Pak Syarif yang baik... Mungkin inilah menjadikan semboyan para BRIMOB, yang bertugas di Aceh semasa konflik..
" Ragu-ragu mundur" Sifat keragu-raguan akan membentuk pribadi aneh, pribadi yang tidak jelas. 2008/6/12 Syarif Niskala <[EMAIL PROTECTED]>: > Ragu adalah lawan (atau pasangan) dari tegas. Peragu adalah pribadi > yang penuh keraguan. Pribadi yang penuh ketegasan biasanya adalah pemimpin > yang besar, yang pada tahap awal, paling tidak besar untuk dirinya sendiri. > Sifat peragu dimiliki para pecundang, sedangkan sifat ketegasan dimiliki > oleh para pemenang. > > Takut adalah lawan (atau pasangan) dari berani. Pada banyak keutamaan > hidup, sifat berani menjadi pemungkin yang paling besar. > Keberadaan kedua sifat tersebut dalam sebuah pribadi adalah keniscayaan. > Dengan demikian, tingkat kemuliaan dan ukuran kehidupan seseorang, sangat > tergantung pada sejauh mana dominasi salah satunya. > > Jika kita harus memilihkan sifat-sifat di atas sebagai pakaian pribadi > kita, maka hindari-lah sifat peragu. Bahkan seorang penakut, nasibnya akan > lebih baik daripada seorang peragu. > > Mengapa? > > Pada saat berhadapan dengan anjing galak dan besar, seorang penakut akan > dengan tegas mengambil keputusan untuk berlari sekencang-kencangnya. > Sedangkan sang peragu, mungkin nasibnya tidak akan lebih baik dari sang > penakut. > > Pada kehidupan ini, banyak sekali hal-hal menakutkan seperti anjing galak > dan besar. Pada kehidupan ini, akan ada saat-saat (waktu dan tempat) > bertemunya kita dengan anjing itu. Pada momentum itu-lah, ketegasan > menentukan keberhasilan kita. > > Saat ini kita sedang menghadapi kenaikan harga-harga yang menakutkan. > Saat ini kita sedang menghadapi bahaya laten keimanan yang kuat-ulet-licin. > Jika Anda tidak dapat menjadi perwira yang pemberani, jadilah penakut yang > tegas. > > Wassalam, > > Syarif Niskala > syarifniskala.wordpress.com > > >
