Siapakah LH dan HL ini? ** *8 Broker titip beli saham Agis belum dibayar*
JAKARTA: Delapan broker, yang menerima order titip beli saham PT Agis Tbk, belum mendapatkan pembayaran atas pembelian saham tersebut dari pemberi titipan. "Informasi versi broker yang kami terima, delapan sekuritas yang menerima order titip beli itu belum dibayar oleh pemberi titipan. Saya tidak dapat menyebutkan identitas broker itu," tutur Direktur Perdagangan & Keanggotaan BEJ M.S. Sembiring kepada Bisnis, Jumat pekan lalu. Sementara itu, Dirut BEJ Erry Firmansyah menambahkan saat ini delapan broker yang menerima order titip beli sedang diperiksa. Namun, jumlah sekuritas yang diperiksa itu dapat bertambah. Dua orang berinisial LH dan HL diduga melakukan order titip pembelian saham Agis kepada sejumlah broker yang berujung pada gagal bayar, meskipun pada akhirnya mereka sanggup melunasi order titip tersebut. Sejumlah pialang yang mengetahui soal order titip itu mengatakan dua orang tersebut dikabarkan dekat dengan bandar investor di balik transaksi saham berkode TMPI tersebut. "Dua orang itu memberikan order titip terhadap sejumlah broker yang sempat kesulitan membayar pembelian saham Agis. Akibatnya, aktivitas beberapa broker sempat dihentikan sementara oleh Bursa Efek Jakarta karena kesulitan menyelesaikan transaksi T+3," tuturnya. Analis pasar modal Yanuar Rizy menilai kasus gagal bayar saham TMPI menunjukkan perlunya penguatan pengawasan BEJ dan Bapepam-LK di pasar, mengingat praktik manipulasi perdagangan berakhir gagal bayar itu bukanlah yang pertama. Pada akhir 2002, kasus gagal bayar serupa terjadi pada transaksi saham DSFI (PT Darma Samudera Fishing Indonesia Tbk), dan juga terjadi pada saham PT Sugi Samapersada Tbk (SUGI) dan PT Arona Binasejati Tbk (ARTI) dengan nilai kerugian Rp45 miliar yang menyeret PT Mentari Sekurindo sebagai broker. *Bapepam-LK lemah* "Ini mengonfirmasi fakta Bapepam-LK yang lemah dalam pengawasan pasar modal dan tidak bisa menegakkan peraturan yang telah dibuat. Tidak ada efek jera di pasar, sehingga terulang lagi sekarang," tuturnya. Peraturan itu, lanjut dia, adalah peraturan Nomor V.D.3 yang mengharuskan adanya kecukupan dana dan efek sebelum perintah transaksi dilaksanakan. Peraturan No. V.D.6 mengenai transaksi margin yang hanya bisa dilakukan antarbroker untuk saham yang diumumkan sebagai saham margin. Berkaitan dengan penyelesaian kasus Agis, Bapepam-LK menyerahkan penyelesaian kasus saham Agis Tbk kepada Self Regulatory Organizations (SRO). "Dalam rapat yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, telah disepakati bahwa kasus itu diserahkan kepada SRO untuk diselesaikan. Begitu ada penyimpangan atau pelanggaran baru dilapor ke Bapepam-LK," tutur Ketua Bapepam-LK A. Fuad Rahmany. Dia juga mengaku frustasi dalam menyelesaikan kasus insider trading salah satunya adalah kasus PT Suprasurya Danawan Sekuritas dan PT Mentari Securindo yang terhambat akibat dokumen digital yang tidak bisa dijadikan alat bukti. "Kadang-kadang saya juga frustasi terhadap kasus insider trading, penyelesaiannya lama sekali. Namun, saya cukup berbesar hati karena hal yang sama juga terjadi di Australia, dimana penyelesaian kasus itu juga membutuhkan waktu hingga dua tahun," ujarnya. (Arif Gunawan S.) (rahayuningsih @bisnis.co.id/[EMAIL PROTECTED]) Oleh* Rahayuningsih & Wisnu Wijaya* Bisnis Indonesia On 7/9/07, ardiat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya pernah dikenalkan oleh broker (teman baik) dg Ferry Latuhihin di Pekanbaru sekitar Maret lalu. Kami ada beberapa orang ngobrol cukup lama. Beliau cukup baik menasehati saya utk tidak ikut2an di saham gorengan (sambil bagi tips dikit mengenai dapur gorengan bandar). Dan juga mengakui tidak semua saham rally dia ikutin/amati (prospek) fundamentalnya (spt TRUB), fokusnya pada waktu itu memang di metal (ANTM, TINS). Tapi di luaran saya dengar, termasuk di milis ini, cukup banyak yng menyoroti sisi negatif LH. Mungkin disamping beliau ini sebenarnya analis makro (pengamat) yg suka nulis di koran, tapi karena sebagai pelaku pasar pasti ada faktor kepentingan juga. Sehingga menjadi kurang netral (jujur) mengedukasi masyarakat. Namun saya setuju dg komentar bang Ian, tidak mungkin LH ikutan TMPI baru di 4,600 dan rugi hampir 1/2 M (spt pengakuan dalam seminar). Gimana nih bung Ferry LH (ikutan milis ngga ya), terus ditunggu analisisnya yg tajam tapi terpercaya dan logis gituh .......... Salam, --- In [email protected], Richard Sinaga <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bung IAN saya masih ingat persis sekitar tahun 2003-2004 LH inilah yang meramalkan bursa Indonesia akan ambruk dan saya mendengarkan analisanya dan loss cukup besar. Dan pada pertengahan tahun 2006 (sekitar April) ketika indeks tengah menanjak di 1500-an tajam dari 1550 ke 1260-an dia juga yang bersuara paling kencang mengatakan indeks BEJ pantasnya di bawah 1000-an. > Jadi, sekarang ketika membaca analisa seseorang saya akan lihat dulu track record nya, siapa seorang analis meramalkan bursa crash karena ketinggalan kereta untuk ikut berpesta atau murni tanpa hidden agenda
