Ciputra Akan Terbitkan REITs US$ 200 Juta                                  
                                                          08/11/2007 06:55:59 
WIB                        
 Oleh Kunradus Aliandu dan Jauhari Mahardhika
   
 JAKARTA, Investor Daily 
 PT Ciputra Property Tbk siap menerbitkan real estate investment trusts (REITs) 
sekitar US$ 150- 200 juta di Bursa Efek Jakarta (BEJ) tahun depan. Dana 
tersebut akan digunakan membiayai pembangunan superblock Ciputra World Jakarta 
senilai Rp 4,2 triliun.
  
 Ciputra Property menggunakan acuan sejumlah gedung komersial, seperti Mal dan 
Hotel Ciputra untuk penerbitan REITs tersebut. “Tapi, kalau Ciputra World sudah 
rampung, kami bisa meningkatkan REITs menjadi US$ 600-700 juta,” kata Presiden 
Direktur Ciputra Property Candra Ciputra usai pencatatan perdana saham 
perseroan di BEJ, Rabu (7/11).
  
 Candra mengaku, REITs ini merupakan salah satu instrumen pasar modal yang 
menarik. Oleh sebab itu, perseroan tengah menunggu hasil keputusan Bapepam-LK.  
Sebelumnya otoritas pasar modal mengatakan, aturan tentang REITs sudah selesai, 
sehingga instrumen baru tersebut akan efektif tahun 2008.
      
 REITs merupakan sekumpulan dana berupa tagihan atau potensi pendapatan yang 
dicatatkan di bursa. REITs juga termasuk kategori reksa dana, karena memiliki 
tujuan khusus, yakni investasi pada sektor properti.
  
 Komisaris Ciputra Property  Ciputra memastikan bahwa perseroan hanya mau 
menerbitkan REITs di Indonesia dan bukan di bursa luar negeri. “Saya tidak 
ingin dikatakan sebagai orang yang melarikan dana ke luar negeri. Jadi, saya 
ingin REITs terbit di Tanah Air,” kata dia.
      
 Perseroan melepas 3,01 miliar lembar saham (49%) seharga Rp 700 per lembar. 
Dana yang diperoleh mencapai Rp 2,1 triliun. Ciputra Property merupakan emiten 
ke-14 yang masuk bursa hingga 6 November 2007. 
       
 Direktur Ciputra Property Artadinata Djangkar menambahkan, total investasi 
Ciputra World di kawasan Casablanca, Jaksel sebesar Rp 4,2 triliun dan 
pembangunannya dimulai pada 2008. 
     
 Anjlok 14,75%
     
 Pada perdagangan kemarin, harga saham perseroan dengan kode CTRP ditutup di 
level Rp 610 atau anjlok Rp 90 (14,75%), atau  di bawah harga perdana sebesar 
Rp 700. Padahal, harganya sempat menyentuh level tertinggi, yakni Rp 750. Ini 
berarti, Ciputra Property merupakan emiten pertama yang gagal memberikan gain 
pada hari pertama pencatatan saham. Soalnya, ke-13 emiten lainnya berhasil 
mencetak gain. 
      
 Berdasarkan data BEJ, broker terbanyak menjual saham perseroan  yaitu PT 
Equity Securities Indonesia sebanyak 121.909 lot dengan harga rata-rata Rp 620. 
PT Bahana Securities tercatat 78.995 lot pada harga Rp 610 dan  PT Danareksa 
Sekuritas 69.060 lot pada harga Rp 639. Bahkan Danareksa tercatat sebagai 
broker yang terbanyak membeli saham CTRP dengan memborong 223.962 lot pada  
harga rata-rata Rp 619. Padahal, Danareksa adalah penjamin emisi utama IPO. 
      
 Menanggapi penurunan harga saham itu, Direktur Danareksa Sekuritas Orias P 
Moedak mengaku, pihaknya tidak menjaga harganya. “Kami tidak menjaga harga, 
karena praktik  seperti itu tidak sehat di pasar modal. Ini murni hasil 
mekanisme pasar. Prospek bisnis yang digeluti perseroan sangat menjanjikan, 
karena akan mengembangkan sejumlah proyek besar. Jadi, investasinya harus 
jangka panjang ,” ujar dia.
        
 Menurut Orias, penurunan itu menunjukkan bahwa saham perseroan terdistribusi 
dengan baik. Saham yang naik 70-90% pada perdagangan perdana, lanjut dia,  bisa 
terjadi kalau saham publik sedikit. “Tapi kalau Ciputra jumlah saham mencapai 
49%,” tegas dia

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke