30 Hari Yang Lalu
Dani Ardiansyah
Cemas adalah teman setiaku sepanjang hari itu. Hari dimana takdir memutuskan
untuk menciptakan sua diantara kita. Hari ketika Bunda gelisah menahan sakit.
Hari ketika semesta dipenuhi doa jamaah jum'at. Bukan hal biasa bagi abi berada
dalam kekhawatiran, cemas menanti dan menyadari bahwa cinta ini benar-benar
akan terbagi. Tak ada siapapun yang menemani abi menampik was-was, selain doa
yang terus abi panjatkan agar sua kita benuh berkah.
Hari itu tepat 30 hari yang lalu, ketika subuh Bunda menyadari ketubannya sudah
pecah sebelum waktunya. Maafkan abi yang saat itu hanya mampu terpana dan
kurang tanggap menyadari kau akan segera hadir diantara kami. Bahkan masih
sempat berfikir untuk mengantar Bunda ke RS dengan angkot. Maafkan, meski
akhirnya kita bertiga naik taksi bukan? Abi selalu berharap bahwa kelahiranmu
bisa dilewati dengan cara normal, selain pertimbangan biaya, Abi juga tidak
tega jika perut Bunda di sayat. Tapi kau dan Dia memutuskan lain, cesar adalah
takdir. Mungkin. Dan menjadi iya saat ini.
Genap 30 hari kini kau berada diantara kami, menghadirkan hal-hal unik yang
tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Menciptakan pola hidup yang terus
terang saja, kami tidak terbiasa. Bundamu sudah jadi nokturnal sekarang, setiap
kali erang kesahmu membahana rupa. Dan dia akan dengan sabar menenangkanmu
diantara kantuknya. Mengganti popokmu, menaburkan bedak, lalu mendekapmu hangat
sambil sesekali menguap.
Bunda sangat mencintaimu, begitu juga Abi, meski tak bisa setelaten dia. Tapi
jangan khawatir, cintaku tak berbilang pada kalian. Abi sedih, menghadapi
kenyataan bahwa kita harus berjauhan saat ini. Abi tidak bisa melihatmu setiap
pagi hari dan mendapatimu ternyata sudah terbangun lebih dulu daripada kami,
kamu bermain sendiri, dan kalau sudah bosan atau pipis, kamu pasti nangis
dengan keras. Buat abi, merawatmu adalah hal terindah bersemu kantuk yang
pernah abi lakukan.
Dan sayangnya hanya akhir pekan saja abi bisa pulang dan menemuimu.
Mendengarkan cerita Bunda tentang polahmu yang lucu, tentang tangismu yang
sering kali membuatnya dunia terjaga. 2 hari terakhir dalam 30 harimu, kamu
sakit. Badanmu hangat lebih dari biasanya, kami khwatir, tapi katanya, kamu mau
pintar, tapi katanya kamu mau berkembang, tapi katanya karena cuaca, entahlah
saiapa yang benar, yang pasti Bunda sudah membawamu ke Bidan, dan sekarang kamu
sudah berangsur membaik. Alhamdulillah. Lega.
Nibras yang ganteng, banyak sekali memoar tentangmu, bahkan jauh sebelum kau
benar-benar hadir. Tentang cinta segitiga anatara Abi, Bunda dan dirimu,
tahukah bahwa ini indah, sungguh. Tiba-tiba saja abi menjadi seorang ayah, dan
Bunda menjadi seorang ibu, untuk seorang anak. Bahwa kau adalah amanah, itu
jelas. Dan kami hanya akan berusaha menjaga serta melakukan yang terbaik
buatmu.
Jakarta, ketika kangen dan hanya bisa menyaksikanmu di Handphone
Dedicated to, Akh Nibras
Dani Ardiansyah
HP : 085694771764
http://edumuslim.org
http://catatankecil.multiply.com
http://hamasahputri.multiply.com