grup ECONIT dan ekonom "Indonesia Bangkit" adalah para ekonom aliran KIRI ... agak-agak sosialis gituuu .. dan kelihatan dari dulu ANTI-MARKET, ANTI-KAPITALISME ... dan suka dengan jargon2 orang2 neo-marxis.
Tentu saja mereka seneng kalau market amburadul .... soalnya tujuan politis mereka akan lebih mudah tercapai kalau ada KRISMON lagi. MR_W4W --- In [email protected], "Irawan Sudarman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > tidak mengacu ke econit ini, karena faktanya saya tidak tahu,, > tapi, kalau udah masalah duit, kebanyakan orang2 (bayaran) biasanya udah ga > punya malu dan tegaan, pak. > entah itu melalui korupsi, bohong, intimidasi, nipu, memeras atau apalah.. > > > On Jan 26, 2008 8:39 PM, Harsito ismu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Tanggapan saya; > > > > Saya kok kurang mengerti dengan tulisan ini, > > seharusnya econit sebagai lembaga indepandent, membuat > > tulisan yang netral tidak tendensius seperti ini. > > Hampir seluruh ahli2 ekonomi baik dari luar atau dalam > > negeri membuat analisis bahwa ekonomi indonesia > > cukup....sekali lagi cukup bagus di thn 2008 ini > > (tidak bagus2 sekali memang). Tapi ini kok, nada nya > > sumbang sekali. Terus di tulis nya pas kondisi JSX > > penuh ketidakpastian. > > > > Saya malah menjadi kuatir, jangan2 econit punya misi > > tersendiri dengan harga2 saham di JSX. Atau jadi > > corong promosi nya bandar tertentu. > > Kalau nanti taruhlah, JSX hasil akhirnya ternyata > > cukup, cukup saja seperti yg diramalakan. Apa enggak > > malah malu itu econit yg bikin ramalan2 spt itu? > > > > cheers, > > > > > > --- BI9 80SS <[EMAIL PROTECTED] <bi98oss%40yahoo.com>> wrote: > > > > > 16/01/08 11:56 > > > Econit: Ekonomi Indonesia 2008 Hadapi "Awan > > > Mendung" > > > Jakarta (ANTARA News) - Lembaga riset ekonomi Econit > > > Advisory Group mengingatkan bahwa ekonomi Indonesia > > > menghadapi "awan mendung" pada tahun 2008. > > > > > > "Tidak berbeda dengan kondisi sebelum krisis > > > 1997/1998 yang ditandai dengan munculnya berbagai > > > resiko, akan merupakan awan mendung bagi ekonomi > > > Indonesia," kata ekonom Econit, Rizal Ramli, ketika > > > menyampaikan Economic Outlook 2008 di Jakarta, Rabu. > > > > > > Menurut dia, jika terjadi goncangan, baik domestik > > > maupun eksternal, awan mendung itu bisa terakumulasi > > > mengakibatkan instabilitas ekonomi dan sosial. > > > > > > "Jika kita membandingkan kondisi sebelum krisis > > > ekonomi dan politik tahun 97/98 dengan saat ini > > > (2008), sulit untuk tidak menarik kesimpulan bahwa > > > berbagai faktor pemicu krisis muncul dengan besaran > > > yang berbeda-beda," kata Rizal. > > > > > > Menurut dia, saat ini terjadi kontradiksi kinerja > > > indikator finansial yang sangat baik (finansial > > > bubble), sementara di sisi lain terjadi perlambatan > > > sektor riil dan percepatan deindustrialisasi sektor > > > manufaktur. > > > > > > Perbaikan kinerja indikator finansial sangat > > > vulnerable (rapuh) jika tidak didukung oleh > > > perbaikan produktivitas, daya saing dan investasi > > > riil, karena yang terbentuk akhirnya hanya balon > > > finansial yang akan terus menggelembung sebelum > > > akhirnya kempes secara perlahan atau mendadak. > > > > > > Jika balon finansial itu kempes secara perlahan, > > > ekonomi akan mengalami soft landing dengan dampak > > > relatif minimum. Tetapi jika balon finansial > > > tersebut kempes mendadak akibat shock internal > > > maupun eksternal maka ekonomi akan mengalami hard > > > landing dengan dampak yang lebih luas dan kompleks. > > > > > > Menurut Rizal, penyebab utama kontradiksi sektor > > > finansial dan riil adalah derasnya aliran modal > > > global dalam bentuk hot money ke negara-negara > > > berkembang Asia termasuk Indonesia. Sampai November > > > 2007, jumlah dana asing di instrumen finansial > > > Indonesia mencapai sekitar Rp891 triliun. > > > > > > Goncangan baik karena faktor eksternal maupun > > > domestik, dapat berakibat terjadinya arus balik hot > > > money dan terkoreksinya balon finansial. > > > > > > Indonesia sangat rentan terhadap shock karena > > > sejumlah faktor. Faktor itu adalah peningkatan > > > ekspor dan cadangan devisa hanya ditopang kenaikan > > > harga komoditi internasional dan aliran hot money. > > > Peningkatan itu tidak diikuti dengan peningkatan > > > daya saing ekspor atau peningkatan aliran investasi > > > langsung. > > > > > > Faktor lainnya adalah pertumbuhan sektor perbankan > > > yang semu. Net interest margin perbankan pada 2007 > > > sangat besar mencapai 5,7 persen, namun tidak > > > didukung oleh perbaikan kinerja fundamental seperti > > > peningkatan penggunaan kredit. > > > > > > Econit juga mengungkapkan mulai adanya kelebihan > > > pasokan di sektor properti komersial. Suplai sektor > > > properti tidak diikuti dengan kenaikan permintaan. > > > > > > Faktor yang juga menyebabkan Indonesia rawan > > > guncangan adalah kenaikan harga saham yang melebihi > > > kinerja fundamental dari emiten di pasar modal. > > > > > > Rekam jejak (track record) pemerintah yang buruk > > > dalam meredam gejolak harga kebutuhan pokok dan > > > dinamika politik domestik yang mulai meningkat lebih > > > awal dari dugaan, juga menjadi faktor penyebab > > > Indonesia rawan guncangan. > > > > > > "Berbagai faktor/resiko itu merupakan awan mendung > > > bagi ekonomi Indonesia. Jika terjadi guncangan baik > > > domestik maupun eksternal, awan mendung itu bisa > > > terakumulasi mengakibatkan instabilitas ekonomi dan > > > sosial," tegas Rizal Ramli.(*) > > > > > > > > > > > > Copyright (c) 2008 ANTARA > > > > > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > > Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. > > > > __________________________________________________________ > > Never miss a thing. Make Yahoo your home page. > > http://www.yahoo.com/r/hs > > > > > Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
