Pa' saya sih saranin jgn sembarangan percaya apalagi analisis perusahaan
swasta, banyak nipunya. Kembali ke hati nurani dan keahlian Bapak sendiri, kalo
Bp. memiliki talenta analisis mungkin Bp. akan memperoleh manfaat di pasar
modal, tetapi bila tidak solusinya mungkin reksadana yg dikelola Manager
Investasi yang bonafit semacam OD lebih baik daripada ketipu oleh para analis
gadungan berkedok titel Luar Negri bekerja di Broker Besar Asing.
mas suryo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Salam kenal semua,
Saya anggota baru dan sangat berterima kasih atas segala info mengenai
saham-saham yang beredar di BEJ.
Yang paling menarik tentu saja TINS, karena prediksi TP-nya tercapai terus.
Waktu harga masih di 7000-an saya masih belum berminat apalagi ada prediksi
bakal koreksi ke 5900. Tapi begitu koreksi selesai saya terpaksa buy di 9100.
Nyesel saya kenapa tidak dari dulu. Saya bela-belain jual saham lain untuk
beli TINS. Tapi belum lama saya pegang TINS, koq komentarnya berbalik, padahal
targetnya 17.000-24.000. Saya jadi bingung karena koreksinya besar sekali hari
ini. Akhirnya antara jual atau hold hari ini saya telantarin kerjaan kantor
dan jual panic di 9750 (nyesel kenapa tidak jual di 11.000). SAya hanya punya 1
lot (modal cekak)
Lalu ada lagi komentar soal buy back segala macam, saya takut kehilangan
momentum. Saya masuk lagi di 9700 dan membatalkan beli ANTM . Ini juga panic
buying kali.
Dengan keterbatasan waktu, sulit bagi saya untuk menelaah mana yang bener
soalnya semuanya memakai data.
Di tengah kebingungan ini sya mohon saran bagaimana arah pergerakan TINS ini.
Mau koreksi sampai berapa? Apa betul 5900? Bisa bangkrut saya.. hiks hiks.
Terus kalau reborn, TP-nya mau sampai berapa? Apakah 17.000 - 24.000?
Terima kasih para suhu
Salam
Suryo
andrew wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Hai.....
Kenapa sih harus terpengaruh dgn pergerakan harga harian logam timah di LME,
sesungguhnya anda cukup fokus bila harga LME logam timah tidak jatuh dibawah
USD 11.000/MT dan BERKEPANJANGAN, sudah tau saham untuk investasi bukan
diperdagangkan setiap hari. Harga naik-turun setiap harikan sudah biasa, yang
penting ending-nya gimana? Apapun ceritanya selama harga jual logam timah oleh
PT. Timah masih diatas USD 10.500/MT maka tidak ada lagi perusahaan besar yg
listing di BEJ yg memiliki P/E'2007 dibawah 6x bahkan hingga 12 bulan kedepan
seperti TINS.
Rasanya (berdasarkan keadaan dilapangan) kalopun pihak swasta yg memperoleh
ijin pemurnian logam timah dan ijin ekspor rasanya tidak akan mampu beroperasi
optimal bahkan mustahil karena kalo ada ijin smelter hanya pada lokasi yg ngak
jelas areal dan cadangannya sedangkan ijin eksport bagi mereka lebih kepada
spekulasi kalo-kalo ntar kegiatan penertiban ilegal mining kendur lagi. Lokasi
dan cadangan tambang yg ada sesungguhnya hanya dimiliki oleh PT. Tambang Timah
sendiri yg dilakukan sendiri dan kuasa pertambangan PT. Timah. Memang dipasar
logam ada isue supply dipasar akan kembali banjir dgn adanya ijin smelter dan
ijin eksport, sesungguhnya ijin tsb tidak akan mampu mengganggu kinerja PT.
Timah (hanya kepanikan).
Sekedar mengingatkan baru-baru ini dilakukan larangan ijin ekspor pasir ke
LN. dan kenyataannya penyelundupan pasir "tetap terjadi" tetapi hanya dilakukan
oleh perahu "sampan" alias perahu "getek" yg volumenya terlalu kecil
dibandingkan kebutuhan, sdg kapal "tug boat/tongkang" praktis tidak bisa
beroperasi sama sekali. Kalo saya menganalisanya, rekan-rekan sesama angkatan
Pres. SBY rasanya masih setia pada beliau, sbg. contoh Kapolri dan KSAD saat
ini adalah teman se-Angkatan Pres. SBY, masa mereka rela Pres. SBY yang
notabene berjasa atas jabatan mereka mau dijatuhkan mereka sendiri, sungguh
naif rasanya. Mungkin saja ada oknum tertentu dilapangan yg menyeleweng tetapi
jumlah tidak signifikan dgn volume yg dapat dicapai.
Baru-baru ini di koran Tempo, Dirut PT. Timah mengungkapkan estimasi laba
bersih perseroan selama tahun 2007 sekitar Rp 850 mil. Dgn estimasi tsb, laba
bersih per saham diperkirakan mencapai Rp 1.690,- Tetapi menurut hitungan saya
laba bersih PT. Timah bisa mencapai diatas Rp 1 Triliun pada tahun 2007 ini.
Perlu diketahui perjalanan harga saham TINS masih panjang dan belum habis,
makanya sewaktu pasar begitu optimis tentang harga logam di LME, saya pernah
menuliskan agar jangan kaget bila harga logam bisa terkoreksi dan ternyata
benar. Naik dan turun harga di pasar terbuka adalah hal biasa, seperti
mengendarai kendaraan di jalan raya, jalan yg terlalu lurus malah sangat
berbahaya, tetapi jalan yang berkelok-kelok adalah jalan yang dinamis. Yg
penting ending-nya.
Salam
Andrew
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
---------------------------------
All New Yahoo! Mail Tired of unwanted email come-ons? Let our SpamGuard
protect you.
---------------------------------
Any questions? Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.