Kurasa cintaku pd seorang insan yang pd lahiriyahnya manis & cantik. Tringat
swaktu lagi brangkat sekolah bersama-sama.
Sbnarnya kuingin ungkapkan sgla rasa dalam dada, tapi mungkin belum waktunya.
Sebut saja namanya Chi, Chi sbnarnya aku cinta kamu, bukankah cinta itu u/
diungkapkan tapi kurasa lbih baik cinta tak u/ ku katakan.
700 hri ku menunggu jwaban tak tentu dari kedua bibirmu.
Mungkin terlalu banyak daun yang menempel pd rantingmu, shingga ku blum dpat
jwaban dri mu.
Chi apakah kau accept love me?!
Cinta khalayak signal, mungkin frekuensi perhatianku tak dpat memecah gelombang
yg lbih manis driku.
Chi you must now, btapa i am waiting you.
ยค
reading respon?
www.habibah-hayya.blogspot.com
thanks 4 your atention
Wslm... Wr. Wb
endah sriredjeki wrote:
> Setuju banget dengan 'bagi hasil' ala pak Ustadz (20:80). Bagi
> yg sdh berkeluarga pun...tetep harus pakai logika, agar tidak saling
> tergantung dan menghambat, namun dapat bersinergi secara harmoni untuk
> membangun mahligai sebagaimana didamba. Proporsi absolut (100:0) jelas hanya
> untuk Allah SWT, namun untuk 'our soul-mates' menurut saya ngga penting
> berapa proporsinya, yang penting adalah kesiapan jasmani dan ruhani ketika
> 'si-dia' mendahului kita. Jika aku menyatakan : aku mencintaimu ........
> Sesungguhnya ( aku menguatkan hatiku)..... saat ini juga aku siap kau
> tinggalkan !!! Itu adalah
> bagian dr resiko pilihanku, karena itu.....aku menyimpan hati2 kata2 emas
> itu. Aku sedang berusaha menguatkan hatiku, hingga suatu saat kau
> bertanya.... .semoga aku pun siap mengambil resiko itu. Salam Gresik:0:18
> sambil nonton .......gool! !! ----- Pesan Asli ---- Dari: rosa_sweet81
> <rosa_sweet81@ yahoo.com> Kepada: [EMAIL PROTECTED] ups.com Terkirim: Kamis,
> 12 Juni, 2008 22:14:13 Topik: [rezaervani] [CATHAR] Love U and U Love Me, I
> Need U and U Need Me
> Setiap yang bernyawa saling membutuhkan, baik itu kebutuhan cinta,
> kebutuhan untuk disayang kebutuhan untuk didengar, kebutuhan untuk
> memiliki dan dimiliki, kebutuhan akan dekapan, kebutuhan untuk berbagi
> akan kesegala hal, bahkan kebutuhan untuk bertahan hidup.
> Love u and u love me,
> Cinta kata yang teramat dalam untuk diucapkan, mungkin ada sebagian
> orang yang menganggap kata-kata ini teramat biasa dan mungkin terlalu
> biasa untuk diucapkan, mungkin karena terlalu sering diumbar sehingga
> makna perkataan tersebut terlalu sederhana, walaupun efek dari
> perkataan tersebut sangat-sangat menyentuh hati.
> Cinta tak hanya sebagai bentuk ungkapan semata, tapi cinta adalah
> bentuk ketulusan akan sebuah makna memiliki akan sesuatu hal yang
> lahir dari hati yang paling dalam, hati yang akan menjiwaian makna
> cinta dan hati yang akan bersedia menerima akan sebuah kelemahan dan
> kekurangan dan terkadang tak bisa diukur dengan apapun, bahkan teramat
> rumit untuk didefinisikan, teramat dalam untuk diungkapkan dengan
> sebuah definisi kata-kata, bahkan seorang Rumipun sulit untuk
> mengdefinisikan.
> Cinta itu buta, mungkin itu yang dirasakan dikisah-kisah cinta seperti
> Romeo dan Juliet,Laila yang majenun, tetanic dan sebagainya, atau
> perkataan itu benar adanya. Dikisah nyatapun bisa membuktikan bahwa
> perkataan cinta itu buta benar adanya, contohnya sore tadi saya
> mendengar berita disalah satu televisi swasta tentang seorang yang
> nekad bunuh diri karena dia tidak bisa menikah dengan gadis pujaannya,
> ataupun cerita lain yang memberitakan bahwa ada seorang pria yang mau
> bunuh diri karena cintanya ditolak dan masih banyak lagi kisah-kisah
> yang mendukung bahwa cinta itu buta. Saya tak ingin membahas masalah
> cinta, karena saya sendiri tak mengerti arti cinta itu sendiri, karena
> menurut saya dia tak bisa didefinisikan dan maknanya hanya bisa
> dirasakan bukan untuk sekedar didefiniskan.
> Dari kisah-kisah tentang cinta baik dalam sebuah drama film ataupun
> nyata, terkadang saya sempat bertanya dimanakah letak akal mereka
> sampai mereka melakukan hal yang sangat bodoh, (baca bunuh diri),
> apakah didalam otaknya hanya sebuah definisi singkat tentang cinta itu
> sendiri, dan apakah karena cinta itu tak berujung dia harus
> mengalahkan logikanya? Entahlah aku sendiri tak begitu mengerti.
> Saya masih teringat perkataan seorang ustad ketika mengikuti
> pengajiannya rutinnya, "Jika saat ini kamu sedang jatuh cinta,
> tempatkan cintamu hanya 20% dan logikamu 80%, sehingga ketika engkau
> patah hati atau di sakiti engkau masih bisa berpikir" kalau
> dipikir-pikir memang benar juga yang dikatakan ustad tersebut, ketika
> kita jatuh cinta (bagi yang belum menikah) kita cendrung menempatkan
> logika kita terlalu sedikit untuk ditempatkan secara khusus, dan kita
> lebih menempatkan cinta yang terlalu banyak persenannya, sehingga
> ketika kita disakiti kita lebih cendrung menyalahkan diri sendiri,
> frustasi, bahkan terlalu didramatisir, dan apalagi kalau yang terjadi
> dengan sebuah kisahcinta itu tak berujung.
> Kita bisa saja menempatkan cinta itu utuh, malah 90% bukan 20%, tapi
> dikala cinta itu harus 90% maka dia bukan cinta yang tak berujung tapi
> cinta yang berada didalam lingkaran kehalalan yang utuh (baca nikah),
> karena cinta yang lebih besar ini haruslah hadir dan ada karena dia
> dalam lebel kehalalan yang jika dilakukan dia memiliki nilai yang
> teramat berharga, mempunyai arti yang dalam bahkan tak bisa ditukar
> dengan mewahnya sebuah harga permata.
> Cinta yang tak berujung itu memang menyakitkan, bahkan untuk dicerita
> dan dirasakan teramat sulit dan terlalu menyakitkan. Tapi pernahkah
> kita menyadari bahwa cinta itu ada ujungnya, dan saya rasa cinta tak
> mungkin tak berujung. Dan saya akan meminjam perkataan rumi :
> "Tangan yang satu tak akan mungkin bertepuk dengan tangan yang salah"
> Ya begitulah cinta, dia bukan tak berujung tapi dia masih mencari
> tepukan tangan yang benar-benar akan menghasilkan bunyi yang indah,
> tepukan yang melahirkan kehalalan yang benar-benar indah, bahkan lebih
> indah dari pembendaharaan dunia,. Karena tepukan itu sudah disediakan
> dan dia tak akan pernah tertukar dengan tepukan yang lan. Dan jika
> tepukan itu dipertemukan dia akan menghasilkan sebuah keindahan suara
> dan warna warni suaranya, walaupun terdengar sumbang ditelinga.
> Disini, ketika saya menulis. Saya bukanlah ahli psikologi ataupun
> mahasiswa psikologi yang pandai menganalisi sebuah keadaan seseorang,
> tapi saya hanyalah seseorang yang belajar akan sebuah keadaan tentang
> cinta. Karena ketika kita hidup, kita butuh cinta, tak sekedar cinta
> manusia, tapi semuanya, karena dengan cinta kita memahami siapa diri
> kita, mengapa kita, dan ada apa dengan kita, dan karena cinta maka
> akan melahirkan sebuah kata I NEED U and U NEED ME.
> Bandung, dingin banget, 9:55 Wib
> 12 Juni 2008
> (Kepersembahkan tulisan ini untuk seorang GREEN, yang mengajariku
> untuk menghadirkan kembali sebuah cinta dan arti memilki dihati ini,
> something missing in my heart.)
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
> Yahoo! Answers
>
Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang
juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/