dunia referensi muslim.
> > 
> > Salam,
> > Reza Ervani
> > 
> >
>


Kirim email ke