Saya baru baca email hari ini, begitu baca emailnya mas reza, saya jadi sedih... kok begini cara seorang intelektual menanggapi hasil karya seseorang/lembaga, kenapa saya sedih?? karena orang indonesia tidak pernah memberikan reward terhadap hasil kerja seseorang, saya menilai postif hasil kerja pemerintah dengan pengadaan buku ini, saya tahu sulitnya memilih beribu2 buku untuk dinilai dan distandard kan, saya pribadi kena dampak dari kerja keras pemerintah ini, karena Technical Assistant saya bekerja membantu untuk proyek ini, sehingga banyak pekerjaan yang seharusnya selesai dengan cepat jadi terbengkalai, dan acara workshop Forum Perpust Perg Tinggi jadi agak amburadul, saya tahu mereka bekerja berhari-hari sampai kurang tidur, meninggalkan keluarga, yaa kalau hasilnya masih jauh dari sempurna wajar saja, karena ini yang pertama kali dilakukan, untuk kedepan mudah-mudahan akan lebih baik. Hari ini tgl 30 Juni 2008, Koran Nasional Kompas membahas masalah Buku Sekolah Elektronik ini. Sebetulnya ini harapan saya sejak pemerintah menstandarkan kan nilai ujian akhir (UAN), kalau nilai UAN sudah distandardkan, seharusnya buku-buku pelajaran sekolah juga ada standard nya, jadi tidak setiap sekolah mengadakan buku sendiri dengan penerbit yang berbeda-beda. Thanx Helmi Purwanti Maolani
--- On Sat, 6/28/08, endah sriredjeki <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: endah sriredjeki <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Bls: [rezaervani] [CATHAR] BSE, Proyek Setengah Hati Mendiknas Menjelang Pemilu 2009 To: [email protected] Date: Saturday, June 28, 2008, 5:30 AM Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Sejak kapan ya Reza menjadi pemarah tidak berbaik sangka ? Semua program insyaAllah telah direncanakan dan diupayakan untuk dipenuhi semaksimal mungkin sehingga tercapai tujuan dan sasaran, apalagi ini program nasional. Tentu saja ada tahapan pencapaiannya. E-learning di tingkat perguruan tinggi aja belum sepenuhnya bisa diterapkan, namun bukan berarti tidak bisa. Semua ada tahapannya dan upaya perbaikan terus-menerus. Bagus dong kalo Mendiknas menyadari untuk penerapan e-learning berarti guru dan siswa harus dilengkapi dg laptop. Artinya sarana tersebut harus disediakan untuk kelancaran e-learning yg mungkin baru bisa diterapkan di bbrp sekolah yg sudah siap. So, jalan masih panjang..... ..!!! Sebagai anggota masyarakat kita memang harus mengkritisi dan ikut mengawasi program2 nasional serta mengambil peran positif. Bukan provokasi . Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Tukang meneliti tanaman Indah SR endah.sriredjeki@ yahoo.co. uk ----- Pesan Asli ---- Dari: Reza Ervani <[EMAIL PROTECTED] com> Kepada: [EMAIL PROTECTED] ups.com Terkirim: Sabtu, 28 Juni, 2008 07:22:52 Topik: [rezaervani] [CATHAR] BSE, Proyek Setengah Hati Mendiknas Menjelang Pemilu 2009 Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Udah pernah denger BSE, Buku Sekolah Elektronik ? Udah liat kampanyenya di tipi ? Udah pernah nyoba download ? Udah pernah ngecek koleksinya ? Saya jadi mikir, apa scanner-nya butut kayak di Rumah Ilmu Indonesia ya ? Apa komputernya AMD kayak di Rumah Ilmu Indonesia, yang kalo panas langsung tewas, harus nunggu 3 hari baru nyala lagi ... hiks ... Tiga hari terakhir penulis bener-bener mangkel ama jajaran birokrasi pendidikan kita. Apalagi dengar komentar Mendiknas yang bilang,"e-learning baru jalan kalo tiap guru dan siswa punya laptop". Hwaradalah pak ... pak ..., lantas apa gunanya Jardiknas buat anak kampung ... Sakit hati ? Iya jelas !!! Orang awam seperti penulis dengan cepat mikir buruk sangka, kalau apa yang dilakukan ini semata-mata karena taon depan PEMILU. Jadi sebenarnya apa tujuan pesta-pesta demokrasi seperti ini ? Ngabisin duit ? Apa dana kampanye dan pilkada nggak lebih manfaat kalau dibikinin sekolah .... Kalau sangkaan ini bener .... Hanya Allah Yang Tahu apa ganjarannya ... Masya Allah ... masya Allah ... Astaghfirullahaladz im .... ternyata rakyat seperti penulis cuma bisa marah-marah di milis ... hiks Salam, Reza Ervani Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
