Buto ijo

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
forever cuan
Sent: Monday, July 09, 2007 10:57 PM
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: Balasan: [saham] Re: Kisah Investor Terjegal Agis

 

Siapakah LH dan HL ini?

                
         
                
Image removed by sender.


Image removed by sender.

8 Broker titip beli saham Agis belum dibayar

JAKARTA: Delapan broker, yang menerima order titip beli saham PT Agis Tbk,
belum mendapatkan pembayaran atas pembelian saham tersebut dari pemberi
titipan. 

"Informasi versi broker yang kami terima, delapan sekuritas yang menerima
order titip beli itu belum dibayar oleh pemberi titipan. Saya tidak dapat
menyebutkan identitas broker itu," tutur Direktur Perdagangan & Keanggotaan
BEJ M.S. Sembiring kepada Bisnis, Jumat pekan lalu. 

Sementara itu, Dirut BEJ Erry Firmansyah menambahkan saat ini delapan broker
yang menerima order titip beli sedang diperiksa. Namun, jumlah sekuritas
yang diperiksa itu dapat bertambah. 

Dua orang berinisial LH dan HL diduga melakukan order titip pembelian saham
Agis kepada sejumlah broker yang berujung pada gagal bayar, meskipun pada
akhirnya mereka sanggup melunasi order titip tersebut. 

Sejumlah pialang yang mengetahui soal order titip itu mengatakan dua orang
tersebut dikabarkan dekat dengan bandar investor di balik transaksi saham
berkode TMPI tersebut. 

"Dua orang itu memberikan order titip terhadap sejumlah broker yang sempat
kesulitan membayar pembelian saham Agis. Akibatnya, aktivitas beberapa
broker sempat dihentikan sementara oleh Bursa Efek Jakarta karena kesulitan
menyelesaikan transaksi T+3," tuturnya. 

Analis pasar modal Yanuar Rizy menilai kasus gagal bayar saham TMPI
menunjukkan perlunya penguatan pengawasan BEJ dan Bapepam-LK di pasar,
mengingat praktik manipulasi perdagangan berakhir gagal bayar itu bukanlah
yang pertama. 

Pada akhir 2002, kasus gagal bayar serupa terjadi pada transaksi saham DSFI
(PT Darma Samudera Fishing Indonesia Tbk), dan juga terjadi pada saham PT
Sugi Samapersada Tbk (SUGI) dan PT Arona Binasejati Tbk (ARTI) dengan nilai
kerugian Rp45 miliar yang menyeret PT Mentari Sekurindo sebagai broker. 

Bapepam-LK lemah 

"Ini mengonfirmasi fakta Bapepam-LK yang lemah dalam pengawasan pasar modal
dan tidak bisa menegakkan peraturan yang telah dibuat. Tidak ada efek jera
di pasar, sehingga terulang lagi sekarang," tuturnya. 

Peraturan itu, lanjut dia, adalah peraturan Nomor V.D.3 yang mengharuskan
adanya kecukupan dana dan efek sebelum perintah transaksi dilaksanakan.
Peraturan No. V.D.6 mengenai transaksi margin yang hanya bisa dilakukan
antarbroker untuk saham yang diumumkan sebagai saham margin. 

Berkaitan dengan penyelesaian kasus Agis, Bapepam-LK menyerahkan
penyelesaian kasus saham Agis Tbk kepada Self Regulatory Organizations
(SRO). 

"Dalam rapat yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, telah disepakati
bahwa kasus itu diserahkan kepada SRO untuk diselesaikan. Begitu ada
penyimpangan atau pelanggaran baru dilapor ke Bapepam-LK," tutur Ketua
Bapepam-LK A. Fuad Rahmany. 

Dia juga mengaku frustasi dalam menyelesaikan kasus insider trading salah
satunya adalah kasus PT Suprasurya Danawan Sekuritas dan PT Mentari
Securindo yang terhambat akibat dokumen digital yang tidak bisa dijadikan
alat bukti. 

"Kadang-kadang saya juga frustasi terhadap kasus insider trading,
penyelesaiannya lama sekali. Namun, saya cukup berbesar hati karena hal yang
sama juga terjadi di Australia, dimana penyelesaian kasus itu juga
membutuhkan waktu hingga dua tahun," ujarnya. (Arif Gunawan S.)
(rahayuningsih @ bisnis.co.id/[EMAIL PROTECTED]) 

Oleh Rahayuningsih & Wisnu Wijaya
Bisnis Indonesia

        


 

On 7/9/07, ardiat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 


Saya pernah dikenalkan oleh broker (teman baik) dg Ferry Latuhihin di
Pekanbaru sekitar Maret lalu. Kami ada beberapa orang ngobrol cukup 
lama. Beliau cukup baik menasehati saya utk tidak ikut2an di saham
gorengan (sambil bagi tips dikit mengenai dapur gorengan bandar). Dan
juga mengakui tidak semua saham rally dia ikutin/amati (prospek)
fundamentalnya (spt TRUB), fokusnya pada waktu itu memang di metal 
(ANTM, TINS).

Tapi di luaran saya dengar, termasuk di milis ini, cukup banyak yng
menyoroti sisi negatif LH. Mungkin disamping beliau ini sebenarnya
analis makro (pengamat) yg suka nulis di koran, tapi karena sebagai 
pelaku pasar pasti ada faktor kepentingan juga. Sehingga menjadi kurang
netral (jujur) mengedukasi masyarakat. Namun saya setuju dg komentar
bang Ian, tidak mungkin LH ikutan TMPI baru di 4,600 dan rugi hampir 1/2 
M (spt pengakuan dalam seminar).

Gimana nih bung Ferry LH (ikutan milis ngga ya), terus ditunggu
analisisnya yg tajam tapi terpercaya dan logis gituh ..........

Salam,

--- In [email protected], Richard Sinaga <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bung IAN saya masih ingat persis sekitar tahun 2003-2004 LH inilah
yang meramalkan bursa Indonesia akan ambruk dan saya mendengarkan 
analisanya dan loss cukup besar. Dan pada pertengahan tahun 2006
(sekitar April) ketika indeks tengah menanjak di 1500-an tajam dari 1550
ke 1260-an dia juga yang bersuara paling kencang mengatakan indeks BEJ
pantasnya di bawah 1000-an.
> Jadi, sekarang ketika membaca analisa seseorang saya akan lihat dulu
track record nya, siapa seorang analis meramalkan bursa crash karena
ketinggalan kereta untuk ikut berpesta atau murni tanpa hidden agenda 

 

<<image001.jpg>>

Kirim email ke