itu masih mending guru Anda menjadi tukang timbang bayi
Anda pernah liat competition eagle Metro TV ketika memenangkan perlombaan. 
Yakni, membahas Guru yang berprofesi ganda menjadi Pemulung.....Anda pernah 
menyaksikan?
tapi itulah kenyataannya. Teriam kasih!
 
ila liqo
 
piss, luv and laugh
 
tabe
 
 
wassalam
 
Fiyan Arjun


--- On Sat, 6/14/08, Ika Rachmatika <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Ika Rachmatika <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [rezaervani] Bls: [CATHAR] Ibu Guruku Tukang Timbang Bayi
To: [email protected]
Date: Saturday, June 14, 2008, 7:38 PM








Mas Didi,
saya cukup imprressed membaca tulisan anda.
suka atau tidak suka, inilah memang realita yang terjadi di masyarakat kita.
begitu banyak atau bahkan sudah terlalu banyak sekolah sekolah yang berdiri
hanya dengan berbekal keinginan: agar di wilayah itu ada sekolah.
lebih dari itu? jangan dipikirkan.
walhasil, sekolah2 itu tumbuh tanpa kendali dan hanya berpikir keuntungan 
semata.
 
kasihan, lagi2 yang menjadi korban adalah rakyat kita.  pendidikan yang 
seharusnya menjaid haq
setiap insan, kini dikebiri dengan alasan dana dan sdm.
padahal, hanya dengan berbekal semangat untuk mengentaskan kebodohan, lihat 
saja di daerah mas Didi tsb.
para kader POsyandu telah mampu meng-upgrade diri mereka menjadi seorang guru 
(yang melebihi para 
guru itu sendiri)
 
kita berharap kita semua bisa bertindak, ketika institusi pendidikan telah 
berubah menjadi 
institusi bisnis, akan ada banyak lagi 'kader kader pos yandu' lainnya 
yang punya idealisme
dan semangat yang menyala, untuk bisa sedikit memberi haq kepada mereka yg 
miskin.
 
kalau tidak dengan kerja nyata, bukankah wacana sudah terlalu cukup?
 
salam,
ika rais 


----- Pesan Asli ----
Dari: Didi Mardiyanto SP.MM <didi.mardiyanto@ telkom.net>
Kepada: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Terkirim: Sabtu, 14 Juni, 2008 15:30:24
Topik: [rezaervani] [CATHAR] Ibu Guruku Tukang Timbang Bayi





Ibu Guruku Tukang Timbang Bayi …
Oleh Didi Mardiyanto
 
 
Assalamu'alaikum Wr.Wb
 
Perumahan Taman Griya Kencana atau biasa disebut TGK, adalah salah satu 
perumahan yang ada di Kota Bogor .  Walaupun secara administratif masuk ke 
wilayah kota bogor , namun lokasinya relatif cukup jauh dari ibukota Bogor 
.  Seperti kebanyakan perumahan yang baru tumbuh, warga perumahan  
TGK sebagian besar adalah keluarga muda yang memiliki 1 atau 2 anak yang masih 
berada dikisaran antara 0 hingga 12 tahun.  
 
Secara strata sosial, sebagian besar warga memang bekerja sebagai karyawan 
swasta, namun kebanyakan berada pada level yang tidak terlalu tinggi di 
perusahaannya.  Ibu-ibunya sebagian besar adalah ibu rumah tangga yang 
kesehariannya adalah mengurus rumah dan anak balita mereka.
 
Kelembagaan Sosial di TGK tumbuh dengan baik.  Salah satunya adalah 
Lembaga Posyandu yang dalam kegiatannya diawaki oleh ibu-ibu yang bekerja 
sebagai relawan yang menyandang gelar sebagai Kader Posyandu.  Radio 
Komunitas Suara Kencana juga hadir, menyemarakkan TGK dengan beragam program 
penyiaran dan Program Off air yang secara berkala diadakan.
 
Pemikiran tentang perlunya dilahirkan satu lembaga baru, perlahan hadir ketika 
para Kader Posyandu mengisi slot siaran Kreasi Anak Griya di Radio Komunitas 
Suara Kencana.  Para Kader Posyandu yang menjadi Host dalam acara Kreasi 
Anak Griya, agak tergagap-gagap ketika menyadari bahwa di TGK banyak anak yang 
sudah masuk usia TK tetapi tidak bisa ikut sekolah TK karena orang tua mereka 
menyatakan tidak mampu menyekolahkan anak mereka di sekolah TK.  “ Biar 
aja … nanti langsung masuk SD “ ujar mereka ketika ditanya kenapa tidak 
disekolahkan ke sekolah TK.
 
Para Kader Posyandu yang kegiatannya berbasis kepada kesehatan anak balita, 
merenung dan berpikir bahwa akan timpang ketika asupan gizi dan pemantauan 
kesehatan yang mereka lakukan terhadap balita TGK, ternyata tidak diimbangi 
dengan asupan pendidikan sejak usia dini.
 
Renungan tersebut akhirnya berbuah aksi nyata …. Membentuk Pos PAUD yang 
diberinama  PAUD Karang Balita yang dalam pengelolaannya berbasis 
sukarelawan dengan mengusung jargon “ Sekolah Murah Tapi Tidak Murahan “
 
Tanggapan warga … luar biasa …  pada kegiatan pengajaran pertamanya 
tercatat sebanyak 80 anak yang dititipkan oleh warga untuk belajar di PAUD 
Karang Balita.  Antusiasme warga tentunya harus dijawab dengan melakukan 
perencanaan kegiatan dengan mengadopsi seluruh kurikulum yang harus diberikan 
kepada anak yang berada di jenjang sekolah taman kanak-kanak.
 
Para Kader Posyandu yang berperan ganda menjadi Guru, harus secara kilat 
mengupgrade diri mereka untuk dapat menjalankan peran sebagai pendidik.  
Upgrade kemampuan yang dilakukan oleh para kader Posyandu tersebut untuk 
pertama kalinya adalah sangat sederhana, yaitu mengupgrade diri agar menjadi 
lebih sabar menghadapi anak-anak dan lebih banyak lagi menghapal lagu-lagu yang 
bernuansa taman kanak-kanak.   Koordinator PAUD bergerak cepat dengan 
mengekplorasi beragam permainan anak yang sering dimainkan di Taman 
Kanak-kanak.  
 
Kehadirannya yang pada saat baru menjadi wacana, banyak diremehkan oleh Lembaga 
Taman Kanak-kanak yang terlebih dahulu hadir, berbalik menjadi kekhawatiran 
bahwa PAUD Karang Balita akan mencaplok lahan bisnis mereka.  Bagaimana 
tidak …. Ketika Lembaga Taman Kanak-kanak yang ada di TGK rata-rata hanya 
memiliki 30 anak didik, PAUD Karang Balita langsung menggebrak dengan 80 anak 
didik.
 
Tanggal 10 September 2006, PAUD Karang Balita diresmikan oleh Kepala Kelurahan 
Kencana berbarengan dengan Peresmian Perpustakaan Suara Kencana oleh Kepala 
UPTD Perpustakaan Daerah Kota Bogor, yang pendiriannya diinisiasi oleh Radio 
Komunitas Suara Kencana, melaluai suatu rangkaian kegiatan akbar yang bertajuk 
Gebyar Hari Aksara.
 
Semangat para Guru PAUD Karang Balita terus menggelora ketika berhasil 
mendapatkan Surat Keputusan dari Kepada Dinas Pendidikan Kota Bogor nomor No. 
425/13.DISDIK/ 2007  Tanggal 22 Januari 2007 sebagai Lembaga Pendidikan 
Anak Usia Dini yang beroperasi secara resmi.  Gelora Semangat memang 
pantas berkobar, karena terbitnya SK tersebut menjadikan PAUD Karang Balita 
sebagai satu-satunya Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini yang memiliki izin 
resmi di lingkungan TGK.
 
Keinginan dari orang tua anak didik agar fasilitas belajar ditingkatkan, 
disambut dengan kesediaan salah seorang warga yang bersedia halaman rumahnya 
digunakan sebagai tempat belajar bagi siswa-siswi PAUD Karang 
Balita.   Pada perkembanganya, PAUD Karang Balita kini memiliki 
Gedung Sendiri yang berukuran 45 M2 dengan luas lahan bermain lebih dari 300 M2 
yang pembangunannya disupport oleh salah satu instansi pemerintah dan 
mendapatkan kucuran dana lebih dari 25 juta rupiah untuk pengadaan peralatan 
ajar dan alat peraga pendidikan dari Dinas Pendidikan Jawa Barat.
 
Satu Bulan sekali, kegiatan PAUD Karang Balita harus diliburkan, karena 
berbarengan dengan kegiatan Posyandu.  Pada saat kegiatan Posyandu, para 
Guru beralih tugas menjalankan peran masing-masing dalam pengelolaan 
Posyandu.  Dua Fungsi yang berbeda yang dilakukan oleh orang yang sama, 
kadang mendapatkan komentar yang menggelitik dari siswa-siswi PAUD Karang 
Balita …. Ibu Guruku Tukang Timbang Bayi ….   Wassalamu'alaikum Wr.Wb
 
 
 
 
 


Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.  














      

Kirim email ke