:-) selalu ada senang dihati ini. bila membaca cerita-cerita bahagia
tergores begitu indah di milis ini. apalagi cerita itu adalah nyata
dan orang2 yg bermain didalamnya dikenal walau tak pernah bersua
wajah.


On 6/4/08, Dani Ardiansyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 30 Hari Yang Lalu
> Dani Ardiansyah
>
>
> Cemas adalah teman setiaku sepanjang hari itu. Hari dimana takdir memutuskan
> untuk menciptakan sua diantara kita. Hari ketika Bunda gelisah menahan
> sakit. Hari ketika semesta dipenuhi doa jamaah jum'at. Bukan hal biasa bagi
> abi berada dalam kekhawatiran, cemas menanti dan menyadari bahwa cinta ini
> benar-benar akan terbagi. Tak ada siapapun yang menemani abi menampik
> was-was, selain doa yang terus abi panjatkan agar sua kita benuh berkah.
>
> Hari itu tepat 30 hari yang lalu, ketika subuh Bunda menyadari ketubannya
> sudah pecah sebelum waktunya. Maafkan abi yang saat itu hanya mampu terpana
> dan kurang tanggap menyadari kau akan segera hadir diantara kami. Bahkan
> masih sempat berfikir untuk mengantar Bunda ke RS dengan angkot. Maafkan,
> meski akhirnya kita bertiga naik taksi bukan? Abi selalu berharap bahwa
> kelahiranmu bisa dilewati dengan cara normal, selain pertimbangan biaya, Abi
> juga tidak tega jika perut Bunda di sayat. Tapi kau dan Dia memutuskan lain,
> cesar adalah takdir. Mungkin. Dan menjadi iya saat ini.
>
> Genap 30 hari kini kau berada diantara kami, menghadirkan hal-hal unik yang
> tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Menciptakan pola hidup yang terus
> terang saja, kami tidak terbiasa. Bundamu sudah jadi nokturnal sekarang,
> setiap kali erang kesahmu membahana rupa. Dan dia akan dengan sabar
> menenangkanmu diantara kantuknya. Mengganti popokmu, menaburkan bedak, lalu
> mendekapmu hangat sambil sesekali menguap.
>
> Bunda sangat mencintaimu, begitu juga Abi, meski tak bisa setelaten dia.
> Tapi jangan khawatir, cintaku tak berbilang pada kalian. Abi sedih,
> menghadapi kenyataan bahwa kita harus berjauhan saat ini. Abi tidak bisa
> melihatmu setiap pagi hari dan mendapatimu ternyata sudah terbangun lebih
> dulu daripada kami, kamu bermain sendiri, dan kalau sudah bosan atau pipis,
> kamu pasti nangis dengan keras. Buat abi, merawatmu adalah hal terindah
> bersemu kantuk yang pernah abi lakukan.
>
> Dan sayangnya hanya akhir pekan saja abi bisa pulang dan menemuimu.
> Mendengarkan cerita Bunda tentang polahmu yang lucu, tentang tangismu yang
> sering kali membuatnya dunia terjaga. 2 hari terakhir dalam 30 harimu, kamu
> sakit. Badanmu hangat lebih dari biasanya, kami khwatir, tapi katanya, kamu
> mau pintar, tapi katanya kamu mau berkembang, tapi katanya karena cuaca,
> entahlah saiapa yang benar, yang pasti Bunda sudah membawamu ke Bidan, dan
> sekarang kamu sudah berangsur membaik. Alhamdulillah. Lega.
>
> Nibras yang ganteng, banyak sekali memoar tentangmu, bahkan jauh sebelum kau
> benar-benar hadir. Tentang cinta segitiga anatara Abi, Bunda dan dirimu,
> tahukah bahwa ini indah, sungguh. Tiba-tiba saja abi menjadi seorang ayah,
> dan Bunda menjadi seorang ibu, untuk seorang anak. Bahwa kau adalah amanah,
> itu jelas. Dan kami hanya akan berusaha menjaga serta melakukan yang terbaik
> buatmu.
>
> Jakarta, ketika kangen dan hanya bisa menyaksikanmu di Handphone
> Dedicated to, Akh Nibras
>
> Dani Ardiansyah
>     HP : 085694771764
>  http://edumuslim.org
> http://catatankecil.multiply.com
>  http://hamasahputri.multiply.com
>
>
>

Kirim email ke