Alhamdulillah ada bahasan keuangan keluarga juga disini Semoga tetap di posting ya mod, gak dimoderated Pak Yedi, perkenalkan saya Sri Khurniatun, profesi Dosen PTS dan merintis usaha biro perencanaan keuangan dengan nama Kurnia Consulting Alhamdulillah sudah menjalin beberapa kerja sama dengan media, minggu ini ada di majalah Tarbawi, dan untuk Rumah Ilmu Indonesia juga bekerja sama dengan bagian Training Provider dengan menyelenggarakan seminar dan workshop bidang keuangan keluarga.
Saya salut pada Pak Yedi yang menaruh perhatian pada bagaimana seni pengelolaan keuangan keluarga. Dengan adanya niat untuk menata keuangan keluarga lebih baik tentnya juga bagian dari upaya membentuk keluarga sakinah. Rumah tangga sakinah perlu juga didukung oleh ekonomi rumah tangga yang sehat dan keuangan yang terkelola dengan baik. Tentu saja dengan tetap memperhatikan standar syariah. Kalau kita lihat Pak Yedi sudah bagus penerapan syariah dalam kehidupan keuangannya. Sudah ada infaq wajib 10 % (kalau setiap pendapatan diinfaq berarti sudah menyamai dengan zakat), menolak segala bentuk bunga bank. Ini disalurkan untuk kepentingan umum saja seperti untuk membangun jalan, jembatan, dll. Asal jangan digunakan untuk kepentingan dakwah. Maaf point no.3 jangan disalurkan ke ZIS ya. Seberapapun pendapatan tetap menabung, khususnya sebagai pebisnis yang mendapatkan penghasilan tidak tetap harus punya rekening dana cadangan sebesar 3 - 6 kali pengeluaran. Gunanya untuk keperluan darurat seperti anak sakit, dll. Konservatiflah dalam pengeluaran sehingga jika ada dana lebih masukin dalam rekening dana cadangan. Nanti bila rekening dana cadangan sudah terbentuk, barulah mempersiapkan rekening lain seperti tabungan pembelian rumah, dana pendidikan anak, dan pensiun. Belanja keluarga dah bagus dibuatkan budget dan harus komit untuk dipatuhi. Bila sulit untuk menabung pakailah fasilitas autodebet bank untuk memotong langsung dari rekening Anda minimal 10 % dari penghasilan. Gunakan rekening tanpa ATM sehingga sulit buat diambil. Kemudian aturlah pos pengeluaran antara lain : zakat minimal 2,5 %, cicilan hutang maksimal 30 %, tabungan minimal 10 %, dan sisanya baru digunakan untuk membiayai kebutuhan keluarga. Ok Pak yedi, semoga bisa membantu. Bila belum jelas silakan japri or berkonsultasi langsung Wassalam Sri Khurniatun www.srikhurniatun.blogspot.com .. ----- --- On Fri, 6/27/08, Yedi Chrisnandhi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Yedi Chrisnandhi <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [rezaervani] [CATHAR : KELUARGA] Bagaimana Seni Keuangan Keluarga Anda? To: [email protected] Date: Friday, June 27, 2008, 10:22 AM Bismillahirrahmanni rrahim... Kepada Moderator mohon maaf nih rada bid'ah dalam bikin judul Posting :p dan semoga posting ini tidak melenceng dari tema edukasi milis ini. Sahabat Milis yang dirahmati Allah SWT :) Rasanya member milis ini sudah banyak yang berkeluarga baik sudah lama maupun keluarga muda termasuk lead mederator milis ini- "Bapak" Reza (sekarang syah kan dipanggil bapak? heheheh) Tapi kayanya lebih banyak lagi yang bersolo karir hehehe2 (maafkna jika ini sensitif :p) Sebagai bahan pembelajaran bagi keluarga muda dan yang akan berkeluarga, saya ingin mengajak sharing member milis disini, bagaimana "seni" mengelola keuangannya. karena saya rasakan untuk keluarga muda seperti saya ini masih sangat pontang panting dalam mengelolalnya. Mungkin dari seni pengelolaan para veteran ada yang cocok dan bisa diambil pelajarannya bagi kami kelurga muda ini :) baiklah, mungkin akan saya mulai dari saya... Mohon Bimbinganya! ! >:-) " Seorang Yedi bekerja sebagai wiraswasta dengan core business dalam bidang Teknologi Informasi (lebih kepada software engineering - software Development) . Penghasilan seperti Yoyo naik dan turun :p mulai dari 0 sampai dengan ~ perbulannya alias tidak pasti jumlah perbulannya tapi InsyaAllah PASTI ada. Penghasilan lain dari bisnis-bisnis kecil kecilan, short term bisnis dan hit and run bisnis Amanah baru Satu Istri dan Satu anak (tidak nyaman menyebut mereka tanggungan karena mereka bagi saya anugrah) Seni keuangan saya adalah: Pemasukan dikurangi : 1. Zakat (Jika sedang Mencapai Nisab) 2. Infak "wajib" Sekitar 10% (gak mau kalah ama agama tetangga) 3. Riba (Bunga Bank) 4. Cicilan (Hiks2x terpaksa) Baru sisanya untuk keluarga Note --> Saat ini BELUM bisa nabung (suka keambil aj) --> BELUM punya rumah sendiri masih numpang di mertua dan orang tua --> Poin 1-3 biasa disetor kelembaga ZIS (Karena saya kolektor juga hehe2) --> Belanja keluarga yang sekunder atau tertier menyesuaikan budget bulan itu, sebisa mungkin jangan sampai ada pengeluaran yang non-budgeter he2x --> Masi Suka Goncang kalau ada pengeluaran yang tidak terduga seperti : Sakit, Tagihan telp yang meledak,genteng jebol ama kucing dll Sekali lagi mohon bimbingan nya hatur Nuhun -- Yedi Chrisnandhi Revota!Softlabs www.revota.com 0818.633.366 022.9118.0879
