iya nie bu,,,, saya juga sedih sekali kenapa kebersihan selalu di abaikan ,,, 
padahal coba kita tengok kegiatan kita seperti mau kerja aja tubuh butuh 
mandi,baju butuh di seterika..... wajah bth di bedakin, rambut di shampoo tiap 
hari dan wah ada yang luluran lagi................. tapi kadang itulah manusia 
melupakan da selalu lupa dengan kepentingan umat...yaitu untuk peduli dengan 
alam dan peduli dengan umat yang suka dengan kebersihan ( saling tenggang rassa 
gitu)......... oke lah kita tunggu kebersihan itu menjadi ciri dari tiap sudut 
kota dan sudut rumah kita.........................

----- Pesan Asli ----
Dari: erni siregar <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Minggu, 13 Januari, 2008 5:55:08
Topik: [rezaervani] [RENUNGAN EDUKASI] TOILET...?

Sahabat  semua,

Baca Kompas hari ini, minggu tanggal 13 Januari 2008 di halaman 17, wah ..baru 
kita terhenyak. 
Sebetulnya masalah ini juga selalu menjadi bahan diskusi diantara teman-teman 
kelompok. Tapi pada akhirnya selalu selesai begitu saja, yakh agak bersikap 
skeptis lah gitu. 

Jangankan di tempat umum, di sekolah, kampus, RS, atau Mesjid aja --- sarana 
toilet ini jauh dari harapan kenyamanan dan harapan tidak  berbau. 

Tapi syukurlah ada juga toilet umum yang mendapat penghargaan  dari MURI -- 
toilet itu ada di SPBU di Pantura sebagai toilet terbanyak dan terbersih milik 
pengusaha Shinta Irawati , jumlah toiletnya 67 buah  wuah banyak sekali ... dan 
benar-benar dijaga oleh petugas khusus yang digaji sesuai UMR regional 
setempat. Menurut petugas sering dijumpai pengguna toilet habis pakai lalu 
ngacir, dan kaum perempuan yang paling banyak meninggalkan sampah tisu dan 
membuang bekas pembalut ke closet.  Kalau udah gitu...terpaksa dech. mobil 
tinja dipanggil untuk menyedotnya. 

Saya kutip tulisan awalnya: 
    "Banyak orang bilang, kebersihan adalah sebagian dari iman. Namun , di 
Indonesia dengan penduduk yang dikenal religius ini, ajaran moral itu justru 
kerap diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana kenyataan yang 
paradoksal itu bisa terjadi ?"

Itulah ... artikel yang membuat kita harus punya komitmen mendisiplin diri dan 
lingkungan agar menjadi lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan dan 
kenyamanan setiap toilet yang mungkin pernah kita singgahi dan akan kembali 
lagi ---kembali lagi---menggunakann ya. Khusus untuk akhwat, kalau habis pakai 
toilet dimanapun, dan juga menggunakan tisu atau pembalut di toilet jangan 
membuangnya di closet tapi buanglah di tempat sampah yang  biasanya tersedia. 

Lebih kurangnya mohon maaf.

Erni Siregar, Jakarta






Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers 



      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke