dear all,
  
"........................
  memang mereka pake margin sistem artinya uang kita disetor dulu sebagai 
jaminan, nah untuk sistem ini
  beda dengan saham, kalo forex memang bisa menghabiskan modal kita kalo 
terjadi fluktuasi harga yang besar
  karena ya pake margin itu tadi, dan bila kita diamkan berhari2 bisa kena rate 
bunga harian, wah ngk nyaman gitu deh .........."
  menurut saya, inves di forex bisa habis kalau tradernya tidak bisa analisa, 
jadi berdasarkan spekulasi semata. sama halnya spt saya waktu masih baru2 
trading forex.
  kalau kita diamkan berhari2 selama clear position, tidak akan ada bunga.
  jadi pada intinya, kalau kita mau inves ya pelajari dulu sistemnya agar kita 
dapat mengambil  keputusan berdasarkan analisa yang benar & tepat.
  inves di forex, tidak hanya dibutuhkan u/ mempelajari sistem trading tapi 
juga diperlukan kesabaran, kedisiplinan, jangan serakah dan jangan EMOSI.
   
  Regards,
  YUNI
Maz Yoez <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
             
    
 

    Dear All
   
  Wah gitu ya... saya pernah mempelajari Forex selama 2minggu mencoba menjadi 
marketingnya,
  sebelumnya saya maen saham dengan jangka trading agak lama setengah investor 
kira2 begitu.
  Sambil menyelam minum air sebenernya pengin tau aja seperti apa sih fOREX 
INDEX DAN 
  KOMODITI LAINYA SEPERTI EMAS dsb,
  memang mereka pake margin sistem artinya uang kita disetor dulu sebagai 
jaminan, nah untuk sistem ini
  beda dengan saham, kalo forex memang bisa menghabiskan modal kita kalo 
terjadi fluktuasi harga yang besar
  karena ya pake margin itu tadi, dan bila kita diamkan berhari2 bisa kena rate 
bunga harian, wah ngk nyaman gitu deh
  kalo disaham kita simpan ampe lumutan kalo perusahan itu ngk delisting 
kayaknya gpp ngk ada rate dari
  broker atau sekuritasnya... artinya aset kita kalo harga saham itu turun ya 
ikut berkurang modal kita,
  memang si kalo maen modal gede di saham min diatas 200jt an bisa kita pake 
short sell dalam sehari.
  dari kedua sistem tersebut memang agak bahaya untuk di lingkungan Forex tadi 
bisa roler coaster deh
  sport jantung, namun sebenernya itu bisa jadi pisau mata dua tergantung kita 
menggunakannya,
  artinya kalo kita naruh duit di forex asal aja hanya berdasar feeling 
kayaknya kita bisa diartikan judi,
  makanya harus punya ilmunya ada dasarnya, Apalagi yang kita pake modal orang 
lain wah serreeemm.
   
  Forex adalah cara menyeimbangkan mata2 uang di dunia bahkan arab pun perlu 
ikut kmunitas dunia
  dalam pertukaran uangnya, ya artinya semua itu harus ada standarnya gimana 
kita mau tuker real ke dolar
  atau dari dolar amrik ke yen jepang semua itu butuh mekanisme namanya forex 
tadi,
  cuma di sekuritas tadi atau di indonesia sebenernya ada 3 macem bursa ya 
Bursa efek satunya bursa berjangka,
  satunya lagi lupa ada yang bisa nambahkan?
   
  Kalo masih bingung haram halal nya dan kita ragu2 ya ditinggalkan, tapi 
sebagai masukan aja
  saya berada di UIN (universitas Islam Negeri) di wilayah malang , malah 
disitu diajarin namanya forex tadi
  bahkan ada laboratorium nya sudah online tapi untuk anak Fakultas Ekonomi 
saja.
  Kalo Forex dan index dibilang haram sebaiknya ya orang UIN udah tahu itu dan 
segera memberhentikannya
  karena itu kan judi, semua itu tergantung kita melihatnya berdasar time frame 
kita,
  dimana ada fluktuasi harga disitu pasti ada spekulan, nah trader itu bisa 
ikut spekulasi...
   
  ada komentar?
   
    ----- Original Message ----- 
  From: irwan_kerenz 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, February 12, 2007 7:22 PM
  Subject: [saham] Re: dosa ngak maen indeks saham ?

  sedikit tambahan, aku uda pernah baca fatwa mui, yang di singgung di 
situ sebenarnya hanya mekanisme perdagangannya aja, tidak disinggung 
mengenai asal uangnya dari mana.
Menurut saya, di bisnis konvensional keadaan win-win antara penjual 
dan pembeli bisa terjadi, contohnya Si A menjual beras ke Si B, dalam 
kasus ini uang Si b memang berpindah tangan ka A, tetapi Si B tidak 
rugi sebab beras yang dia beli bisa untk makan anak-istrinya di rumah 
misalnya, iya kan ? kalau di indeks saham situasi seprti ini hampir 
pasti tidak mungkin terjadi. Jujur saja sebenarnaya saya ini seorang 
broker di salah satu perusahaan swasta, dan saat ini saya sedang 
bimbang apakah saya harus lanjut apa tidak. Mungkin ada masukan dari 
teman2? 

  

         

 
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.

Kirim email ke