Ragu adalah lawan (atau pasangan) dari tegas.  Peragu adalah pribadi yang penuh 
keraguan.  Pribadi yang penuh ketegasan biasanya adalah pemimpin yang besar, 
yang pada tahap awal, paling tidak besar untuk dirinya sendiri.
Sifat peragu dimiliki para pecundang, sedangkan sifat ketegasan dimiliki oleh 
para pemenang.

Takut adalah lawan (atau pasangan) dari berani.  Pada banyak keutamaan hidup, 
sifat berani menjadi pemungkin yang paling besar.
Keberadaan kedua sifat tersebut dalam sebuah pribadi adalah keniscayaan. Dengan 
demikian, tingkat kemuliaan dan ukuran kehidupan seseorang, sangat tergantung 
pada sejauh mana dominasi salah satunya.

Jika kita harus memilihkan sifat-sifat di atas sebagai pakaian pribadi kita, 
maka hindari-lah sifat peragu.  Bahkan seorang penakut, nasibnya akan lebih 
baik daripada seorang peragu.

Mengapa?

Pada saat berhadapan dengan anjing galak dan besar, seorang penakut akan dengan 
tegas mengambil keputusan untuk berlari sekencang-kencangnya.  Sedangkan sang 
peragu, mungkin nasibnya tidak akan lebih baik dari sang penakut.

Pada kehidupan ini, banyak sekali hal-hal menakutkan seperti anjing galak dan 
besar.  Pada kehidupan ini, akan ada saat-saat (waktu dan tempat) bertemunya 
kita dengan anjing itu.  Pada momentum itu-lah, ketegasan menentukan 
keberhasilan kita.

Saat ini kita sedang menghadapi kenaikan harga-harga yang menakutkan.
Saat ini kita sedang menghadapi bahaya laten keimanan yang kuat-ulet-licin.
Jika Anda tidak dapat menjadi perwira yang pemberani, jadilah penakut yang 
tegas.

Wassalam,

Syarif Niskala
syarifniskala.wordpress.com

Kirim email ke