Bismillahirrahmannirrahim...
Pada Bunda Sri, terima kasih atas masukannya :)
terutama dana riba untuk dakwah, hm bisa jadi dakwah ini tidak barokah
karena disokong dana riba ya?

oh iya,ada beberapa yang kurang jelas pada poin

" Bila sulit untuk menabung pakailah fasilitas autodebet bank untuk memotong
langsung dari rekening Anda minimal 10 % dari penghasilan"

Apakah itu maksudnya supaya dapat cash back 10% dari pengeluaran bulanan?
karena ada bank tertentu yang memberikan fasilitas itu

Dari masukan ibu saya bikin target baru yaitu mempunya dana cadangan sebesar
6x  pengeluaran,mungkin hal ini berdampak kepada prosentasi infak, saya
teringat infak pada anak dan Istri salah satu hal yang utama juga kan?

mungkin usaha lainya adalah menambah income :p (Pastinya lah)

Sekali lagi terima kasih Bunda

2008/6/27 sri kurniatun <[EMAIL PROTECTED]>:

>   Alhamdulillah ada bahasan keuangan keluarga juga disini
> Semoga tetap di posting ya mod, gak dimoderated
> Pak Yedi, perkenalkan saya Sri Khurniatun, profesi Dosen PTS dan merintis
> usaha
> biro perencanaan keuangan dengan nama Kurnia Consulting
> Alhamdulillah sudah menjalin beberapa kerja sama dengan media, minggu ini
> ada di majalah Tarbawi, dan untuk Rumah Ilmu Indonesia juga bekerja sama
> dengan bagian Training Provider dengan menyelenggarakan seminar dan workshop
> bidang keuangan keluarga.
>
> Saya salut pada Pak Yedi yang menaruh perhatian  pada bagaimana seni
> pengelolaan keuangan keluarga. Dengan adanya niat untuk menata keuangan
> keluarga lebih baik tentnya juga bagian dari upaya membentuk keluarga
> sakinah. Rumah tangga sakinah perlu juga didukung oleh ekonomi rumah tangga
> yang sehat dan keuangan yang terkelola dengan baik. Tentu saja dengan tetap
> memperhatikan standar syariah.
>
> Kalau kita lihat Pak Yedi sudah bagus penerapan syariah dalam kehidupan
> keuangannya. Sudah ada infaq wajib 10 % (kalau setiap pendapatan diinfaq
> berarti sudah menyamai dengan zakat), menolak segala bentuk bunga bank. Ini
> disalurkan untuk kepentingan umum saja seperti untuk membangun jalan,
> jembatan, dll. Asal jangan digunakan untuk kepentingan dakwah.  Maaf point
> no.3 jangan disalurkan ke ZIS ya.
>
> Seberapapun pendapatan tetap menabung, khususnya sebagai pebisnis yang
> mendapatkan penghasilan tidak tetap harus punya rekening dana cadangan
> sebesar 3 - 6 kali pengeluaran. Gunanya untuk keperluan darurat seperti anak
> sakit, dll. Konservatiflah dalam pengeluaran sehingga jika ada dana lebih
> masukin dalam rekening dana cadangan. Nanti bila rekening dana cadangan
> sudah terbentuk, barulah mempersiapkan rekening lain seperti tabungan
> pembelian rumah, dana pendidikan anak, dan pensiun.
> Belanja keluarga dah bagus dibuatkan budget dan harus komit untuk dipatuhi.
> Bila sulit untuk menabung pakailah fasilitas autodebet bank untuk memotong
> langsung dari rekening Anda minimal 10 % dari penghasilan. Gunakan rekening
> tanpa ATM sehingga sulit buat diambil.
> Kemudian aturlah pos pengeluaran antara lain : zakat minimal 2,5 %,
> cicilan hutang maksimal 30 %, tabungan minimal 10 %, dan sisanya baru
> digunakan untuk membiayai kebutuhan keluarga.
> Ok Pak yedi, semoga bisa membantu.
> Bila belum jelas silakan japri or berkonsultasi langsung
>
> Wassalam
> Sri Khurniatun
> www.srikhurniatun.blogspot.com ..
>
>
>
>


-- 
Yedi Chrisnandhi
Revota!Softlabs
www.revota.com

0818.633.366
022.9118.0879

Kirim email ke