ITSAR kepada Saudaranya
Hati laksana kaca, kemaksiatan dan dosa adalah noda yang mengotorinya,
sedangkan istighfar dan taubat adalah kain lap yang bias dipakai untuk
membersihkan kaca dari noda yang mengotorinya.
Para Salafush shalih adalah manusia dengan hati yang bening, sebening kaca
yang setiap saat dilap oleh pemiliknya. Seperti apa kehidupan mereka?
Berikut cuplikannya :
Abu Muhammad al-Mawarzy, setelah 3x menolak permintaan Mushab bin Ahmad
untuk menemaninya perjalanan ke Baghdad menuju Mekkah yang akhirnya
mengizinkannya dengan satu syarat, salah seorang dari mereka harus menjadi amir
safar sementara yang satu tidak boleh menyelisihi amir.
Merasa lebih muda dan tidak lebih baik, Mushab bin Ahmad meminta Abu
Muhammad supaya menjadi amir. Namun, hal ini menjadi boomerang bagi Mushab.
Setiap kali tiba waktu makan, Abu Muhammad selalu mendahulukannya, memilihkan
makanan yang terbaik untuknya. Ketika Mushab mau menolak kebaikan Abu
Muhammad, ia mengingatkan janji Mushab untuk taat. Apa boleh buat, dengan
sesal yang menyesakkan dada. Mushab pun menerima kebaikan Abu Muhammad.
Suatu saat mendung menggelayut di langit. Abu Muhammad memerintahkan Mushab
untuk mencari batu besar dengan ceruk yang biasa dipakai untuk berlindung dari
para musafir saat hujan turun. Setelah menemukannya. Mushab mempersilakan Abu
Muhammad untuk mengambil posisi berlindung. Tetapi, sebaliknya Abu Muhammad
memerintahkan Mushab untuk lebih dulu mencari posisi berlindung dari hujan
yang mulai turun dengan lebatnya. Ketika Mushab mau menolak kebaikan Abu
Muhammad, ia mengingatkan janji Mushab untuk selalu menuruti apa yang
dikatakannya, dan lagi-lagi Mushab tidak bias menolaknya. Sudah begitu, Abu
Muhammad melindunginya dengan tubuh dan kedua tangannya yang direntangkan.
Hari itu Mushab benar-benar menyesal telah memaksa Abu Muhammad untuk
menemani perjalannya sebagai amir.
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.