"Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara,
isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan,
perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang
kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari
berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan
keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
yang fasik" (QS At. Taubah 24)

Inilah hakikat iman!. ketika seluruh hal keduniawian mampu dikalahkan
oleh sebuah komitmen rabbani. sebuah janji abadi antara kita dan
rabbul izzati. tak ada cinta yang lebih raya daripada cinta yang
mempertautkan antara hamba dan pencipta, dengan rasul pembawa cahaya,
dengan jihad yang menjadi gerbang suci pertemuan kita dengan-Nya.

begitupun dengan Aktivitas dakwah yang menjadi salah satu pembuktian
hakikat cinta, jihad dan pengorbanan. ia bahkan lebih berharga dari
nyawa kita. karena dakwah akan selalu menumbuhkan ruh-ruh baru yang
siap mempersembahkan segalanya bagi cinta paling raya yang terus
dibina dan dipelihara.

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan
harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang
pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah
menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al
Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada
Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan
itu, dan itulah kemenangan yang besar."(QS. At-Taubah 111) 

bukan karena mahalnya harga jiwa kita hingga kemudian Allah menukarnya
dengan surga, tapi karena harga dakwah yang melekat dan menyatu dengan
ruh kita. kita terpilih karena kualitas diri dan pembuktian cinta yang
telah menggerakkan semua sendi untuk mendapatkan sebuah label 'mukmin'
dari rabbul izzati. Inilah hakikat iman!
   


Kirim email ke