Menurut saya Pak Djoko harus:
  1. membuat surat kontrak yg legal dengan investor untuk membuat joint venture
  2. keamanan keluarga (anak, istri, bapak, ibu, mertua, etc) diutamakan 
dahulu, harus dijaga dengan gabungan PASPAMPRES + AL + AU + AD --> supaya tidak 
mudah disuap
  3. mendirikan pabrik dengan duit dari investor tersebut
  4. 50% domestic : 50% di export hasilnya
   
  Dengan begitu tidak ada lagi alasan dunia luar bilang bahwa itu hasil temuan 
mereka ...
  Sehingga negara Indonesia bisa kaya ...
   
  Bayangkan duit trilliunan dolar, IHSG pun bisa ke arah 5.000 tuh even 10.000
   
  Tapi karena kepentingan negara US dan Arab terus terang saya 10000% pesimis 
pemerintah Indonesia bisa menggolkan tersebut

  
Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Joko Suprapto harus segara mendirikan perusahaan dan mematenkan secara
internasional. Sudah layaknya dia menjadi orang superkaya atas
penemuannya ini. Kalau perlu nanti perusahaannya go public supaya saya
bisa ikutan investasi di saham tersebut...:)

Pemerintah harus memperhatikan hal tersebut. Pemerintah harus membantu
Joko Suprapto untuk mematenkan hal ini secara internasional. Karena,
setiap pemasukan uang hasil teknologi yang diterima oleh Joko Suprapto
dari dunia internasional, 30% nya akan menjadi pemasukan pemerintah
dari PPh atas Joko Suprapto....:)

Terkadang memang suka sulit membedakan antara orang gila dengan orang
jenius....:)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu 

Jawa Pos
Selasa, 04 Des 2007
Sempat Dianggap Gila

Nama Joko Suprapto mendadak jadi perbincangan. Ini setelah blue energy
temuannya menarik perhatian hingga dikampanyekan Presiden SBY.
Penemuan bahan bakar alternatif berbahan dasar air itu akan
dipresentasikannya dalam konferensi PBB tentang perubahan iklim yang
kini sedang berlangsung di Bali. Berikut petikan wawancara dengan
warga Ngadiboyo, Rejoso, Nganjuk itu.

T: Apa yang Anda lakukan di Bali?
J: (Tanpa banyak bicara dia menyodorkan lembaran naskah pidato
berbahasa Inggris). Ini, saya sebenarnya tidak usah maju saja. Tapi
bagaimana lagi.

T: Mengapa selama ini Anda tertutup terhadap penelitian blue energy?
J: Belum saatnya saja.

T: Apa prinsip utama penemuan itu?
J: Pemisahan H plus dan H2 min dengan bantuan katalis-katalis dan
proses tertentu sampai menjadi bahan bakar dengan jumlah ikatan karbon
tertentu. Begini, ada C-C (karbon-karbon, Red) yang bergandengan,
pacaran. Lalu kita ganggu, bagaimana kalau orang pacaran diganggu?

T: Apa bahan dasarnya?
J: Air. Air tanah juga bisa, tapi kasihan warga karena harus nyedot
dari bumi. Paling bagus air laut.

T: Lalu, kapan penelitian dimulai? Di mana?
J: Sekitar 2001, ya di rumah saya, Ngadiboyo sana. Tahun 2005 itu
sudah selesai, tapi masih perlu penyempurnaan

T: Dapat ide dari mana?
J: Dalam Alquran itu semua yang ada di bumi bermanfaat bagi kehidupan
manusia.

T: Apa kendalanya selama meneliti?
J: Banyak sekali, terutama semua orang menganggap saya gila, tidak
waras lagi. Tidak ada yang percaya penelitian ini akan berhasil.
Termasuk para akademisi, teman-teman saya dan semuanya.

T: Dari pihak keluarga juga?
J: Iya, terus terang saja saya berkali-kali mau cerai dengan istri
gara-gara penelitian ini. Tapi alhamdulilah saya pertahankan sampai
sekarang

T: Anda mendapat biaya dari mana?
J: Awalnya biaya sendiri. Pokoknya habis-habisan saya. Seluruh isi
rumah saya yang saya kumpulkan sebelumnya seperti keluar semua,
sertifikat di Pegadaian. Semua pokoknya.

T: Apa yang membuat Anda yakin akan berhasil?
J: Penemuan ini sangat bisa diilmiahkan, ada rumusnya. Kalau barang
nyata kenapa tidak bisa?

T: Bagaimana penelitian ini sampai ke Presiden SBY?
J: Setelah penelitian selesai, saya dulu sudah menghasilan produk.
Kemudian bertemu dengan Bapak Presiden di Jakarta sekitar Februari
2006. Semua orang selalu menganggap saya gila. Tapi Bapak Presiden
tidak sama sekali. Selanjutnya penelitian ini diteruskan untuk
disempurnakan dan jadilah seperti sekarang. (jie)



                         

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke