Cars that Run on Air: The MiniCAT and CityCAT by MDI      The auto industry 
is bracing itself for its biggest shift since Henry Ford used an assembly line 
to roll out Model Ts. The race to develop and implement a new kind of fuel - 
both nvironmentally-conscious and affordable - has been going on for years now, 
but we’re still a while away from a full-scale gasoline overhaul. 

  176 days ago in Auto show|Car show · Authority: 67 
  
   Tata Motors' air-powered car -- green portfolio candidate      Filed under: 
Products and services, Launches, IndiaTata Motors Ltd. (NYSE:TTM), the Indian 
motor vehicle giant, is bringing to market a new car that could find a warm 
fuzzy home in the hearts of green drivers. The Air Car uses compressed air to 
drive its pistons. 

  187 days ago by Bloggingstocks in BloggingStocks · Authority: 2,390 
  
  View all » 
  Videos about citycat   
   
   
   
  Di India ( Join dgn France) ada mobil pakai bahan bakar udara biayanya juga 
murah
  Kalau ada yg import mungkin laku keras, tapi ukurannya masih kecil, mungkin
  untuk ganti bajaj bagus kali ngak polusi udara & suara.
   
  
   
  Yg ini made in France, modelnya bagus, mudah2an ada yg import/ assembling
  di Indonesia

Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Terima kasih untuk memulainya dari Jakarta sehingga saya sudah bisa
turut menikmati mulai bulan April 2008 ini. Saya rela mengeluarkan
uang Rp3000 per liternya demi lingkungan yang lebih bersih dan juga
tentunya jauh lebih murah dari harga BBM nantinya.

Adalah wajar suatu teknologi yang baru akan mulai dimanfaatkan secara
bertahap dan terbatas sambil nantinya dibuatkan yang massalnya.

Maju terus Indonesia!

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Jawa Pos
Jumat, 30 Nov 2007
Siapkan Produksi 10 Liter per Detik

Bahan bakar murah yang ditemukan Joko Suprapto segera diproduksi
masal. Setidaknya, warga Jakarta dan sekitarnya bisa segera
menikmatinya pada April 2008.

Saat ini, tim pengembangan bio energy rendah emisi itu sedang
menyiapkan insfrastruktur produksi dengan kapasitas 10 liter per
detik. "Kami ingin secepatnya. Istilahnya, netesnya (sementara untuk)
orang Jakarta itu April (2008)," kata Heru Lelono, staf khusus
Presiden SBY.

Kapasitas produksi itu, menurutnya, setara dengan produksi kilang
minyak Pertamina sebesar 5.000 barrel per hari. Bahkan, kilang minyak
Pertamina tidak ada yang memiliki kapasitas sebesar itu. Adapun
lokasinya dipusatkan di Cikeas, Bogor. Peletakan batu pertama
pembangunannya dilakukan SBY beberapa hari lalu.

Namun, lanjut Heru, tempat itu bukan dimaksudkan sebagai lokasi
industri. Melainkan, lebih sebagai taman teknologi. Tujuannya, sebagai
pusat pengembangan blue energy. "Jadi, kalau ingin membuat kapasitas
produksi yang lebih besar, kita melatih dulu operator-operatornya di
tempat itu," lanjutnya.

Ke depan, kata Heru, bahan bakar blue energy itu akan sangat membantu
bangsa Indonesia bangkit dari keterpurukan. Sebab, dapat menghemat
pengeluaran negara akibat subsidi BBM yang mencapai ratusan triliun
per tahun. Ini dengan asumsi harga minyak dunia mencapai USD 90 ribu
per barrel.

"Negara tidak harus mengeluarkan biaya lagi untuk subsidi. Paling
tidak separonya, sekitar Rp 50 triliunlah," kata Heru sebelum kembali
meneruskan perjalananya sekitar pukul 10.00.

Sementara itu, Joko Suprapto mengungkapkan, blue energy bisa murah
karena teknologi listrik yang murah pula. "Yang utama harus ada
listrik murah. Kalau tidak, sama saja. Sebab, energi untuk membuat
blue energy ini sangat besar," ungkapnya.

Joko mengaku, saat ini bisa menghasilkan blue energy dengan harga
sekitar Rp 3.000 per liter untuk setiap bahan bakar pengganti.
Termasuk premium dan solar. "Kalau minyak tanah sekitar dua ribuan
tanpa subsidi," jelasnya.

Harga itu jauh lebih murah dibanding dengan harga BBM saat ini. Yakni,
Rp 4.500 per liter untuk bensin dan Rp 2.500 untuk minyak tanah.
Padahal, harga tersebut sudah termasuk subsidi dari pemerintah.

Menurut Joko, beberapa bagian infrastruktur pembangunan taman
teknologi di Cikeas itu disiapkan dari laboratoriumnya di Ngadiboyo,
Rejoso. April 2008, produksinya ditargetkan bisa mencapai sepuluh
liter per detik. "Saat ini tengah dikerjakan. Kalau sudah siap nanti
dibawa ke Jakarta," terang Joko.

Dari pantauan Radar Kediri, persiapan tersebut dilakukan di sebuah
lahan tak jauh dari rumah pemilik dua stasiun radio FM itu. Kemarin,
para pekerja tampak sibuk mengerjakan berbagai keperluan. "Casing
mesinnya pekerja yang membuat. Tapi, nanti, isinya saya yang merangkai
sendiri," kata penggemar wayang kulit itu. (jie)

Blue Energy Temuan Joko
- Bahan dasar air (pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min)
- Bisa dipakai untuk pengganti solar, bensin, avtur, maupun minyak tanah.
- Rendah emisi dan irit
- Murah, Rp 3.000 per liter
- Pusat produksi di Cikeas, Bogor 



                         

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke