Hehehe jelas lah, segala hal yg tidak pasti dalam hidup ada judi pak (atau kata halusnya 'bunga kehidupan' setiap langkah/keputusan yg kita ambil akan membawa kita ke suatu arah dengan faktor + maupun - nya. Anda jual-beli rumah juga akan membawa anda kepada kemungkinan2 yg bisa membuat anda 'untung' ataupun 'rugi'.
Apakah dalam berinvestasi di bidang saham anda punya keinginan agar orang lain rugi? Kalau saya tidak. Apakah dalam berjudi di kasino sang bandar ingin mencelakai anda? tentu tidak dia hanya ingin untung. Kalau anda rugi ya karena anda tidak tahu cara memanage tindakan anda. Kalau anda tahu cara bermain poker yg benar tentu akan selalu menang, makanya professional poker player dilarang main di kasino karena pemilik kasino tahu bahwa dia pasti kalah. Kalau kriteria anda berjudi : tapi kalau sudah berkumpul, bertransaksi dan keduabelah pihak sudah ada niat saling menjatuhkan, berbuat curang dan berusaha dengan sengaja merugikan pihak lawannya, ya...itulah yang saya pikir JUDI. Wah berarti olimpiade merupakan ajang judi terbesar di dunia dong kan para olahragawan saling berusaha menjatuhkan lawan ataupun mengungguli lawan kadang dengan cara curang (doping dll). Curang pun apa batasan curangnya kan. Kalau menurut saya sih yg paling beresiko ya manusianya itu sendiri, bagaimana dia berpikir dan mengontrol dirinya lah yg merupakan faktor terbesar apakah dia akan happy/untung ataupun sad/rugi. Kecanduan adalah faktor terburuk yg bisa menimpa anda, bahkan kecanduan ngupil pun bisa membawa sengsara bagi diri. Kalau menurut saya sih ya jalani aja hidup kenapa musti dipusingkan oleh yg remeh-temeh macam ini? Saya paling suka hidup yg simple dan sederhana, hidup itu pendek (karena tidak ada yg tahu kapan mereka akan 'lewat') so enjoy it lakukan yg terbaik, itu aja. Kalau memang mudah kenapa dipersulit? ... ----- Original Message ----- From: TerryAstradika To: [email protected] ; Milis J-CLUB ; Milis OB Sent: Wednesday, November 21, 2007 1:33 PM Subject: Re: [saham] Investasi/Main Saham = Berjudi -- perspektif agama ku (cmiiw) wah! saya sendiri bingung euy!! ok dari pandangan agama saya, bahwa apabila ada dua/lebih berkumpul mengadakan sesuatu transaksi dan salah satu pihak untung dan lainnya merasa dirugikan, maka kedua pihak tersebut dinyatakan berjudi. di pasar modal, ketiga syarat tersebut memenuhi: 1. dua/lebih berkumpul mengadakan satu/lebih transaksi 2. salah satu pihak untung 3. pihak lainnya (merasa) dirugikan hihihi..jadi emang pasar modal tuh = JUDI. mengapa saya memandang dari perspektif agama, krn kalu memang itu judi, keuntungan yang saya dapatkan adalah keuntungan judi, rejekinya tidak berkah ujung2nya mo dipake utk apapun PASTI dikemudian hari akan timbul masalah krn tidak maslahat --> mubazir bahkan merugikan si pemegang. saya selain di pasar modal juga di jual beli rumah, beli rumah *jelek*, didandani jadi bagus, terus dijual lagi dengan harga lebih tinggi. suatu saat pelanggan ada yang berminat membeli rumah yang saya tawarkan, maka terjadilah transaksi jual-beli rumah tsb. oke kita bermain angka sekarang: 1. Harga rumah lama (jelek) = Rp. 100 juta 2. Cost Dandani rumah jelek jadi layak = Rp. 20 juta 3. Harga rumah layak ditawarkan = Rp. 175 juta 4. Harga laku (transaksi jual-beli) = Rp. 160 juta 5. Profit yang saya terima = Rp. (160 - (100+ 20 )) juta = Rp. 40 juta (HALAL) dua bulan kemudian, si pembeli langganan saya, berniat menjual rumahnya kembali karena butuh uang untuk biaya rumah sakit ibunya, taruhlah karena keterdesakan kondisi akhirnya dia tawarkan dengan harga miring Rp. 125 juta agar rumah cepat terjual dan memang terjual ke orang lain (wong harganya miring). tentunya menurut pandangan jual-beli ybs rugi Rp. (160 - 125) juta = Rp. 35 juta dalam masa dua bulan setelah transaksi jual beli antara saya dan pelanggan saya tsb bisa dikatakan profit yang saya dapatkan HALAL, namun setelah masa tersebut ternyata pelanggan saya harus menjual di bawah harga belinya dan harus menanggung kerugian 35 juta, apakah saat si bersangkutan mengalami kerugian tsb, profit saya dikatakan profit dari judi karena 3 syarat tsb di atas terpenuhi? ---------------------------------------------------------------------------------------- 1. dua/lebih berkumpul mengadakan satu/lebih transaksi 2. salah satu pihak untung 3. pihak lainnya (merasa) dirugikan ---------------------------------------------------------------------------------------- jadi jual beli rumah pada kondisi di atas = JUDI...wah usaha apa lagi dong saya sekarang.. apakah setelah pihak kedua dinyatakan rugi (dengan suatu / kondisi apapun), maka transaksi tsb disebut JUDI??? 1. kalu kita lihat disini bahwa, saya (PIHAK-1) sudah sangat memperhitungkan cost dan risiko saat membeli rumah jelek tersebut beserta peluang profit saat dijual kembali apabila setelah direnovasi dgn biaya seefisien mungkin. 2. namun pelanggan saya (PIHAK-2), memang krn keterdesakan / ketidaktahuan akan masalah yang akan terjadi yang berakibat ybs harus merugi. dalam pasar modal: PIHAK-PIHAK yang merugi ini, sebenarnya tidak memikirkan resiko yang harus ditanggungnya, belum memperhitungkan cara BERMAIN yang benar, belum punya ILMU yang baik guna pengelolaan aset / modal yang ybs miliki. seingat saya dalam satu buku yang pernah saya baca, dikatakan bahwa: INVESTASI / MAIN SAHAM itu tidak beresiko, justru yang beresiko itu adalah PEMAINNYA, karena ga punya ilmunya. sori panjang, mo disingkat juga bingung cara nyinkatnya, ya akhirnya sikat aja...hahaha... satu hal yang bisa saya lihat dari pernyataan Bung IAN bahwa apapun instrumennya, apakah PASAR MODAL, BURSA PROPERTI, PASAR UANG, PASAR TRADISIONAL, semua kalau dilihat secara perbandingan sama ada ilmunya, ada tatacara mainnya, ada yang dipake sekedar hiburan, ada money managementnya, dan selama kita BERNIAT BAIK dalam PERMAINANNYA dan tidak ada unsur tipu menipu dan saling menjatuhkan pihak lain, saya pikir bukan JUDI. tapi kalau sudah berkumpul, bertransaksi dan keduabelah pihak sudah ada niat saling menjatuhkan, berbuat curang dan berusaha dengan sengaja merugikan pihak lawannya, ya...itulah yang saya pikir JUDI. Jangan melihat kesamaannya, TERGANTUNG NIATNYA BOS..!!! masih bingung nih..tolong dikoreksi atau dikomentari..CMIIW ciao! salam cuan selalu.. gambler <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Semua dalam kehidupan adalah judi, yg bukan judi hanya kematian. Apakah sudah pasti anda bisa menarik nafas kedua setelah membaca postingan ini? Apakah sudah pasti anda bisa bangun esok pagi? Petani menanam padi juga berjudi, kalau berhasil dia bisa panen kalau gagal (hama, banjir, badai dll) ya dia rugi waktu, modal, tenaga, dll. Take it easy don't make life more complicated than it should be. ...
