Dear All, Membaca kejadian di bawah, saya sependapat bahwa saat ini
kepuasan pelanggan belumlah penting bagi produsen atau penyedia
jasa, yang penting produk laku,..Berikut pengalaman saya tentang rendahnya
kualitas keramik Asia Tile ... yang telah sedikit banyak telah
membuang-2 waktu dan mengusik kenyamanan tinggal di rumah ... Tolong
disebarkan, sebagai sikap kritis konsumen, dan sebagai Konsumen kita
lebih berhati-hati dalam membeli produk .... Pada sekitar akhir
bulan Juni saya membeli keramik merk Asia Tile dari toko material di
kali malang.. saya memesan sebanyak 64 M2 warna putih, KW-1, yang
dikirimkan dalam 1(satu) Delivery Order. Saat-2 awal tukang saya
memasang keramik tersebut, terdapat kejadian yang cukup mengganggu
yaitu ukuran keramik tidak seragam, sehingga nat lantai tidak bisa
dipasang rapat... saya mempertanyakan ke toko material perihal
tersebut, khawatir kalau keramik yang dikirimkan bukan KW-1. Tapi
oleh toko material diyakinkan kalau keramik tersebut adalah KW-1.
Karna kesibukan dan pertimbangan nat yang sedikit lebih besar tidak
terlalu mengganggu kenyamanan saya, maka saya masalah tersebut saya
anggap selesai. Permasalahan lain muncul dan sangat menggangu,
yaitu saat keramik yang telah selesai dipasang dibersihkan oleh
tukang.Ternyata terdapat perbedaan wana keramik yaitu putih polos,
dan putih dengan gradasi abu-2 muda .... hal ini jelas sangat merusak
estetika keindahan rumah saya. Saya kembali menghubungi toko material
dan menyampaikan keluhan saya. oleh pemilik toko ( Bpk. Sulaiman )
dikatakan bahwa keramik langsung diambil dari gudang asia tile
melalui penyalur tunggalnya di Jakarta y.i PT. DWIMITRA NUANSA SATRIA
(DNS) yang beralamat di Jl. Mangga Dua Raya Blok E No 4-5. Sebagai
tanggung jawab moral, Pak Sulaiman menawarkan potongan harga 50 %.
Tawaran tersebut saya tolak, karna saya ingin penyelesaian yang
menyeluruh atas kasus ini. Dan permasalahan ini dilaporkan oleh Bpk.
Sulaiman ke Asia Tile.2(dua) hari setelah laporan tersebut, sales
dari Asia Tile ( Bpk. Kusumadi) datang ke tempat saya. ( Suatu
response yangsangat saya hargai ), dan melihat langsung ke lokasi.Saya
mempertanyakan tentang kualitas keramik yang dikirimkan, apakah betul
KW-1 dan apakah serinya sama... Setelah diperhatikan dari kardus
keramik, dipastikan bahwa keramik tersebut KW-1 dan Seri yang sama.
Pak Kus menanyakan mengapa tidak melaporkan pada saat belum terpasang
semua. Oleh tukang saya pertanyaan ini cukup dijawab dengan merendam
beberapa sisa kramik yang beda warna, (prosedur umum kalau ingin
memasang keramik ) dan ditunjukan kepada pak Kus, dan memang tidak
bisa dibedakan. Apalagi dalam proses pemasangan dimana kramik telah
tertutup debu semen. Pak Kus cukup heran dengan kejadian ini, dan
esoknya beliau kembali kelokasi dan mengambil foto dan sample keramik
untuk dibuatkan laporan ke surabaya. Beberapa hari kemudian pihak
asia tile ( Bpk. Stefanus-Ass Mgr Sales dan Bpk Noldy-Branch Manager
dan urusan komplain ) datang ketempat saya kembali. Kembali satu
sikap yang saya sangat hargai. Setelah diskusi mengenai permasalahan
saya, saya hanya mengajukan tuntutan sbb :- PT. Asia Tile mengganti
keramik sesuai seharusnya, dimana biaya yang timbul ( pembongkaran
dan pemasangan) sepenuhnya menjadi tanggung jawab Asia Tile. Suatu
tuntutan yang sangat terukur, mengingat saya tidak mungkin
mengeluarkan biaya kembali akibat rendahnya Quality Control keramik
Asia Tile ( sekitar 4 juta rupiah ). Setelah berdebat sana-sini,
dimana Bpk. Noldy menyatakan :- Asia Tile hanya jualan keramik - Asia
Tile hanya mau mengganti keramiknya saja, dan meminta mengembalikan
bongkaran keramik Saya cukup tersinggung dengan statement tersebut,
dan seperti berhadapan dengan pedagang klontong pinggir jalan,
sehingga dengan halus saya mempersilahkan mereka pergi dari rumah
saya. Sikap Produsen sebesar Asia Tile yang hanya berorientasi pada
target penjualan produk dan mengenyampingkan aspek kepuasan pelanggan
sungguh sangat mengecewakan, sikap seperti ini tidak lebih baik dari
pedagang-2 pinggir jalan, dimana saya menganalogikan jika saya pergi
kesebuah restoran terkenal, dan saya keracunan karna kelalaian pihak
restauran. Apakah Restaurant hanya akan mengganti dengan menu makanan
yang saya beli ??? Bagaimana dengan biaya pengobatannya ???
Pengalaman ini mudah-2an cukup terjadi di saya, sebagai pelajaran
dari kita sebagai konsumen. Merk terkenal belum tentu memiliki
Quality Control yang baik, dan menjaga kepuasan pelanggan. Rumahku
yangs eharusnya menjadi Istanaku, tidak terkabul karna rendahnya
kualitas produk.Asia Tile yang saya kenal sekarang seperti berbunyi
Asia Lie, atau Asia Sial .... Salam, BachtiarJl. Mampang Prapatan
IV/48Jakarta Selatan - 12190 -----Original Message-----
From: Andin Rachmatullah
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, July 26, 2005 9:15 AM
To: Goezpraz; [EMAIL PROTECTED]; Bachtiar Effendi;
[EMAIL PROTECTED]; Supriyadi; Kiking Ludi Ananta; Mazna Hidayat;
Rini; Hendra Firmansyah; TinO DwiantOrO; DenyRt7 Agustin;
[EMAIL PROTECTED]; Arlan;
[EMAIL PROTECTED]; Digdo; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Fw: [abmp134] Fw: Arogansi Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur
kotoran tikus dipesan saya, malah dijadikan tersangka penganiayaan!
----- Original Message ----- From: Margaretha WijayaTo: VLD STAFFSent:
Tuesday, July 26, 2005 8:00 AMSubject: FW: [abmp134] Fw: Arogansi
Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur kotoran tikus dipesan saya, malah
dijadikan tersangka penganiayaan!
FYI ... untuk diwaspadai.
----------------------------------------------------------------
From: Arianto Tjandra [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, July 26, 2005 7:10 AM
To: Yulia; Yanuar Sidharta; Vera; Thessa; Theodorin Lingga;
Tanti; Steve; Sari Widuri; Sari Trans; Ria; Pipien; Olop; Olive;
Maya; Marisa; Joy; Herni; Diana; David PH; David Batubara;
Caroline; Bene; Audrey; Angel; Boni; [EMAIL PROTECTED];
Fransiska Sonya Febiani; Lika Herawan; Dewi Hanifah; Rika
Novianty; Venny Susanty; Henny Setiawan; Witjaksono Setiawan;
Teja Kurniawan; taufik; Roynindra Malaon AL; Rahmat Juweni; R.
Grandy Surasetja; Mahdi Ridwan; Lukman Herlim; Juanito Tiwow;
Ismail Oktoritanto; Hendry; hendra sudjaka; Hendra Kusuma;
Gembong Indro Yuwono; Didik AHM; Didieb CC 92; Dandi Sofiandi;
christopher andreas; Agus Budi Prianto; Herry Irawan; Muhammad
Idham; Agus Ridho Prasetiyo; Auliya Syukradinata; Adi Putra
Negara Harlim; Arifa Chandra Arbaan; Admira Pustika
Subject: [abmp134] Fw: Arogansi Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur
kotoran tikus dipesan saya, malah dijadikan tersangka
penganiayaan!
Arianto Tjandra
Part Planning & Cost 1
Chutanki Frame
Procurement Division
PT Astra Honda Motor
----- Original Message -----
From: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, July 25, 2005 4:02 PM
Subject: Arogansi Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur kotoran tikus
dipesan saya, malah dijadikan tersangka penganiayaan!
Subject: Arogansi Hoka-hoka Bento:Nasi bercampur kotoran tikus
dipesan saya, malah dijadikan tersangka penganiayaan!
Kepada
Yth. Redaksi ASTAGA.COM
Dengan hormat,
Berkaitan dengan kejadian sangat menjijikan yang saya alami saya
saat makan malam di Restoran anda, HOKA-HOKA BENTO Menteng,
Jum'at 8 Juli 2005, Pkl.20.50 Wib tersebut. Saya yang bertanda
tangan dibawah ini :
Nama Lengkap : Wirawan
No. Telp : 0856 9011172
NIP : 01633
Pekerjaan/Jabatan : Promo Off Air, Graphic Design
Section Head
PT. Cakrawala Andalas Televisi (antv)
Gd. Sentra Mulia Lt.15
Jl. H.R Rasuna Said, Kav.X6 No.8
Jakarta Selatan
Telp.(62 21) 522 2086, Fax (62 21) 527 7104
Mengirimkan Surat Pembaca (terlampir), dan jika dibutuhkan untuk
bahasan artikel, misalnya, saya lampirkan pula kronologis
kejadian yang lebih detail. Proses ini sudah masuk ke YLKI (via
telpon sejak Senin 11 Juli '05, Via email dikirim 13 Juli '05,
dan pengisian form keluhan YLKI tertanggal 20 Juli '5 terlampir)
Surat Komplain juga sudah saya kirimkan ke PT. Eka Boga Inti
(pengelola Hokben), namun hingga Surat Pembaca ini dikirim tidak
ada tanggapan yang responsif dan responsable.
Malah kemudian, yang datang surat panggilan polisi yang menuduh
saya sebagai terdakwa penganiayaan. Padahal sebelumnya, saya
menolak tawaran via telepon mereka untuk jalan 'damai' dan
'kekeluargaan'. Karena dalam tuntutan surat saya ke pihak
Hoka-hoka Bento adalah pemuatan Surat Permintaan Maaf di berbagai
media atas peristiwa yang terjadi menimpa saya. (Surat
Terlampir).
Mudah-mudahan peristiwa ini dapat menjadi hikmah positif bagi
consumen indonesia pada umumnya, dan diri saya pada khususnya.
Dan atas pemuatannya di Surat Pembaca (terlampir dihalaman
selanjutnya) saya ucapkan tarima kasih.
Hormat Saya,
Jakarta, 20 Juli 2005
Wirawan
Promo Off Air, Graphic Design Section Head
PT. Cakrawala Andalas Televisi (antv)
[IMAGE]
___________
Isi Surat Pembaca
TRAGEDI HOKA-HOKA BENTO: Setelah Nasi bercampur kotoran Tikus di
mangkuk saya, malah dilaporkan sebagai Terdakwa Penganiayaan!.
Jum'at malam, 8 Juli 2005, pkl.20.00 Wib, Sepulang kerja
diperkantoran sekitar Kuningan saya mengajak rekan kerja saya
makan di Hoka-Hoka Bento disekitar kawasan Menteng.
Saya memesan Paket Spesial 1 terdiri atas ; Chicken Teriyaki dan
ayam yang dibalut tepung serta Udang, teh Botol, dan Ogura (es
kacang merah). Sedangkan teman saya memesan paket lain.Dan kami
mulai membuka nasi yang tertutup rapat diwadah melamin warna
hitam yang tampak bersih. Kami duduk dekat kasir, laptop, tas dan
kamera digital saya letakkan dibangku sebelah saya.
Saat makan, tiba-tiba saya menggigit benda berwarna hitam yang
saya kira adalah 'beras ketan' yang bercampur dengan nasi putih.
Namun ketika sumpit saya mengangkat lagi 'benda hitam' tsb, saya
mulai mengambilnya dengan jari tangan saya, saya pencet dan saya
buang kelantai (karena saya kira nasi atau beras ketan yang
ikutan 'termasak' dan benda inilah yang saya jadikan bukti
kemudian ) ..
Namun ketika saya mengangkat lagi undukan nasi dengan sumpit,
terdapat 'banyak bulir-bulir hitam' menempel, saya mulai heran
dan jijik. Lalu saya hampiri Kasir (bernama Yati) yang saat itu
sedang melayani satu pembeli. Saya tanya menanyakan benda hitam
yang bercampur dengan nasi tersebut, dia melihat sebentar lalu
membawa masuk kedalam ruang dalam. Saya kembali ke meja makan,
meneruskan makan tanpa nasi
Sekian lama tak ada satupun yang keluar menjelaskan benda apa
yang ada di nasi saya, dan saya masih tidak curiga dan berfikiran
positif, kok lama sekali makanan saya tidak di kembalikan. Lalu
saya tanyakan kembali ke Kasir yang lama tidak keluar ruangan.
Namun jawaban mereka sungguh mengecewakan, nasi pesanan saya
sudah dibuang dan mangkuknya sudah dicuci!
Saya kecewa dan marah, apalagi sang supervisor(Bp.Murjoko) juga
mengetahui adanya kotoran tersebut, namun tidak berupaya
menjelaskan dengan baik, malah membuang barang bukti yang sedang
ditanyakan konsumen. Emosi saya makin meninggi, apalagi saat
kejadian tersebut ia tahu namun tidak memiliki sikap professional
yang responsive dan responsible.
Karena tidak ada penjelasan yang setidaknya dapat menurunkan
amarah saya saat itu, akhirnya ia membuat surat pernyataan
tentang adanya kotoran di nasi pesanan saya, setelah saya
menemukan bukti lain berupa 'tahi tikus butiran hitam' (foto
terlampir) yang sempat saya buang dilantai dengan tissue, saya
memotret benda tersebut, juga situasi restoran.
Makin mengecewakan ternyata tanda tangannya tidak sama dengan KTP
dan SIM, saya marah dan menendang krat yang berisi botol kosong,
juga mendorong sang supervisor yang justru mempersoalkan botol
pecah yang saya tendang. Pertanyaan yang membuat saya amat marah
tidak dijawab, malah mempersoalkan masalah lain!.
Akhirnya saya memutuskan akan melapor ke kepolisian, namun ketika
diluar jalan ada pihak lain (yang mereka sebut penjaga yang biasa
mangkal didepan restoran mereka) saya keberatan karena saya tidak
menghendaki pihak lain selain HOKBEN dan saya yang mendatangi
kantor polisi.
Saya pulang dan mencoba menenangkan diri malam itu, agar
kemarahan akibat perlakuan tersebut tidak memuncak. Adanya
kotoran tikus di nasi pesanan konsumen amatlah menjijikan!
Akhirnya saya memutuskan melaporkan ke YLKI hari Senin 11 Juli
'05, dan mengikuti tahapan prosedural yang berlaku. Juga
mengirimkan surat keluhan ke pengelola PT. Eka Boga Inti, dengan
bukti yang saya miliki, yang hingga surat ini dikirim belum
memberikan respon yang bertanggung jawab.Malah berujung Surat
Pemanggilan pihak kepolisian dengan tuduhan sebagai Tersangka
Penganiayaan (baca bagian bawah...)
Adapun tiga orang (Store Manager, Area Manager dan Saksi) sebagai
utusan Hokben yang datang Senin, 11 Juli '05, justru menanyakan
mengapa saya membawa kamera saat itu, sejujurnya saya sampaikan
bahwa saya adalah karyawan antv (saya bukan orang iseng yang
menggunakan masalah sensitive dan serius ini untuk hal yang cuma
membuang waktu) yang bertugas membuat iklan cetak program yang
ditayangkan. Dan tugas saya memotret selebritis untuk materi
iklan tersebut, justru baru kali ini saya memotret kotoran tikus
di makanan yang saya pesan! Pertanyaan yang naïf disaat teknologi
ponsel saja saat ini sudah pula dilengkapi kamera!. Artinya,
mereka selalu berkelit membelokan masalah utama dan mengangkat
masalah lain, tanpa melihat dari sudut perspektif sebab akibat.
Jika kredo Hokben seperti itu, tidak heran jika masalah konsumen
bukan utama dalam orientasi kepuasan pelanggan!.
Berita mengagetkan muncul saat Selasa 19 Juli 2005, berupa
panggilan dari pihak Kepolisian Resort Menteng yang menuduh saya
sebagai Tersangka kasus penganiayaan Murjoko!, supervisor
Hoka-Hoka Bento yang bertugas malam itu. Seperti inikah HOKBEN
memperlakukan dan menanggapi keluhan consumen?, mengalihkan
masalah utama dan mencari-cari masalah lain sebagai bentuk
represif agar saya terpaling ke hal lain? apalagi sebelumnya saya
menolak 'berunding damai dan kekeluargaan' yang ditawarkan oleh
Store Manager (Bp. Zaky), justru yang muncul kemudian adalah
tuduhan saya menjadi TERDAKWA PENGANIAYAAN! (surat panggilan
kepolisian terlampir).
Ironis, konsumen yang sedang mengguggat hak-haknya melalui jalur
prosedural yang disarankan YLKI, justru dipelintir dengan memutar
balikan fakta yang ada! Saya kerja dan berhubungan dengan banyak
media, tapi saya masih mencoba melihat segala persoalan dengan
lebih sabar, tidak menggunakan publisitas untuk menghadapi
masalah sensitif ini, karena pihak HOKBEN sudah kelewat batas,
saya akan mengajukan berbagai jalur hukum yang lebih intens untuk
meminta pertanggung jawaban anda! ...
Wirawan
Promo Off Air, Graphic Design Section Head
PT. Cakrawala Andalas Televisi (antv)
Note : Photo dok lain akan dikirim jika dibutuhkan.Saya bersedia
di wawancara jika dibutuhkan informasi lebih lanjut.
Dokumentasi yang sempat diambil photonya oleh saya
.[IMAGE] [IMAGE]
Kiri, Murjoko, Supervisor Hoka-Hoka Bento, Menteng, yang bertugas
malam itu
Kanan, Kotoran yang mirip ketan hitam & berbau, yang belakangan
saya ketahui tai tifus/cecurut atau nying2. Benda ini saya ambil
kembali dari lantai yang sebelumnya dibuang karena saya kira
ketan hitam. Dengan tissue HOKBEN benda ini.
[IMAGE] [IMAGE]
Kiri, Barang bukti, surat pernyataan dgn ttd yg agak berbeda, KTP
& SIM supervisor,serta billing.Kanan, Surat panggilan pihak
kepolisian yang ditujukan kepada Wirawan
IMPORTANT NOTICE
Email from OOCL Logistics is confidential and may be legally
privileged. If it is not intended for you, please delete it
immediately unread. The internet cannot guarantee that this
communication is free of viruses, interception or interference
and anyone who communicates with us by email is taken to accept
the risks in so doing. Without limitation, OOCL Logistics and its
affiliates accept no liability whatsoever and howsoever arising
in connection with the use of this email. Under no circumstances
shall this email constitute a binding agreement for provision of
services by OOCL Logistics, which is subject to the standard
terms and conditions of OOCL Logistics.
SPONSORED LINKS
Culture
Abmp
Corporate culture
Hawaiian culture
Hispanic culture
Jewish culture
----------------------------------------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
* Visit your group "abmp134" on the web.
* To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
* Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of
Service.
----------------------------------------------------------------
--
___________________________________________________________
Sign-up for Ads Free at Mail.com
http://promo.mail.com/adsfreejump.htm
[Non-text portions of this message have been removed]
DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED] untuk unsubscribe dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk subscribe ke milis saham
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/saham/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/