.............Setelah membaca renungan ini......lebih baik mulailah dari diri
kita masing2 semoga menjadi perhatian bagi sanak keluarga kita dan selanjutnya
menjadi contoh bagi lingkungan kita dst-nya.
aa gun <[EMAIL PROTECTED]> wrote: mau tau alasannya mas
kalo menurut saya sih begini; kebanyakan umat Islam belum Islami, mengapa?
karena tak memiliki kesadaran beragama, agama hanya sebagai label, symbol atau
identitas diri aja, cukup. Sering ane lihat setelah shalat jumat atawa shalat
iedul fitri or adha, koran berserakan dimana-mana, sungguh pemandangan yang
menjijikan, jadi ga usah jauh-jauh ke toilet, lihatlah ketika mereka selesai
ibadah, semoga kita termasuk orang yang melalaikan agama
sunanto suko nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
iya nie bu,,,, saya juga sedih sekali kenapa kebersihan selalu di abaikan ,,,
padahal coba kita tengok kegiatan kita seperti mau kerja aja tubuh butuh
mandi,baju butuh di seterika..... wajah bth di bedakin, rambut di shampoo tiap
hari dan wah ada yang luluran lagi................. tapi kadang itulah manusia
melupakan da selalu lupa dengan kepentingan umat...yaitu untuk peduli dengan
alam dan peduli dengan umat yang suka dengan kebersihan ( saling tenggang rassa
gitu)......... oke lah kita tunggu kebersihan itu menjadi ciri dari tiap sudut
kota dan sudut rumah kita.........................
----- Pesan Asli ----
Dari: erni siregar <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Minggu, 13 Januari, 2008 5:55:08
Topik: [rezaervani] [RENUNGAN EDUKASI] TOILET...?
Sahabat semua,
Baca Kompas hari ini, minggu tanggal 13 Januari 2008 di halaman 17, wah ..baru
kita terhenyak.
Sebetulnya masalah ini juga selalu menjadi bahan diskusi diantara teman-teman
kelompok. Tapi pada akhirnya selalu selesai begitu saja, yakh agak bersikap
skeptis lah gitu.
Jangankan di tempat umum, di sekolah, kampus, RS, atau Mesjid aja --- sarana
toilet ini jauh dari harapan kenyamanan dan harapan tidak berbau.
Tapi syukurlah ada juga toilet umum yang mendapat penghargaan dari MURI --
toilet itu ada di SPBU di Pantura sebagai toilet terbanyak dan terbersih milik
pengusaha Shinta Irawati , jumlah toiletnya 67 buah wuah banyak sekali ... dan
benar-benar dijaga oleh petugas khusus yang digaji sesuai UMR regional
setempat. Menurut petugas sering dijumpai pengguna toilet habis pakai lalu
ngacir, dan kaum perempuan yang paling banyak meninggalkan sampah tisu dan
membuang bekas pembalut ke closet. Kalau udah gitu...terpaksa dech. mobil
tinja dipanggil untuk menyedotnya.
Saya kutip tulisan awalnya:
"Banyak orang bilang, kebersihan adalah sebagian dari iman. Namun , di
Indonesia dengan penduduk yang dikenal religius ini, ajaran moral itu justru
kerap diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana kenyataan yang
paradoksal itu bisa terjadi ?"
Itulah ... artikel yang membuat kita harus punya komitmen mendisiplin diri dan
lingkungan agar menjadi lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan dan
kenyamanan setiap toilet yang mungkin pernah kita singgahi dan akan kembali
lagi ---kembali lagi---menggunakann ya. Khusus untuk akhwat, kalau habis pakai
toilet dimanapun, dan juga menggunakan tisu atau pembalut di toilet jangan
membuangnya di closet tapi buanglah di tempat sampah yang biasanya tersedia.
Lebih kurangnya mohon maaf.
Erni Siregar, Jakarta
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers