Pak Wiro, Saya setuju dengan pendapat Pak Wiro, tapi dalam TA juga berarti jika harga turun dan volume naik berarti terjadi Divergence.
Saya sedang mencoba membaca chart yang translate market behaviour. Karena barang yang diperdagangkan adalah komoditi yang end buyernya adalah end-user dan barang tersebut dibeli oleh end-user untuk dipakai (habis terpakai untuk produksi) . Memang dalam perjalanannya menuju end user pasti melalui dunia trading yang mana tradernya (spekulan) jual-beli mencari capital gain. Tapi diujungnya ditampung oleh end user, nah volume sebesar itu pasti ada end user yang beli yang tidak untuk mencari capital gain tapi dipakai untuk produksi. Nah saya mencoba membaca chart harga timah bukan chart saham TINS. Beda halnya dengan saham, di saham bisa ada trader dan long term investor dan Fund Manager yang biasa membeli dan menjual dalam jumlah besar untuk dihold dalam waktu yang cukup lama. Jadi di saham, para investor punya stock barang yang banyak dan jika turun mereka rame2 jualan dan ini bisa ditranslate sebagai Panic Selling. Di komoditi sepertinya Long Term Investment not applicable. Quantity Securing harus ada end buyernya, apalagi dengan inventory yang katanya hanya cukup untuk konsumsi satu hari. Jadi terjadi scarcity dalam supply, Hukum Ekonomi berlaku disini dan sampai saat ini, Demand masih jauh lebih besar daripada Supply. Jadi seperti yang Pak Wiro katakan, KHUSUS untuk kasus ini, mungkin terjadi Panic Selling, tapi bisa juga Panic Buying. Tapi yah.. itu kan hanya hipotesa, market will show the fact. ----- Original Message ----- From: Wiro Hardy To: [email protected] Sent: Monday, February 26, 2007 12:27 PM Subject: Re: [saham] Re: TINS - BUY BACK Hello Pak Eddy, Dalam ilmu TA, harga turun volume gede berarti panic selling. Kadang2 bisa saja yang terjadi adalah bear trap. Kasih waktu 1-2hr lagi TINS buat bernafas, setelah itu baru (mudah2an) melanjutkan rallynya, atau go sideways dulu bbrp hari. Gak pegang tins sih saat ini, tapi berharap bisa masuk nanti saat price actionnya sudah mendukung. On 2/26/07, Eddy S. Purnomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pak Teddy, Kalau melihat pola chartnya KLTM, maka terlihat bahwa harga turun ke USD.13,600 tapi volume langsung meledak. IMHO, berarti pasar menganggap bahwa harga tersebut murah maka terjadi pembelian dengan volume besar. Kelihatan ada kekhawatiran bahwa harga akan naik lagi, karena terlihat pasar "securing quantity". Well, I could be wrong. Salam.
