Setuju banget dengan 'bagi hasil' ala pak Ustadz (20:80).  Bagi yg sdh 
berkeluarga pun...tetep harus pakai logika,  agar tidak saling tergantung dan 
menghambat, namun dapat bersinergi secara harmoni untuk membangun mahligai 
sebagaimana didamba.  
Proporsi absolut (100:0) jelas hanya untuk Allah SWT, namun untuk 'our 
soul-mates' menurut saya ngga penting berapa proporsinya, yang penting adalah 
kesiapan jasmani dan ruhani ketika 'si-dia' mendahului kita.
Jika aku menyatakan : aku mencintaimu ........  Sesungguhnya ( aku menguatkan 
hatiku).....saat ini juga aku siap kau tinggalkan !!!  Itu adalah bagian dr 
resiko pilihanku, karena itu.....aku menyimpan hati2 kata2 emas itu.  Aku 
sedang berusaha menguatkan hatiku, hingga suatu saat kau bertanya.....semoga 
aku pun siap mengambil resiko itu.

Salam
Gresik:0:18 sambil nonton .......gool!!!






----- Pesan Asli ----
Dari: rosa_sweet81 <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kamis, 12 Juni, 2008 22:14:13
Topik: [rezaervani] [CATHAR] Love U and U Love Me, I Need U and U Need Me


Setiap yang bernyawa saling membutuhkan, baik itu kebutuhan cinta,
kebutuhan untuk disayang kebutuhan untuk didengar, kebutuhan untuk
memiliki dan dimiliki, kebutuhan akan dekapan, kebutuhan untuk berbagi
akan kesegala hal, bahkan kebutuhan untuk bertahan hidup.

Love u and u love me, 
Cinta kata yang teramat dalam untuk diucapkan, mungkin ada sebagian
orang yang menganggap kata-kata ini teramat biasa dan mungkin terlalu
biasa untuk diucapkan, mungkin karena terlalu sering diumbar sehingga
makna perkataan tersebut terlalu sederhana, walaupun efek dari
perkataan tersebut sangat-sangat menyentuh hati.

Cinta tak hanya sebagai bentuk ungkapan semata, tapi cinta adalah
bentuk ketulusan akan sebuah makna memiliki akan sesuatu hal yang
lahir dari hati yang paling dalam, hati yang akan menjiwaian makna
cinta dan hati yang akan bersedia menerima akan sebuah kelemahan dan
kekurangan dan terkadang tak bisa diukur dengan apapun, bahkan teramat
rumit untuk didefinisikan, teramat dalam untuk diungkapkan dengan
sebuah definisi kata-kata, bahkan seorang Rumipun sulit untuk
mengdefinisikan.

Cinta itu buta, mungkin itu yang dirasakan dikisah-kisah cinta seperti
Romeo dan Juliet,Laila yang majenun, tetanic dan sebagainya, atau
perkataan itu benar adanya.  Dikisah nyatapun bisa membuktikan bahwa
perkataan cinta itu buta benar adanya, contohnya sore tadi saya
mendengar berita disalah satu televisi swasta tentang seorang yang
nekad bunuh diri karena dia tidak bisa menikah dengan gadis pujaannya,
ataupun cerita lain yang memberitakan bahwa ada seorang pria yang mau
bunuh diri karena cintanya ditolak dan masih banyak lagi kisah-kisah
yang mendukung bahwa cinta itu buta. Saya tak ingin membahas masalah
cinta, karena saya sendiri tak mengerti arti cinta itu sendiri, karena
menurut saya dia tak bisa didefinisikan dan maknanya hanya bisa
dirasakan bukan untuk sekedar didefiniskan. 

Dari kisah-kisah tentang cinta baik dalam sebuah drama film ataupun
nyata, terkadang saya sempat bertanya dimanakah letak akal mereka
sampai mereka melakukan hal yang sangat bodoh, (baca bunuh diri),
apakah didalam otaknya hanya sebuah definisi singkat tentang cinta itu
sendiri, dan apakah karena cinta itu tak berujung dia harus
mengalahkan logikanya? Entahlah aku sendiri tak begitu mengerti.

Saya masih teringat perkataan seorang ustad ketika mengikuti
pengajiannya rutinnya, "Jika saat ini kamu sedang jatuh cinta,
tempatkan cintamu hanya 20% dan logikamu 80%, sehingga ketika engkau
patah hati atau di sakiti engkau masih bisa berpikir" kalau
dipikir-pikir memang benar juga yang dikatakan ustad tersebut, ketika
kita jatuh cinta (bagi yang belum menikah) kita cendrung menempatkan
logika kita terlalu sedikit untuk ditempatkan secara khusus, dan kita
lebih menempatkan cinta yang terlalu banyak persenannya, sehingga
ketika kita disakiti kita lebih cendrung menyalahkan diri sendiri,
frustasi, bahkan terlalu didramatisir, dan apalagi kalau yang terjadi
dengan sebuah kisahcinta itu tak berujung. 

Kita bisa saja menempatkan cinta itu utuh, malah 90% bukan 20%, tapi
dikala cinta itu harus 90% maka dia bukan cinta yang tak berujung tapi
cinta yang berada didalam lingkaran kehalalan yang utuh (baca nikah),
karena cinta yang lebih besar ini haruslah hadir dan ada karena dia
dalam lebel kehalalan yang jika dilakukan dia memiliki nilai yang
teramat berharga, mempunyai arti yang dalam bahkan tak bisa ditukar
dengan mewahnya sebuah harga permata.

Cinta yang tak berujung itu memang menyakitkan, bahkan untuk dicerita
dan dirasakan teramat sulit dan terlalu menyakitkan. Tapi pernahkah
kita menyadari bahwa cinta itu ada ujungnya, dan saya rasa cinta tak
mungkin  tak berujung. Dan saya akan meminjam perkataan rumi :

"Tangan yang satu tak akan mungkin bertepuk dengan tangan yang salah"

Ya begitulah cinta, dia bukan tak berujung tapi dia masih mencari
tepukan tangan yang benar-benar akan menghasilkan bunyi yang indah,
tepukan yang melahirkan kehalalan yang benar-benar indah, bahkan lebih
indah dari pembendaharaan dunia,. Karena tepukan itu sudah disediakan
dan dia tak akan pernah tertukar dengan tepukan yang lan.  Dan jika
tepukan itu dipertemukan dia akan menghasilkan sebuah keindahan suara
dan warna warni suaranya, walaupun terdengar sumbang ditelinga.

Disini, ketika saya menulis. Saya bukanlah ahli psikologi ataupun
mahasiswa psikologi yang pandai menganalisi sebuah keadaan seseorang,
tapi saya hanyalah seseorang yang belajar akan sebuah keadaan tentang
cinta. Karena ketika kita hidup, kita butuh cinta, tak sekedar cinta
manusia, tapi semuanya, karena dengan cinta kita memahami siapa diri
kita, mengapa kita, dan ada apa dengan kita, dan karena cinta maka
akan melahirkan sebuah kata I NEED U and U NEED ME.

Bandung, dingin banget, 9:55 Wib
12 Juni 2008 
(Kepersembahkan tulisan ini untuk seorang GREEN, yang mengajariku
untuk menghadirkan kembali sebuah cinta dan arti memilki dihati ini,
something missing in my heart.)

    


      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang 
juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/

Kirim email ke