Dari
Mati Lampu, Sulap Sampe Renungan

“Aahh,”
tiba-tiba layar komputerku mati. Hiks…hiks…perjuangan mata,
kepala dan tangan lenyap. Hasil pengukuran panjang sungai tiap pias
dari autocad pun tandas sudah. “Aduh…belum aku simpan lagi
datanya,” hiks…hiks…

Tak
jauh dari tempatku duduk, terdengar keluhan yang serupa, “Haduh
mbak, filenya belum aku simpan,” teriak si teman kerja baruku
hehehe… senasib!

Dari
pojok ruangan terdengar si bos dengan santai bilang, “Oh…lagi
mati lampu,” Hiyaaaa…enak banget tuh yang lagi gak
ngapa-ngapain….*Hmmm, apa bos emang kerjanya santai-santai doank
yah?!*

Aku
hanya bisa bertopang dagu menatap layar komputerku…hiks…hiks…”Kenapa
tadi gak aku simpen yah?” Yah…inilah penyesalan yang terbungkus
keterlambatan. Huhuhuhu….

Saat
aku sedang meratapi nasibku *Halah…* tiba-tiba teman kerjaku sudah
duduk di meja sampingku. Reaksiku hanya berupa lirikan. Melihat
ketidak-tertarikanku dia mengambil kartu remi yang dia punya, “udah
mbak, sekarang aku ajarin sulap yuk?”

Aku
menoleh ke samping, terlihat dia membuat ancang-ancang mengatur kartu
remi untuk menunjukkan kebolehannya. Tapi aku masih juga diam.
“Ayolah
mbak, daripada nganggur, gak pa-pa kan Pak?” tanyanya kepada si
bos.
“Iya,
tapi hati-hati Sin, dia pernah jadi tukang obat keliling, jadi jangan
ketipu,” canda si bos sambil berjalan keluar kantor. Jadi,
tinggallah dua orang tanpa kerjaan, yang satu dengan semangat menata
kartu-kartu, sedangkan yang satu melihat dengan tampang malas.
”Ya
udah, mana sulapnya?” jawabku pasrah daripada nganggur.

***

”Koq
bisa sih?” tanyaku dengan penuh tanda tanya. Keingintahuanku
mengalahkan kemalasanku, tampang penasaran semakin berpancar seiring
dengan bertambah banyaknya sulap yang dia pamerkan kepadaku.  

”Wah...ya ada triknya mbak,”
elak dia.
”Wah...Masa gak mau bagi-bagi
ilmu?” balasku dengan tampang dibuat sinis.
”Ya udah,” akhirnya dia
mengalah, ”Gini mbak,” mulailah dia menunjukkan satu per satu
trik di balik semua sulapnya.

Melihat
trik-trik sulap itu membuatku semakin tersadar bahwa mata ini mudah
sekali tertipu dan mudahnya pikiran ini dialihkan.

***

Segala
sesuatu yang bersumber dari Allah adalah terpuji, walaupun perbuatan
itu tidak sejalan dengan kepentingan si pengucap atau dia duga
merugikannya. Dugaan merugikan, atau penilaian negatif itu, pada
hakikatnya lahir dari keterbatasan pandangan manusia (Al-Mishbah
vol.1)

Dan
kembali memory kepalaku berputar ... teringat kekesalanku. Ya.... Aku
memandang mati lampu hari ini adalah musibah, berpikir bahwa mati
lampu adalah keburukan, tapi ketika direnungkan. Hmmm....dari mati
lampu inilah akhirnya membuatku ’bermain’ sulap dan bermain
pemikiran. Dan sebuah pelajaran berharga aku dapatkan dari anugerah
yang berbalut musibah.
Dan
sebagai manusia yang masih penuh kekhilafan, aku hanya bisa berkata,
”Untung masih mati lampu, kalau mati hati?!” hiks...

Ya Allah...ajari aku
memandang segala ketentuanMU sebagai yang terbaik untukku.


Wallahu’alam bish showab

Meteor
Utara, Shafar 1429H
 
Keindahan selalu muncul saat kepala manusia berpikir positif 
^_^

www.sinthionk.rezaervani.com
www.sinthionk.multiply.com



      

Kirim email ke