Menurut saya berarti Investasi/Main saham ini = Judi kelas atas dong ?? 

Dan Togel/Kim/Hua-Hwe yg dilarang = Judi kelas bawah ??

Mohon koreksi pak kalau saya salah...

(Setour Sihombing)

----- Pesan Asli ----
Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rabu, 21 November, 2007 10:52:42
Topik: [saham] Re: Investasi/Main Saham = Berjudi

Cukup menarik memperhatikan komentar-komentar yang masuk yang
memberikan banyak pendapat dan inspirasi. Saya sengaja menggunakan dua
istilah "investasi" dan "main", agar mencakup semuanya dan menghindari
permainan kata/istilah. Sama seperti pemerintah kalau mau keluarkan
kebijakan kenaikan harga, sukanya menyebutnya dengan istilah
penyesuaian harga. Padahal, faktanya tetap saja menaikkan harga.
"Investasi" atau "main" saham buat saya sama saja, karena faktanya
adalah membeli dan menjual saham. 

Sekarang yang mau saya tanyakan lagi, apakah bermain Poker (dengan
uang beneran tentunya), juga termasuk judi?

Bandingkan hal-hal berikut ini:

1. Yang dipertaruhkan di poker dan saham, sama-sama uang dan bukan
suami/istri kita...hehehe.
2. Di Poker tidak ada yang namanya bandar, di BEJ malah kita tahu
bandar itu ada.
3. Di Poker ada yang namanya analisa fundamental yaitu harus bisa
menghitung kartu dan menghitung peluang atau probabilita kemenangan
dari kartu yang dipegang. Di saham juga ada yang namanya analisa
fundamental.
4. Di Poker ada yang namanya analisa yang memperhatikan kebiasan
lawan sewaktu nge bid apakah itu benaran atau hanya gertakan saja, di
saham ada yang namanya analisa bandarmologi yang memperhatikan
gerakan-gerakan bandar, apakah kenaikan yang dibuat itu real atau
hanya untuk buang-buang barang.
5. Di Poker ada yang namanya analisa membaca gerakan dan kebiasaan
lawan sewaktu bermain. Di saham ada yang namanya analisa grafik yang
bisa membantu mengetahui psikologis pasar.
6. Di Poker sangat dibutuhkan money management. Di saham sebenarnya
money management sangat dibutuhkan juga walau suka diabaikan oleh
kebanyakan pemain.
7. Di Poker tidak ada bermain margin, harus full margin, sehingga
kerugian maksimum hanya sebatas dana yang dimiliki. Di saham bisa
bermain dengan margin sehingga risk nya bisa lebih besar dari
kemampuan yang dimiliki orang tersebut.
8. Di Poker dan Saham, sama-sama bisa memberikan keuntungan sama-sama
bisa memberikan kerugian.
9. Di Poker dan Saham, sama-sama bisa membuat orang kecanduan, dan
bisa juga tidak membuat kecanduan. Tergantung orangnya.
10. Di Poker bisa dijadkan mata pencaharian, di saham juga bisa
dijadikan mata pencaharian.
11. Di Poker bisa hanya dijadikan sarana hiburan saja, di saham bisa
juga dijadikan sarana hiburan saja.
12. Di Poker kalau ada pihak yang menang maka akan ada pihak yang
kalah. Di saham juga demikian kalau ada yang profit akan ada yang
merugi pada akhirnya.

Nah, apakah setelah melihat poin-poin tersebut lalu kita bisa
mengatakan bahwa bermain Poker juga bisa tidak judi kalau cara
bermainnya dengan memakai perhitungan2 cermat, melakukan money
management dengan baik, dan orangnya bisa mengontrol diri dengan baik?

Saya maklum tidak banyak yg tahu soal Poker sehingga tidak pernah
berpikiran bahwa di poker pun ada hitungan dan analisa2nya kalau mau
pintar bermain. Saya berhasil membuat chip saya dari 1000 jadi lebih
dari 1.000.000 karena menggunakan strategi, perhitungan2, dan money
management yang baik. Saya bermain poker hanya untuk hiburan saja
bukan untuk matapencaharian seperti di saham. Saya main di saham juga
untung lumayan besar dengan memakai cara-cara yang sama. 

Mungkin ada beberapa rekan yang bertanya-tanya, kenapa sih soal saham
itu judi atau tidak pakai dibahas segala?

Hal ini sebenarnya sangat penting sekali. Karena, kalau memang itu
judi, atau bisa dibuat jadi tempat perjudian, atau mengandung unsur
perjudian, mengapa main saham dibolehkan oleh pemerintah?
Kalau memang trading saham itu judi, kenapa masih dibolehkan oleh
Bapepam. Khan bisa saja Bapepam keluarkan aturan boleh membeli saham
tapi tidak boleh menjualnya dalam kurun waktu minimal 1 tahun. Dengan
aturan ini khan bisa membuat orang terpaksa harus sangat hati2 membeli
saham karena tidak boleh dijual dalam kurun waktu satu tahun.

Merokok itu dapat menyebabkan kanker, mengganggu kesehatan jantung
dst...dst... dst. Di dalam beberapa ajaran agama juga dianjurkan bahkan
ada yang mengatakan merokok itu perbuatan dosa. Tapi lucunya penjualan
rokok dibolehkan, sampai anak SD pun pada sudah merokok. Alasan
pemerintah atau orang-orang yang mendukung industri rokok karena
industri rokok memperjakan tenaga kerja yang banyak dan juga memberi
pemasukan yang besar bagi negara dari cukai rokok.

Saham pun juga demikian, memberikan andil bagi pemasukan negara dan
alasan-alasan lainnya.

Bagaimana dengan kasino? Kasino atau perjudian yang dilegalkan juga
bisa menyerap tenaga kerja yang banyak dan bisa menjadi sumber
pemasukan negara yang besar seperti layaknya legalisasi perjudian di
negara-negara seperti Malaysia, Amerika, China, dst. Kasino yang
ditata dengan baik dalam bentuk resort akan juga bisa mengundang turis
yang pada akhirnya menjadi sumber pemasukan devisa negara. Di Amerika,
justru lotere yang diselenggarakan oleh pemerintah, penghasilannya
digunakan untuk dana pendidikan sehingga masyarakatnya makin pintar
dan pendidikannya makin maju disana.

Konsistensi pemerintah dan juga lembaga lainnya sangat dibutuhkan
dalam melihat banyak hal. Kalau merokok yang bisa bikin kecanduan dan
jelas2 merusak kesehatan dan saham yang judi boleh dan dilegalkan di
Indonesia karena disisi lain bisa memberikan keuntungan bagi negara,
kenapa kita tidak mulai memikirkan juga untuk melegalkan kasino di
Indonesia yang bisa jadi sumber devisa dan pemasukan negara dari pajak
serta bisa menyerap tenaga kerja yang banyak.

catatan:
Penjelasan lengkap tentang bagaimana mana saya menunjukkan bahwa
investasi/main saham itu adalah judi, masih akan saya paparkan di
posting tersendiri.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu





      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke