Kenyataannya F minus terus 1 bulan ini berkorelasi dengan indeks yang juga turun terus... saya gak tau apakah ini beneran bule atau wni yang pake sekuritas asing. Buat saya sih yang penting sideways nya nanti jangan lama-lama...soale itu yang paling menyakitkan bagi trader, investor, cut losser maupun nyangkuters. Mungkin scalper yang masih lumayan hepi. Jadi menurut saya cepat-cepatlah indeks menyentuh bottom biar mantul lagi lebih dahsyat. betul?
________________________________ Dari: LkmJkt <[email protected]> Kepada: saham yahoogroups <[email protected]> Dikirim: Selasa, 9 Juli 2013 8:40 Judul: Re: [saham] Riset Morgan Stanley Tak Akan Terlalu Berdampak: BEI Pak Daniel. Sayangnya sesama bule juga nga kompak. Beda kantong , jadi beda kepentingan. Bule = FM asing. (bukan perorangan) 2013/7/9 Daniel surjadinata <[email protected]> > > >asing kan punya stok saham di harga tahun 2012 dan 2011. Yang keluar ini stok >desember 2012 sampai april 2013. Kalo saya jadi asing mau nya kan untung >200-500 persen per saham. Ya, jadi asing akan paksa indeks nya di bawah 4000 >baru enak tuh. IMHO > > > >________________________________ > Dari: "[email protected]" <[email protected]> >Kepada: [email protected] >Dikirim: Selasa, 9 Juli 2013 8:31 >Judul: Bls: [saham] Riset Morgan Stanley Tak Akan Terlalu Berdampak: BEI > > > > > >Kl retail lokal nggak jual, barang murahnya dimana ya ?. > >Powered by Telkomsel BlackBerry® >________________________________ > >From: Daniel surjadinata <[email protected]> >Sender: [email protected] >Date: Tue, 9 Jul 2013 09:01:29 +0800 (SGT) >To: [email protected]<[email protected]> >ReplyTo: [email protected] >Subject: Bls: [saham] Riset Morgan Stanley Tak Akan Terlalu Berdampak: BEI > > >Kenyataanny aasing keluar terus, indeks turun terus. welcome 4200! > > > >________________________________ > Dari: hakitrader <[email protected]> >Kepada: [email protected] >Dikirim: Selasa, 9 Juli 2013 6:30 >Judul: Re: [saham] Riset Morgan Stanley Tak Akan Terlalu Berdampak: BEI > > > > > > >Setelah Jenuh Jual (over sold) berarti IHSG akan naik, bukan turun. >----- Original Message ----- >>From: Radia >>To: [email protected] >>Sent: Sunday, July 07, 2013 00:49 >>Subject: Bls: [saham] Riset Morgan Stanley Tak Akan Terlalu Berdampak: BEI >> >> >> >>Kalau morgan stanley mengatakan jenuh jual, berarti target ihsg skr, brp? 3600-4000? atau brp? >> >>------------------------------ >>Pada Sab, 6 Jul 2013 04:33 Waktu Terang Hari Pasifik T Jayamudita menulis: >> >>> Friday, July 05, 2013 16:41 WIB >>> Riset Morgan Stanley Tak Akan Terlalu Berdampak: BEI >>> >>> >>> Ipotnews - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai riset Morgan Stanley tentang pasar modal Indonesia tidak akan terlalu berdampak terhadap kinerja pasar modal Indonesia. BEI yakin industri pasar modal Indonesia masih dapat tumbuh seiring dengan kinerja emiten yang terus melakukan ekspansi usaha. >>> >>> Demikian dikatakan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Samsul Hidayat, Jumat (5/7). Ia menambahkan bahwa setiap investor pasti telah memiliki perspektif investasi sendiri sehingga dampak dari proyeksi tersebut tidak akan terlalu berdampak signifikan. >>> >>> "Emiten yang terus melakukan ekspansi menandakan pertumbuhan ekonomi yang masih positif. Minat perusahaan untuk memperoleh pendanaan dari pasar modal juga masih tetap tinggi," tambah Samsul, Jumat (5/7). >>> >>> Sebelumnya Kepala Morgan Stanley (MS) yang berbasis di New York, Jonathan Garner, memberikan gambaran bahwa pasar modal Indonesia bukan lagi tempat yang nyaman bagi investor untuk berinvestasi. Pasar ekuitas Indonesia diturunkan menjadi underweight (jenuh jual) dari equalweight (normal). >>> >>> "Pasar saham Indonesia merupakan yang paling rentan di Asia Tenggara untuk pelarian modal di tengah valuasi mahal dan saham besar oleh investor asing," ujar Garner, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (5/7). >>> >>> Oleh Morgan Stanley, IHSG juga divaluasi aktiva bersihnya sebesar 2,8 kali aktiva bersih. Jumlah tersebut adalah yang tertinggi di antara 17 pergerakan ekuitas Asia, bahkan setelah mengalami pelemahan 11% dari level tertingginya di 20 Mei 2013. "Indonesia masih merupakan negara yang relatif kelebihan kepemilikan (overowned)," tulis Garner dan koleganya di Hong Kong, Yang Bai dan Pankaj Mataney. >>> >>> Tingkat Utang Rendah >>> >>> Dari sisi makro ekonomi, Global Research Bank of America Merril-Lynch, Andrew Peck, dalam risetnya mengatakan dari sisi rasio tingkat utang, Indonesia dan Filipina paling baik dibandingkan negara di kawasan Asia lainnya. Korea, China dan Malaysia adalah negara dengan rasio tingkat utang yang paling mengkhawatirkan. >>> >>> "Tingkat utang Indonesia dan Filipina belum mengalami peningkatan secara drastis dalam beberapa tahun terakhir meskipun pertumbuhan produk domestik bruto-nya naik cukup signfikan. Saat ini (kuartal pertama 2013), Indonesia merupakan negara dengan rasio utang publik terendah di Asia setelah Hongkong, yakni hanya sekitar 23% dari PDB," jelas Peck, seperti dikutip dalam risetnya, Jumat (5/7). >>> >>> Padahal jika melihat di kuartal kedua 1997, sebelum krisis moneter terjadi, rasio utang publik Indonesia sebesar 71,8% dan di kuartal keempat 2007 sebesar 33,1%. Tingkat utang surat utang pemerintah Indonesia dalam denominasi mata uang asing di kuartal pertama 2013 juga tercatat cukup rendah di level 14,1% terhadap PDB dibandingkan di kuartal kedua 1997 di level 26,3% dan kuartal keempat 2007 sebesar 18,7% terhadap PDB. >>> >>> "Kedua negara (Indonesia dan Filipina) memang mengalami pertumbuhan utang yang cepat dalam beberapa tahun terakhir, namun sebagian besar berasal dari tingkat utang dengan basis bunga utang yang rendah. Kredit dalam negeri Indonesia hanya sekitar 33% dari PDB dan di Filipina hanya 39 dari PDB," papar Peck. >>> >>> Untuk sementara, lanjut Peck, rasio tingkat utang tersebut memang tidak mewakili risiko sistemik terjadinya krisis di suatu negara. Namun hal tersebut dapat tumbuh menjadi tidak stabil jika pemerintah dan bank sentral di negara-negara di Asia mengacuhkannya. "Kami berharap tindakan makroprudensial yang tepat dapat dilakukan oleh pemerintah dan bank sentral di Korea, China, Malaysia dan Thailand. Sedangkan Indonesia dan Filipina terhindar dari risiko tersebut," imbuh dia.(Rheza/ha) >> >> >> >> > > > > > > > > >
