Wassalam,,,
Manusia memang memiliki kebutuhan spiritual dan itu merupakan
kebutuhan yang mendasar tapi sering kali diabaikan oleh para psikolog
terdahulu. akan tetapi sekarang sudah ada mahzab baru yang memasukkan
kebutuhan spiritual sebagai hal yang menjadi fokus pembicaraan yaitu
psikologi transpersonal.

sebelumnya saya ingin menanyakan kepada sahabat apa yang dimaksud
dengan motivasi spiritual? bagaimana bentul motivasi spiritual yang
diberikan?

Dalam sebuah perusahaan biasanya pihak HRD mengadakan training kepada
karyawannya dan bentuk training itu bermacam-macam. salah satunya
mungkin berbentuk kunjungan atau wisata hati ke DT. adapun tujuan
dari training itu ada untuk me-refresh kembali para karyawan
tersebut. sehingga apabila karyawan telah kembali ke kondisi 'segar',
karyawan dapat kembali ke aktivitas kerja dan melakukan rutintasnya
dengan optimal sehingga produk atau kinerja kerja karyawan pun akan
meningkat.

sebelum diskusi ini dilanjutkan saya meminta sahabat untuk enjelaskan
mengenai motivasi spiritual yang saudara maksudkan?
karena saya ingin menyamakan persepsi kita terlebih dahulu.

-ooonie intan-



--- In [email protected], Iman Aryadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>    Ass.
>
>
>
>
>
>   Perkenalkan nama saya iman aryadi saya kuliah di UIN Yogya. Saya
sudah lama ikut mailist ini namun baru kali ini saya mengirim surat
ke mailist ini.
>
>
>   Saya sudah mengadakan penelitian mengenai pengaruh motivasi
spiritual terhadap kinerja pada santri karya di Yayasan Darut Tauhiid
( DT ) dengan pendekatan kuantitatif . Hasilnya ternyata motivasi
spiritual tidak berpengaruh terhadap kinerja.
>   Jawaban yang bersifat statistic adalah karena ada variabel lain
yang berpengaruh terhadap kinerja ( seperti lingkungan kerja,
kepemimpinan , dll) . Namun adosen saya bilang Karena Motivasi
spitritual di DT sudah menjadi kultur / kebiasaan maka tidak
berpengaruh pada kinerja.
>
>
>   Kalo melihat penelitian sebelumnya yang diadakan di perusahaan
umum dan profit ( di batam dan Surabaya ) maka hasilnya motivasi
spiritual berpengaruh signifikan tehadap kinerja. Menurut dosen saya
hasil tersebut demikian karena memang latar belakang perusahaan
tersebut umu alis jauh dari kebiasaan agama atau bukab perusahaan
berbasis agama jadi ketika agama "dikenakan" rasa " haus", " rindu"
terhadap agama sangat tinggi.
>
>
>   Pertanyaan saya adakah teori (psikologi, psikososial, psikologi
budaya dll) yang menggambarkan fenomena tersebutÂ….?
>
>   Wass
>
>
> ---------------------------------
> Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.
>


Kirim email ke