Saya kagum dengan ulasan yang disampaikan oleh Pak Abdullah Hariri.

Saya sengaja tidak fokus kepada tataran praktis mengenai "rokoknya", tapi lebih 
ke hal yang bersifat filosofis.

Saya kira sangat bijak jika kita tidak mengedepankan semangat saling menghujat 
apalagi menghakimi terhadap sesuatu yang malah bisa menimbulkan keretakan.

Saya sependapat, yang penting bagi kita adalah saling menasehati dan 
mengingatkan. Kita gugurkan kewajiban kita untuk mengingatkan sesama tanpa 
meninggalkan semangat untuk menghormati pendapat yang berbeda dengan kita.

Akhirnya, suatu kebenaran sejati akan sampai dan meresap pada setiap orang yang 
menghendakinya.

Salam
Mohamad Tomtom



--- On Sat, 9/13/08, Abdullah Hariri Moenir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Abdullah Hariri Moenir <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [rumahilmu] [DISKUSI] Nabi Muhammad Merokok Tidak ya?
To: [email protected]
Date: Saturday, September 13, 2008, 8:17 PM











            kembali ke tema rokok. Kebetulan sekali kultum tadi sore di RCTI 
yang dibawakan oleh Prof. M Quraish Shihab, membawakan tema mengenai tanaman 
yang berbahaya. Salah satu dan yang menjadi pembahasan utama beliau adalah 
tembakau. Bahwa rokok telah disadari membawa dampak yang bagi diri sendiri 
seperti halnya yang tercantum dalam kemasan, iklan, spanduk, poster dan lain 
sebagainya dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Di negara kita, setiap kali 
kita menengok timbul keprihatinan kita bahwa perokok di negeri ini tidak hanya 
beranggotakan orang-orang yang telah cukup usia, berpenghasilan sendiri, bahkan 
telah banyak dan memiliki prosentase yang cukup signifikan bahwa perokok usia 
dini telah menjamur bukan hanya di kawasan megapolitan, namun tempo hari ketika 
saya berangkat shalat tarawih di kampung halaman saya kota Malang tercinta, 
saya berpapasan dengan beberapa
 anak yang kurang lebih usia sekolah dasar berjalan berkelompok sambil 
masing-masing mengepulkan asap rokok dari mulutnya. Saya sendiri adalah mantan 
perokok sejak usia dini. Pernah suatu ketika, sepulang sekolah (waktu itu masih 
SMA) ketika saya cium tangan ayah saya, tanpa sadar di telinga saya masih 
terselip rokok. Tanpa ada ekspresi marah, bahkan dengan senyumnya yang khas 
beliau hanya berucap "wah gagah sekali anakku". Saya yang tidak sadar makna 
ucapan itu hanya tersenyum, baru saya sadar ketika masuk kamar dan berganti 
pakaian. Akan tetapi, ucapan tanpa nada kemarahan itulah yang justru membuat 
saya merasa segan. Dan sejak saat itu saya berjanji untuk berusaha berhenti 
merokok, meskipun justru baru bisa terwujud setelah saya merantau dan bekerja.

Merokok bukan hanya sekedar menjadi masalah pribadi, akan tetapi asap rokok 
dapat juga membahayakan orang-orang yang kita cintai dilingkungan terdekat 
kita, pasangan kita, anak-anak kita, dan
 orang-orang terdekat kita lainnya. Selain asapnya yang berbahaya bagi perokok 
pasif, lingkungan perokok juga dapat menularkan orang yang tidak merokok 
menjadi perokok aktif.

Mengingat mudhorotnya rokok dan akibat yang ditimbulkan, saya lebih sepakat 
untuk menghentikan rokok sejak usia dini, sejak anak-anak kita, adek-adek kita, 
kita didik untuk tidak menjadi perokok dan menjadi pecinta rokok (kalau 
pembenci rokok begitu ketemu rokok di bakar, akan tetapi pecinta rokok seperti 
saya sekarang kalau ketemu rokok cuman saya elus2 saja). Daripada kita saling 
menghujat apalagi sampai di media, di layar tivi dan lain sebagainya, 
menyalahkan sistem, bahkan menyalahkan ulama yang saya yakin ilmu mereka yang 
mereka pelajari sejak baru melek huruf dan terus sampai hari ini tentunya lebih 
mumpuni daripada saya, alangkah lebih indahnya jika kita saling menasehati 
tentang kebenaran dan kesabaran (watashowbil haqqi watawashowbisshobri ). Jika 
menurut kita dan
 pemahaman kita ada keluarga atau saudara muslim kita yang kurang tepat baik 
itu sikap, tutur kata dan perbuatannya kita memberikan nasehat dengan cara yang 
indah, menasehati dan mengatakan dengan kata-kata yang indah. Tidak harus 
dengan berkelompok di jalan raya sambil membawa pentungan, alangkah garangnya 
umat islam jika yang kita lakukan adalah cara yang terakhir.

Untuk membentuk generasi yang berakhalkur karimah, yang sehat, marilah kita 
mulai dari dalam rumah kita sendiri, kita mulai dari anak-anak kita sendiri, 
kita didik anak-anak kita menjadi generasi muslim yang sholeh-sholehah, berpola 
hidup sehat, jauh dari lingkungan asap rokok, Insya Allah, jika sejak kecil 
anak-anak kita jauh dari asap rokok, dan mendapatkan pengertian yang baik dari 
orang tua dan gurunya, sampai dewasapun jangankan menghisap rokok, dekat dengan 
asap rokok saja mereka akan menjadi sangat sensitif. Janganlah kegagalan kita 
di rumah dalam mendidik keluarga yang
 menciptakan generasi muslim seperti sekarang ini menjadi alasan bagi kita 
untuk menyalahkan sistem yang lebih luas.

Terimakasih dan mohon maaf
Wassalamu'alaikum

Abdullah Hariri

YM : paklek_uning

--- On Sat, 13/9/08, aa gun <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
From: aa gun <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Re: [rumahilmu] [DISKUSI] Nabi Muhammad Merokok Tidak ya?
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Saturday, 13 September, 2008, 7:07 PM








            He..he..he.. he...bener banget tuch ane setujuuu
tapi kita harus ingat juga, bahwa semua itu masih dalam lingkar budaya yang 
tentunya tak semua sama pastinya jelas berbeda, iya ga?

Tapi kalo merokok kayaknya di zaman nabi juga sudah ada kali ya, karena rokok 
itu nampaknya ada pada semua negara, bener ga sih?

Jadinya kita harus berfikir ulang nih mana yang masuk dalam ranah budaya yang 
baik dan mana yang budaya jahiliyah, yang hampir ada pada semua negara di 
dunia, end btw, ape para sahabat dan ulama-ulama Islam terkemuka juga merokok? 
he..he..he.. .nanya mulu kayak tamu


--- On Sat, 9/13/08, Abdullah Hariri Moenir <abdllhhariri@ yahoo.com> wrote:

From: Abdullah Hariri Moenir <abdllhhariri@ yahoo.com>
Subject: Re: [rumahilmu] [DISKUSI] Nabi Muhammad Merokok Tidak ya?
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Saturday, September 13, 2008, 3:18 AM








tidak donk. Nabi Muhammad juga tidak makan nasi, makannya roti arab, korma, dan 
makanan arab. Pakaiannya juga gamis khas arab, sama yang di pake Abu Jahal, Abu 
Lahab, Abu Sofyan, bukannya celana panjang atau baju safari.

--- On Sat, 13/9/08, aa gun <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: aa gun <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [rumahilmu] [DISKUSI] Nabi Muhammad Merokok Tidak ya?
To: "rumah ilmu indonesia" <[EMAIL PROTECTED] ps.com>
Date: Saturday, 13 September, 2008, 4:11 PM










--- On Sat, 9/13/08, aa gun <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: aa gun <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: Nabi Muhammad Merokok Tidak ya?
To: "reza ervani" <[EMAIL PROTECTED] ups.com>
Date: Saturday, September 13, 2008, 1:09 AM







Assalamu'alaikum
Wah asik nih seru banget diskusi tentang rokonya, mau ikutan dikit ahhhhh.

Temans semua

Nabi Muhammad SAW adalah panutan utama orang yang beriman (beragama Islam). Dia 
adalah contoh hidup yang nyata. usawtun hasanah. Sebagai umatnya kita sebisa 
mungkin harus berusaha mengikuti jalan hidupnya, benerkan?

Oleh karena itu, temans ane mo tanya nih, apakah nabi Muhammad SAW itu merokok? 
kalau ya? berarti harus kita ikuti kan? kalau tidak, ya segeralah jauhi, bukan 
bgt?

Singkat aja sih, mudah-mudahan bisa dipahami

Assalamu'alaikum




New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!











        New Email addresses available on Yahoo!

Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.

Hurry before someone else does!























      

Kirim email ke