Yah, ini cukup menghibur ditengah tangisan investor PGAS.
  Tapi Kamis lalu (11/1/07, sehari sblm PGAS dibantai), malamnya sy dengar dari 
salah satu station Radio Bisnis, ada berita kalau Jepang akan mengalihkan 
import gas alam dari Indonesia (Arun) ke negara lain. Ini mgkn reaksi atas 
pernyataan Presiden SBY thn lalu yg mengatakan Indonesia tdk akan (mengurangi) 
export gas alam jika pasar dlm negeri membutuhkan. Sy tak tahu apakah PGAS 
adalah supplier Jepang atau ada penjual selain PGAS (tapi kalo benar info salah 
satu milist ini yg mengatakan PGAS momonopoli bisnis penjualan gas...ya..jgn2 
mmg PGAS jg supplier Jepang). Tapi melihat besoknya (Jumat, 12/1/07) hrg PGAS 
merah membara, sy jd brtanya, ini krn penundaan komersialisasi pipa SSWJ saja 
atau jg ada hubungan dg berita radio tsb ? 
   
  axan-IMD

kzvs rx <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Penjualan PGN Naik 64%

Jakarta (Media): Meski proyek komersialisasi
pipanisasi Sumsel-Jabar (SSWJ) PT Perusahaan Gas
Negara (PGN) terlambat, perseroan memastikan volume
penjualan gas tahun ini tetap naik signifikan,
setidaknya naik 64% jika dibandingkan tahun 2006.

Sedangkan jika proyek pipanisasi itu tidak terlambat,
kenaikan volume penjualan mencapai 132%.

Direktur Utama PGN Sutikno mengemukakan hal itu dalam
jumpa pers, di Kantor Pusat PGN Jakarta, kemarin.
Sutikno didampingi Direktur Keuangan Djoko Pramono dan
Direktur Pengembangan Adil Abas.

Jumpa pers ini digelar untuk mengklarifikasi respons
pasar yang negatif pada perdagangan saham PGN pekan
lalu, akibat pengumuman mendadak penundaan proyek
komersialisasi pipa SSWJ. Saat itu harga saham PGN
terkoreksi tajam, dan berakibat rontoknya saham-saham
BUMN dan anjloknya IHSG pada sesi akhir pekan lalu.

Sutikno meyakinkan bahwa semula PGN memproyeksikan
kenaikan volume dari 338 juta kaki kubik perhari
(mmscfd) menjadi 787 mmscfd pada 2007. Namun,
pengaliran gas secara komersial yang menjadi mundur
menjadi akhir Maret 2007, membuat proyeksi volume
penjualan 2007 terpaksa direvisi menjadi 555 mmscfd.

"Tetapi, walau terjadi keterlambatan, dapat kami
tekankan bahwa kontrak-kontrak jual besi gas bumi kami
pada 2007 tetap akan berjalan sehingga proyeksi
pendapatan 2007 tetap naik bila dibandingkan dengan
2006 dan akan terus meningkat di tahun-tahun
selanjutnya", paparnya.

Sutikno mengatakan, jumlah pelanggan baru yang telah
menandatangani kontrak jual beli dengan PGN untuk
penyaluran gas dari pipa SSWJ, mencapai ratusan
pelanggan. Namun, berdasarkan evaluasi PGN, konsumen
yang benar-benar telah mempersiapkan diri untuk
menerima gas mulai Januari, jumlahnya masih sedikit.
Dengan demikian, keterlambatan pengaliran gas
diperkirakan tidak terlampau banyak merugikan
pelanggan.

Pada kesempatan yang sama, Sutikno kembali membantah
adanya rekayasa laporan keuangan PGN. Menurut dia, hal
itu tidak mungkin dilakukan PGN, karena sebagai
perusahaan publik, laporan keuangan PGN selalu diaudit
oleh akuntan publik disajikan sesuai peraturan
Bapepam.

Dia juga menyatakan, keterlambatan penyampaian
informasi ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) mengenai
mundurnya jadwal komersialisasi gas pipa SSWJ, tidak
disengaja. Manajemen PGN hanya menginginkan informasi
yang dipublikasikan secara resmi memiliki keakuratan
data, sehingga tidak meyesatkan publik. "Kami siap
diinvestigasi jika itu dipandang memang perlu
dilakukan," tegasnya.

--- Teddy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> http://www.pgn.co.id/ebhtml/pgnportal/default.php
> 
> 

__________________________________________________________
Never Miss an Email
Stay connected with Yahoo! Mail on your mobile. Get started!
http://mobile.yahoo.com/services?promote=mail


         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke