GUE DAN PENEGAMEN BUS
Fiyan Arjun
http://sebuahrisalah.multiply.com
ID YM :paman_sam2
Pagi belum beranjak siang. Dan hari itu gue berniatan hendak pergi berangkat
ke pelatihan menulis jurnalis media yang diadakan di universitas Paramadina
selama tiga hari fulltime. Selama tiga hari penuh. Gratis. Hanya bawa badan
sama mental gue aja. Dan acara itu dimulai sejak hari Minggu sampai Selasa
(27/01-29/01) itu pun gue mengikuti pelatihan membawai nama organisasi civitas
kepemudaan. Tempat dimana gue diutus sebagai delegasi, bahasa kerennya begitu.
Atau, lebih jelasnya gue mewakili untuk mengikuti acara tersebut.
Oya, dalam pelatihan menulis jurnalis media itu gue diajarin sama
instrukstur-instruktur. Baik instruktur lokal maupun yang dari luar negeri yang
sudah piawai dalam soal jurnalis media cetak maupun media televisi.
Instrukturnya ada yang masih status sebagai wartawan asing maupun pekerja dari
badan sosial-kemanusiaan International. Bukan itu aja instrukturnya juga ada
yang datang dari belahan negara. Ada yang berasal dari negara konflik perang
Serbia, Inggris dan Pakistan. Entah lebih tepatnya instruktur itu tinggal
dimana gue sendiri juga nggak tahu. Maklum gue belum pernah ke luar negeri.
Jangan dibilang keluar negeri luar kota aja gue juga belum semua. Maklum gue
berasal dari Betawi yang keseringan banyak orang berdoktrin bahwa orang betawi
hanya betah di wilayah. Tapi bagi gue so far so good aja lha. Positive believe
ajalah sama orang! Eya, dari tadi gue cerita tentang kenora-an gue dan
pelatihan yang gue ikutin tapi belum gue certain, cerita tentang peristiwa yang
bikin gue nggak mau terulang lagi dan mimpi juga gue nggak mungkin mau lagi.
Tobat deh! Peristiwa yang gue alami itu terjadi pada saat gue mau berangkat ke
acara itu.
Pagi itu gue ada di dalam bus yang sedang gue tumpangi. Saat itu gue ingin
menuju ke daerah Gatot Subroto dimana pelatihan itu diselenggarakan. Pasti dong
Anda-Anda semua tahu dimana letak acara yang gue ikuti diselenggrakan itu
berada? Kalau Anda-Anda pada tidak tahu lihat aja di peta Jabotabek atau baca
di buku telepon Anda. Pasti Anda akan menemukannya! Kalau masih belum juga
menemukan Anda kebangetan. Masa sih kalah sama Pak Pos?
Nah, pada saat gue ada di atas bus yang gue tumpangilah peritiwa itu terjadi.
Sebenarnya gue nggak mau certain kepada Anda-Anda semua. Namun karena tuntutan
sebagai profesi gue sebagai penulis dan juga gue yang mengalami terpaksa gue
mau berbagi cerita sama Anda-Anda semua. Mau tahu apa yang gue certain kali
ini? Simak dan baca dengan khidmat. Dan setelah Anda membacanya silakan aja
Anda memaki-maki atau tersenyum sendiri. Semua ada di tangan Anda. Bukankah
begitu?
Yups, pagi itu gue ketemu pengamen bus di atas bus yang bikin gue bete dan
nggak bakalan gue mau ketemu lagi. Karena kenapa? Itu pengamen bus sudah dua
kali gue ketemuin di atas bus sebelumnya. Bukan itu aja dari pakaian,
atributnya sampai lagu yang dinyanyiin sama persis saat sebelumnya gue ketemu
dia atas bus juga. Bayangin dua kali gue ketemu dia serta dengan lagunya Letto
band asal kota Gudeg itu lagi yang berjudul Sebelum Cahaya dia nyanyiin dengan
pedenya. Memang sih nyanyinya bagus tapi lebih banget bagusnya lagi kalo dia
tuh nggak usah nyanyi. Alais, diam aja!
Siapa sih nggak bete dan nggak mau ketemu makhluk bus itu lagi. Dan parahnya
lagi mahkluk bus saat ketemu gue lagi saat itu eh dia malah nyengir kuda ke
arah gue. Dan juga dibilang kearah gue, eh, ketemu lagi, ya! ujarnya. Sumpah
gue hari itu dan saat itu ingin banget turun aja dari bus daripada ngelayanin
tuh orang. Tapi sayang tempat yang gue ingin tuju sebentar lagi sampai dan gue
pun harus kebal menghadapi berbagai serangan mahkhluk yang ada dihadapan
gue saat itu.
Ye, nih makhluk kok ketemu gue lagi! runtuk gue saaat itu juga. Apes-apes
deh gue hari ini, lanjut gue seperti orang nggak rela ketemu tuh makhluk bus.
Suer, hari itu juga gue kerjanya hanya meruntuki diri gue sendiri. Karena gue
ketemu sama makhluk bus itu lagi. Dan lebih-lebih sudah kedua kalinya dia
nyengir kuda ke arah gue. Komplit deh nasib gue hari itu. Sudah dua kali ketemu
sama tuh makhluk bus. Dan gue bukannya turun langsung dari bus malahan nih gue
malah dengerin dia nyanyi bak penyanyi solo yang suara lebih baik untuk
dibawain pas iring-iringan jenazah. Sumpah deh nggak enak banget di telinga
gue. Kalo gue mau jujur suaranya lebih bagusan gue juga kalau gue habis bangun
tidur. Tapi karena gue pencinta seni khususnya dengarin musik akhirnya terpaksa
gue dengarin juga. Dan itu semua gue lakuin karena gue menghargai hak dan
kreasi orang lain. Biar bagaimana pun dia tuh sudah menyumbang suaranya walo
hanya "separuh nafas". Tapi gue tetap menghargainya dengan menyemplungi uang
yang ada di saku gue. Biar bagaimana mana pun gue masih tetap menghargai orang.
Tapi gue juga nggak tahu sama ini makhluk bus apakah dia
juga menghargai penumpang bus (orang lain) ngngak ya? Kalo iya seharusnya tuh
dia tau diri dong? Sadar kalo suaranya bikin orang mau kebelet pips. Tapi
itulah sifat manusia tidak mengetahui kelebihannya.
Akhirnya hari itu juga gue lebih banyak istighfar ketemu lagi dengan
makhluk bus itu. Gue juga nggak sadar bahwa tujuan yang gue tuju saat itu sudah
sampai di tempat. Dan gue baru menyadari saat kondektur bus itu bilang jalan
Gatot Subroto. Broto
broto.
, ucap kondektur asal goblek menyingkat nama
jalan seenak udelnya. Dan itu sama aja bikin rusak tatanan bahasa indonesia
yang baik dan benar. Maklum gue ini penulis jadi tahu yang mana yang boleh
disingkat yang mana nggak tapi gue juga belum begitu mahir. Maklum masih banyak
belajar.
Bang, kirii-kiri
, kata gue.
Supir bus masih nggak dengar juga intruksi dari gue. Bolot.
Bang ada yang turun tuh!
Tiba-tiba gue denger suara yang nambahin selain suara gue. Dan ternyata suara
itu berasal dari makhluk yang sejak tadi bikin gue mules. Dua kali gue ngeliat
dirinya di atas bus.
Dan gue pun turun juga. Nah, pas saat gue mau turun. Entah kenapa enggak ada
angin enggak ada hujan itu makhluk bus ngomong ke arah gue. Mau tau apa yang
dia bilang?
Besok ketemu lagi ya
Ups! Hari itu juga gue seakan-akan tidak terasa kalo gue habis turun dari
bus melainkan gue habis turun dari apa gue juga nggak tahu karena ada orang
yang ingin ketemu gue lagi tak lain tak bukan
. Makhluk bus yang sudah dua kali
gue temui di dalam bus sejak kemarin. Ampun deh!
Ciputat, 28 Januari 2008
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.