Obligasi Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 40%Total nilai obligasi multifinance
bakal tumbuh dari Rp 10 triliun menjadi Rp 14 triliun
Nur Agus Susanto
posted by kontan on 06/06/07
JAKARTA. Meski tak sebesar pinjaman dari bank, penerbitan surat utang atau
obligasi masih menjadi salah satu andalan perusahaan pembiayaan (multifinance)
dalam mencari pendanaan. Bahkan, tahun ini nilai obligasi terbitan multifinance
diperkirakan tumbuh 30%-40% dibandingkan tahun lalu.
Ketua Umum Asosiasi Perusahan Pembiayaan (APPI) Susilo Sudjono mengatakan,
nilai obligasi yang diterbitkan perusahaan pembiayaan tahun ini diperkirakan
mencapai Rp 14 triliun. "Atau tumbuh sebesar 40% dibandingkan tahun 2006
sekitar Rp 10 triliun," kata Djono -panggilan gaul Susilo Sudjono- Selasa
(5/6). Sekadar catatan, angka obligasi tersebut turun tipis dibandingkan posisi
akhir tahun 2005 yang sebesar Rp 10,2 triliun.
Keyakinan tumbuhnya obligasi tersebut karena Djono melihat nilai obligasi
hingga April lalu sudah tercatat sebesar Rp 3,9 triliun. "Padahal pada periode
yang sama tahun lalu hanya Rp 2 triliun," kata Djono yang juga Direktur utama
PT Surya Artha Nusantara Finance (SANFinance) ini.
Menurutnya, pemicu kenaikan obligasi tersebut adalah membaiknya pasar
multifinance tahun ini. Akibatnya, perusahaan pembiayaan membutuhkan dana untuk
mengucurkan kredit yang semakin membesar. Salah satunya lewat penerbitan
obligasi. "Apalagi pasar uang juga berlimpah akibat penurunan suku bunga
perbankan," papar Djono.
Hanya sebelas yang menerbitkan
Direktur Utama Pefindo Ananta Wiyogo sependapat dengan Djono. Ia memperkirakan
tahun ini total nilai pasar obligasi baru antara Rp 25 triliun sampai Rp 30
triliun. "Sekitar 40% berasal dari perusahaan pembiayaan," ujar Ananta. ?
Sampai triwulan pertama tahun ini, total obligasi yang sudah terbit di pasar
sebesar Rp 10 triliun. Dari nilai tersebut, sekitar 40% atau Rp 4 triliun
merupakan hasil donasi obligasi terbitan perusahaan pembiayaan.
Kendati nilai obligasinya terbilang besar, namun hanya sedikit perusahaan
pembiayaan yang menerbitkan surat utang. Ananta mengatakan, dari total 137
perusahaan yang tergabung APPI, hanya 11 perusahaan yang sudah menerbitkan
obligasi. "Kesebelas perusahan tersebut juga menguasai hampir 75% dari total
aset perusahaan pembiayaan," katanya.
Sementara Djono menambahkan, meski nilai obligasi meningkat namun dibandingkan
sumber pendanaan pinjaman bank, komposisi obligasi masih lebih kecil. Dari
total pendanaan perusahaan pembiayaan, pinjaman bank biasanya menyumbang 75%.
Sedangkan obligasi hanya menyetor 10% sampai 15%. "Sisanya berasal dari modal
sendiri dan penambahan modal dari pemegang saham," papar Djono.
Sampai Maret tahun ini pinjaman dari bank dalam negeri untuk multifinance
tercatat sebagai sumber dana terbesar yakni Rp 33,88 triliun. Sedangkan posisi
kewajiban obligasi multifinance tercatat sebesar Rp 11 triliun.
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.