Rumah Ilmu Indonesia
Saya tentu bergembira dengan muncul ide mewujudkan Rumah Ilmu Indonesia. Secara sederhana kesenangan saya itu dikarenakan Indonesi kita merupakan negeri yang telah carut marut hanya dan dapat dibenahi dengan ilmu. Sehingga Indonesia akan menjadi rumah ilmu. Rumah ilmu bagi anak bangsa. Bukan lagi dijadikan rumah para koruptor. Rumah para birokrat yang tidak melayani dan tidak mengabdi. Bukan pula rumah para penjahat dan atau pejabat yang jahat. Namun sebaliknya, Indonesia, akan bersolek menjadi negeri yang tetap indah. Menjadi rumah yang asri bagi para pengembang ilmu. Mengapa harus membangun komunitas Rumah Ilmu Indonesia. Saya tidak tahu bener, alasannya. Karena memang saya tidak terlibat diawal pembentukkan dan keberdaanku di di Jawa Timur. Sementara para penggasnya dari temen-temen yang ada di pusat kota, yaitu kota Bandung. Walau saya tidak paham, namun saya akan meyampaikan bahwa komunitas pengembangan ilmu di negeri kita ini harus tumbuh terus. Harus didukung oleh para pendidik. Nah, berikut ini merupakan pemikiran kami, mengapa Rumah Ilmu Indonesia harus dikembangkan? Pertama, anak-anak kita telah dijadikan pasar produk elektonika dengan berbagai macam mainan, game, dan sofwer yang kurang baik untuk generasi kita saat ini. Waktu yang dimiliki oleh anak-anak kita dihabiskan pada segala hal yang kurang dan atau tidak berguna sama sekali. Bahkan cenderung merusak memori otak anak dan menjadikan anak malas belajar, malas berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Mereka jadi cemas dan lainnya. Kedua, para pendidik yang ada di sekolah merupakan sosok yang memilki keterbatasan kemampuan individunya dalam menyerap perkembangan dunia saat ini. Sangat terbatas. Karena kondisi yang demikian, maka jika tampil para pengembang ilmu yang dari teman-teman komunitas seperti Rumah Ilmu Indonesai akan memberi manfaat dan sekaligus menolong para pendidik. Saatnya para aktifis Rumah Ilmu Indonesia untuk merencanakan strategi kegiatan dan karya yang langsung dapat menolong para pendidik yang akan tenggelam dalam lautan informasi bebas ini. Ketiga, komunikasi, koordinasi dan kemampuan memperbarui serta mengaktualisasi diri para pendidik harus terus berjalan dan tidak berhenti. Tentu saja dengan cara bershilaturahim, berdiskusi, berdialoq dan workshop serta pelatihan-pelatihan maka para pendiidikan akan mampu menjadikan dirinya masih bernilai dan bermanfaat di tengah-tengah anak didik yang super canggih. Keempat, kita harus mendorong generasi muda tampil berkarya. Kita upaya mereka terus mampu menghasilkan karya. Anak-anak muda. Merekalah harapan kita. Rumah Ilmu Indonesia yang di huni anak-anak muda pasti akan mampu menghasilkan karya. Kelima, bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses pendidikan membutuhkan bahan-bahan yang bermutu. Membutuhkan bahan-bahan yang dapat dipertanggungjawabkan. Bahan yang mampu memberi inspirasi bagi anak untuk berkembang, kerkarya dan mandiri. Rumah Ilmu Indonesia harus menyediakan bahan yang bermutu. Inilah pekerjaan yang sangat besar. Semoga, Selamat bekerja, Para pendidik menanti karya Anda Indoneisa menanti <http://pustakamawar.wordpress.com/2008/04/24/rumah-ilmu-indonesia/> Semoga bermanfaat. On 4/24/08, Danni Azzam Ferianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ketika minggu kemarin plesir ke Jatinangor, menyambangi bekas tempat kost > dulu, saya teringat masa-masa dulu menjadi mahasiswa. Meski sempat terasa > asing karena penghuni kost telah berganti wajah-wajah fresh yang menyiratkan > gelora semangat. Namun 3 orang mahasiswa "sepuh" yang tersisa di kost cukup > membasahi dahaga kerinduan. Yang pasti, saya mendapat fasilitas menginap, > mandi gratis, meski kalau urusan makan saya merasa ga enak kalau membiarkan > adik-adik mahasiswa (ledekan untuk teman-teman se-angkatan) membeli dari > kantung sendiri. > > > > Tiga orang teman saya ini sudah hampir 8 tahun menikmati subsidi dari > pemerintah untuk kuliah di PTN. Kendati demikian saya yakin, tidak ada > niatan mereka merugikan negara dan menzalimi rakyat. Mungkin, masih banyak > proyek membangun peradaban yang belum kelar. Saya adalah yang pertama > meninggalkan kost tercinta diantara 11 orang teman seangkatan dari > sedikitnya 20 penguhi kost sekitar 3 tahun lalu. Padahal saya tidak punya > komputer untuk mengerjakan skripsi, sementara hampir seluruh teman kost saya > punya komputer, dan rata-rata mereka baru lulus setahun lalu. > > > > Saya bersyukur bisa lulus lebih dulu dengan segala keterbatasan fasilitas. > Satu-satunya fasilitas yang saya punya adalah TV yang dibeli ketika tingkat > 2. Itupun akhirnya saya relakan menjadi "milik" bersama dan ditempatkan di > kamar kost teman saya setelah saya merasa terganggu dan sebal dengan TV. > Jadilah saya merasakan nikmatnya hidup dalam kesunyian, hanya berteman rak > buku (meski jarang baca juga!) > > > > Saya melihat terkadang fasilitas membuat orang malas, terlebih bila itu > dibeli tidak sesuai dengan kebutuhannya. Atau mungkin awalnya dibeli karena > kebutuhan, kemudian menyimpang dari tujuan karena larut dalam kenyamanan. > Hampir seluruh teman kost lebih banyak menggunakan komputer untuk bermain > game dan menonton film (maaf, bro saya bongkar rahasianya), sehingga > melalaikan proyek penulisan skripsi. Saya lah yang kecipratan berkah, > leluasa menggunakan komputer pada ba'da shubuh, dhuha, sore dan malam > setelah waktu-waktu entertainment *closed.* > > > > Teringat dulu saya menunda membeli komputer karena adanya kebutuhan orang > tua yang menurut saya lebih penting. Sampai akhirnya kebutuhan orang tua > tertunaikan, dan saya lulus. Alhamdulillah. Sampai sekarang pun saya masih > berprinsip demikian, membeli sesuatu harus benar-benar karena kebutuhan, > bukan sekedar mengikuti "modern lifestyle" atau mendongkrak prestise. Sayang > sekali rasanya kalau kita makan gengsi, mending makan nasi. :-). Islam juga > tidak mengajarkan hidup berlebih-lebihan, larut dalam pemborosan dan > bermewah-mewahan sementara ada hak yang lebih utama dari itu semua. Btw, > thanks bro atas semuanya… > > ------------------------------ > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it > now.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ> > > -- ----------------------------------------------------------- Imam Mawardi YM: abuthoriq http://pustakamawar.wordpress.com
