Terima kasih infonya pak raymond, kl melihat jumlah sahamnya adhi dpt di lihat di mana ya?
Thank you Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: [email protected] Sender: [email protected] Date: Fri, 8 Feb 2013 03:47:02 To: <[email protected]>; <Invalidaddress> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [saham] Investor Borong ADHI, Target Rp3.700 Hitung-menghitung berapa harga right issue dari ADHI ? PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berencana melakukan right issue pada tahun ini. Rencananya jumlah saham yang diterbitkan maksimal 30% dari saham portopel. Perseroan berharap dari right issue ini bisa mendapatkan dana sekitar Rp2 triliun. Per 2012, ADHI mencatatkan jumlah saham ditempatkan disetor penuh sebanyak 1.801.320.000 lembar dan saham dalam portopel tercatat sebanyak 3.638.680.000.Jika dalam informasi tersebut menyebutkan untuk penerbitan right issue sebanyak 30% dari portepel, maka saham ditawarkan untuk right issue sebanyak 1.091.604.000 dari portopel. Apabila target dana right issue diharapkan sebesar Rp2 triliun, diperoleh harga right issue Rp 2.000.000.000.000 : 1.091.604.000 = Rp 1.830. Berapa rasio right issuenya ? Kami akan membandingkannya antara jumlah saham baru yang diterbitkan dengan saham tercatat, diperoleh hasil sbb; 1.091.604.000 : 1.801.320.000 = 0.6. Diperoleh rasio 1 : 0.6. Biasanya rasio akan dibulatkan dalam nominal penuh, dengan cara mengalikan masing-masing dengan faktor 10 kali, diperoleh rasio pembulatan menjadi 10 : 6. Jadi perkiraan pasca right issue jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh menjadi 2.891.924.000 lembar. Saran Dengan harga saham ADHI di pasar kemarin ditutup di Rp2.175, dengan perkiraan harga right issue Rp1.830. ➢ Bagi pelaku yang tidak ingin menebus right boleh untuk ambil posisi profit karena berdasarkan hitungan harga pasar di level Rp2.175, berpotensi terjadi dilusi harga sebesar 6,32%. Semakin tinggi harga semakin besar dilusinya ➢ Bagi pelaku berniat menebus right, lebih baik akumulasi harga di pasar pada kisaran 1800-2000, agar dilusi harga maksimal hanya sebesar 3% ➢ Sebagai catatan dari kami, bahwa perkiraan bisa tidak sesuai jika asumsi dari target dana right issue dan porsi penerbitan terhadap portopel sahamnya berubah. Disclaimer : ON Sent from BlackBerry® on 3 -----Original Message----- From: Johanes Kusuma <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 7 Feb 2013 17:59:50 To: <Invalid address> Reply-To: [email protected] Subject: [saham] Investor Borong ADHI, Target Rp3.700 Investor Borong ADHI, Target Rp3.700 DPR dan Pemerintah dikabarkan telah menyetujui PT Adhi Karya Tbk (ADHI) untuk melakukan right issue sebanyak 30 persen pada tahun 2013 ini. Dari right issue tersebut, diharapkan diperoleh dana sekira Rp2 triliun. Direktur Utama Adhi Karya Kiswo Dharmawan menyebutkan, dana hasil right issue tersebut akan digunakan untuk membiayai belanja modal(capital expenditure/capex) sekira Rp700 miliar dan pembangunan monorel sekira Rp1,2 triliun. Untuk melakukan pembangunan monorel ini, ADHI membentuk konsorsium BUMN beranggotakan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Industri Kereta Api (Persero), PT Len Industri (Persero), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Dalam mega proyek ini ADHI mendapatkan porsi mayoritas sebesar 50%. Proyek ini terbentang dari Bekasi hingga Jakarta, cawang dan cibubur. Gubernur DKI Joko Widodo dan Meneg BUMN Dahlan Iskan sendiri akan turun tangan untuk “mengawal” perizinan Monorel ini. Adapun pembiayaan dari APBN untuk proyek ini dikabarkan telah mendapat lampu hijau dari Menteri Keuangan. Kabar ini sangat berdampak positif terhadap saham ADHI. Beberapa broker bahkan dikabarkan sudah merekomendasikan beli untuk saham ADHI dengan target harga Rp3.700. Ini merupakan harga teoritis yang mungkin di tembus dalam waktu dekat. Pada perdagangan Kamis 7 Februari 2013 kemarin ADHI bahkan sudah menunjukan tanda-tanda penguatan dengan break resistant dan menyentuh rekor harga tertinggi (all time high) di Rp2.200. ADHI pada perdangan kemarin di tutup naik Rp100 (+4,8%) ke harga Rp2.175, diperdagangkan sebanyak 1.984 kali senilai lebih dari Rp77 milyar. -DISCALIMER-
