*Kompas, Minggu, 07 Oktober 2007 * *(Tidak Ada) Cara Cepat Menjadi Kaya *<http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0710/07/konsultasi/3853838.htm>
Elvyn G Masassya, Praktisi Keuangan Coba luangkan waktu Anda sejenak. Jalan-jalanlah ke toko buku dan cermati buku-buku populer di sana. Anda akan menemukan puluhan atau bahkan ratusan buku yang judul-judulnya sangat "mengundang" selera. Mulai dari buku yang menjanjikan kenyamanan hidup sampai jalan pintas menjadi kaya raya. Jika kebetulan Anda cukup punya uang di saku atau dalam keadaan gelisah, boleh jadi buku-buku tersebut akan Anda beli semua, dengan harapan menemukan pelbagai solusi di dalamnya. Dalam konteks keuangan, misalnya, Anda akan menemukan berbagai buku tentang cara jitu bermain saham atau mengenal permainan indeks di luar negeri. Pendeknya, semuanya menakjubkan. Lantas, apakah membeli dan membaca buku-buku tersebut salah? Jelas tidak. Buku merupakan jendela dunia. Begitu kata pepatah. Tetapi, menjadi sangat tidak benar jika kemudian menjadikan buku populer tersebut sebagai jimat sakti yang menyelesaikan permasalahan Anda dalam investasi. Tidak ada satu formula pun yang bisa cocok bagi semua orang. Kenapa? Karena setiap orang memiliki karakter dan persoalan berbeda. Jadi, buku yang Anda beli tidak lebih sekadar referensi umum, sekadar memberi inspirasi. Mungkin Anda akan bertanya, kalau tidak belajar dari buku-buku tersebut, sementara Anda sendiri awam tentang keuangan, lantas bagaimana? Sekali lagi, jadikan buku-buku yang Anda baca sebagai referensi semata, sedangkan implementasi referensi itu mesti dihubungkan dengan kondisi kekinian yang Anda alami. Apa maksudnya? Dalam konteks keuangan tentu tujuan keuangan tiap orang berbeda-beda. Ada yang ingin memiliki dana tunai dalam jumlah besar agar bisa membeli barang-barang, membiayai sekolah anak, dan atau sekadar berjaga-jaga. Tetapi, ada pula yang berharap bisa lekas memiliki rumah, mobil, dan sebagainya. Lantas, apakah semua itu bisa dimiliki dalam sekejap? Ya, kalau Anda menang lotre. Tetapi, jika semua tujuan keuangan itu hendak dicapai melalui "keringat" sendiri, Anda mesti menyiapkan berbagai langkah untuk mencapainya dan tentu saja membutuhkan waktu. Jadi, tidak ada cara cepat menjadi kaya. Yang ada adalah cara benar dan cerdas mencapai tujuan keuangan. *Mencapai tujuan keuangan* Bagaimana mendefinisikan cara benar dan cerdas dalam mencapai tujuan keuangan? Pertama, Anda pastikan dulu tujuan keuangan dengan horizon waktu pencapaiannya. Boleh 1 tahun, 5 tahun, atau bahkan lebih panjang. Ini adalah bagian terpenting dalam upaya menjadi kaya. Tanpa menentukan kapan target waktunya, tentu saja sulit menentukan langkah-langkah berikutnya. Kedua, tentukan cara mencapai tujuan keuangan itu. Dalam konteks inilah Anda bisa menggunakan konsep yang dituangkan dalam buku-buku sebagai referensi. Misalnya, Anda ingin memiliki rumah baru dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Anda bisa memperoleh rumah itu dengan cara membeli tanah terlebih dahulu, lalu kemudian mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, dan lantas membangunnya. Atau cara lain adalah Anda mencari lokasi real estat yang dibangun developer dan kemudian Anda merencanakan memilikinya. Cara untuk memiliki itulah yang bisa Anda pelajari dari buku-buku. Katakanlah, Anda ingin membeli rumah melalui kredit bank. Maka, Anda mesti mengetahui bagaimana cara memperoleh kredit bank dan bagaimana pula perhitungan bunganya. Hal semacam ini bisa dipelajari dari buku-buku. Ketiga, melakukan investasi. Jika Anda telah menentukan tujuan keuangan dan jangka waktu pencapaiannya, maka seperti diuraikan di atas, Anda bisa saja mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dan atau mencari kredit bank untuk membeli rumah yang diinginkan. Apa pun cara yang Anda pilih, tetap saja Anda mesti memiliki penghasilan memadai. Jika Anda menggunakan kredit bank, Anda mesti menyisihkan sebagian penghasilan Anda untuk membayar angsuran kredit. Sementara jika Anda ingin mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, maka pertanyaannya, bagaimana cara Anda mengumpulkan uang tersebut. Jawabannya adalah dengan melakukan investasi. Nah, pilihan investasi itu juga bisa dipelajari di buku-buku, tetapi mesti disesuaikan dengan karakter personal Anda. Contoh konkretnya, betapapun menggiurkan tawaran bermain saham sebagaimana dipaparkan di buku-buku, tetapi bila Anda masuk golongan penghindar risiko, maka investasi di saham bukanlah pilihan yang pas buat Anda. Sebagai misal, Anda membeli saham pada harga tertentu, tetapi tiba-tiba harga saham tersebut merosot. Respons Anda boleh jadi panik dan kemudian menjual saham tersebut. Dengan kata lain, Anda melakukan cut loss. Implikasinya jelas, Anda merugi dan sulit mencapai tujuan keuangan yang telah Anda canangkan. Ini semata-mata karena Anda memilih investasi yang tidak sesuai dengan karakter Anda. Keempat, evaluasi. Aspek ini kerap dilakukan banyak orang ketika berinvestasi. Anggapannya, setelah menempatkan uang dalam satu jenis investasi, maka persoalan selesai. Padahal, penempatan uang baru merupakan langkah awal menuju pencapaian tujuan keuangan. Dalam pelaksanaannya banyak sekali hal yang bisa mengganggu investasi tersebut. Misalnya, perubahan kondisi ekonomi atau malah perubahan kondisi keuangan Anda sendiri yang bisa membaik atau memburuk. Katakanlah, Anda naik pangkat dan mendapatkan penghasilan berupa gaji yang lebih besar, tentu saja ini akan berdampak pada investasi Anda. Atau tiba-tiba Anda membutuhkan dana tunai yang lebih banyak, maka investasi Anda juga harus dievaluasi, apakah akan diteruskan atau direlokasi pada jenis investasi yang lain. Lazimnya, proses evaluasi mesti dilakukan paling tidak per semester atau enam bulan sekali. Jika kondisi lebih turbulen, evaluasi dapat dilakukan lebih sering. Dari paparan di atas jelas, jika Anda ingin menjadi kaya, dalam arti mencapai tujuan keuangan Anda, maka tidak ada cara pintas. Semuanya mesti dilakukan dengan perencanaan yang jelas dan bertahap. Itu prinsipnya. Selamat mencoba. Pertanyaan dapat diajukan kepada penulis melalui alamat [EMAIL PROTECTED]
