Aa Gun yang baik.. Jangan terlalu mendiskreditkan bangsa sendiri.. Apalagi di media umum seperti ini secara tertulis..
Kalaupun masih banyak kekurangan negeri ini.. Mari kita lakukan sesuatu untuk mengubahnya.. Lakukan sesuatu.. untuk tujuan yang besar.. Mencapai indonesia emas..!! Sedikit informasi tentang kereta.. Kebetulan saya adalah pengguna setia kereta listrik. menurut saya, PT KAI saat ini sudah melakukan gebrakan yang bagus. Karcis akan dibuat elektronik, akan ada kereta dari stasiun ke bandara, semua kereta ekonomi diganti dengan ekonomi AC, MRT akan dibangun.. semuanya mengarah pada transportasi publik yang layak. Dipilih kereta bekas krn harganya jauuuuh lebih murah dibanding kereta buatan sendiri di Madiun, yang masih rentan masalah listrik.. kalau semua programnya berjalan dengan baik dan benar, sistem perkeretaapian kita sudah bisa disamakan dengan Malaysia.. (mungkin tinggal ditambah LCD di tiap stasiun untuk kasih info posisi kereta) Sekarang, yang komplen tentang BBM naik aja masih banyak, jadi tidak usahlah bicara tentang barang baru.. :D Yang kita perlu bukan barang baru, tapi barang yang ekonomis.. Fungsinya optimal dengan harga yang rendah.. Semoga nantinya akan diikuti dengan perbaikan di sarana angkutan umum lain.. Amien.. kalau baca blue plannya kota Jakarta tentang transportasi, bagus kok..Mari berdoa semoga pelaksanaannya berjalan dengan baik dan benar.. wasalam -dwip- --- In [email protected], aa gun <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > tulisan lama yang kayaknya ne belum publikasikan, semoga belum kadalu warsa > > Indonesia, Barang Bekas, dan Musibah > By: Gunawan > http://aagun2010.multiply.com > > Sebenarnya sebagai orang Indonesia aku sangat mencintai Negara ini, walau belum bangga sebagai orang Indonesia. Aku bersyukur kepada Allah SWT di lahirkan dan jadi orang Indonesia. Alam Indonesia (bukan katanya) sangat kaya hingga banyak ungkapan yang mengaguminya, tanahnya subur (ini bener lho) koes plus pernah bilang, tongkat dan kayu aja bisa jadi tanaman. Selain itu orang- orangnya (nah ini baru katanya) ramah-ramah, rakyatnya (ini gossip apa bukan ya) hidup berdampingan dengan damai, rakyatnya (ini bohong ga sih) hidup makmur dan sejahtera. Begitulah Negara ku tercinta Indonesia. > > Di balik rasa cinta, rasa bangga dan rasa syukur diantara realitas, isapan jempol dan data-data yang menipu, ada rasa kecewa, sedih mengapa? Akankah Indonesia masih ada di masa mendatang? (sebelom kiamat maksudnya). > > Barang Bekas > Akhir-akhir ini saya mencoba berfikir mengenai dunia transportasi Indonesia, karena saya adalah pengguna setianya. Lihatlah kereta-rakyat yang murah meriah nampak seperti seonggok besi tua yang sedang berjalan. Ketika naik kereta, aku sempat membaca berita kalo kereta-kereta bekas untuk rute jabotabek dari Jepang akan masuk ke Indonesia. Ketika aku naik bus, kok ga ada yang bagusnya, aku ini sebenarnya sedang naik barang rongsokan, tapi apa mau dikata, kita butuh, tapi harus seperti inikah jadi rakyat Indonesia? Selain itu banyak juga di jalan kulihat juga bus-bus yang bertuliskan entah huruf Jepang atau china, atau mungkin Taiwan dan itu memang bus-bus bekas dari luar negeri (inga..inga.. luar negeri lho, hebatkan?, pokoknya yang berbau luar negeri itu hebat, contohnya Vietnam, pasukan sepak bola kita dibuat tak berkutik, he he hee , jadi malu. > > Bukan hanya kereta dan bus umum, kapal laut, pesawat udara, pesawat tempur, kendaraan militer dll, hampir semua adalah barang bekas, bekas dari luar negeri, ingat sekali lagi, katanya luar negeri itu hebat, walaupun bekas tetep luar negeri. Yah diri ini memang hanya bisa sedih, dan cuma bisa bilang sama murid-murid di sekolah, "di tangan kalian kelak akan ada perubahan, itupun kalau kamu mau dan punya rasa malu terhadap Negara ini yang telah cukup lama menjadi Negara penampung barang bekas". > > Sumbangan Bencana Akibat Barang Bekas > Musibah transportasi beruntun melanda negeri ini, apa sebabnya? Pemerintah kita ini pemerintah yang reaksioner, ada musibah ada investigasi, ada bencana ribut dan ada musibah ada tindakan, musibah melanda saling menyalahkan. Realitas menunjukan kepada kita kalau pemerintah ga punya daya lindung atau proteksi terhadap rakyatnya, "mengobati lebih baik dari mencegah begitu mungkin slogannya", karena Negara kita kaya semua bisa di beli. > > Tapi lihatlah kenyataan akibat barang bekas, kapal bekas kelebihan muatan (karena kejar setoran, keuntungan, pungli sana- pungli sini), pesawat udara bekas dan rusak berkeliaran diangkasa, kereta api bekas sesak penumpang, tetapi selalu merugi (aneh?), bus bekas penuh sesak(karena nasibnya sama dengan kapal bekas tadi), akhirnya bencana/musibahpun mengintai, dan kini semua jadi kenyataan, musibah datang bagai air turun dari tempat yang lebih tinggi, siapa yang menderita? ya rakyat, terutama rakyat kecil, kalo rakyat besar bisa bisa bayar mahal dapat yang lebih bagus dan fasilitasnya oke, ada banjir bisa nginap di hotel, atau keluara negeri, dapat tunjangan besar dan minta laptop lagi (para anggota yang terhina), waduh ternyata mereka masih miskin, kurang puas, rakus, akhirnya rakyat jadi kurus, kekurangan pangan, kekurangan gizi, minum obat palsu, antri beras, antre minyak tanah, antree sumbangan, makanan mengandung zat kimia yang membahayakan di masa mendatang, bukankah > semua itu juga musibah? siapa penyebabnya, Tuhan? apa iya? Atau karena semua otak orang yang ingin jadi pemimpin dan yang sudah memimpin akal sehatnya sudah pada tumpul akibat makan uang haram, obat palsu, zat kimia berbahaya? Mungkin saja, wallaahu a'lam >
