Sebuah perusahaan penjamin pelaksana emisi hanya mengalokasikan sedikit saham perdana kepada investor ritel karena terkait risiko yang harus ditanggungnya.
Vice President Danatama Makmur Vicky Ganda Saputra mengatakan, tidak adanya jaminan berapa banyak saham yang akan dibeli investor ritel menjadi risiko bagi penjamin emisi. Sementara investor institusi biasanya menyatakan komitmennya membeli saham dalam jumlah tertentu. Minimnya alokasi saham perdana kepada investor ritel telah menutup ruang bagi masyarakat luas untuk berinvestasi di pasar modal. Tidak heran, dalam lima tahun terakhir, jumlah investor pasar modal Indonesia tidak beranjak dari angka sekitar 250.000 investor atau hanya 0,22 persen dari jumlah angkatan kerja Indonesia pada Februari 2008 yang mencapai 111,48 juta jiwa. Padahal, di Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, rasio investor pasar modal dan angkatan kerjanya sudah berada di atas angka 40 persen. Minimnya alokasi saham perdana untuk investor ritel juga mengakibatkan saham yang akan diperdagangkan di bursa menjadi tidak merata. Tidak terdistribusi secara luas. Analis Independen-Aspirasi Indonesia Research Institute (AIR Inti), Yanuar Rizky, mengatakan, kondisi seperti itu rentan menimbulkan manipulasi pasar. Transaksi jual-beli saham yang terjadi sering kali menjadi semu karena adanya konspirasi di antara para pemegang saham mayoritas. Pihak-pihak yang bersekongkol itu, lanjut Yanuar, akan dengan mudah menyetir harga saham. Saham akan dinaikkan, diturunkan, atau ditahan pada harga tertentu, bergantung pada strategi yang mereka jalankan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Dalam istilah pasar modal, praktik ini disebut dengan cornering the market (mendikte atau menyudutkan pasar). Adapun saham yang dipermainkan itu di Indonesia dikenal dengan saham gorengan. Ketika mudah didikte, harga sebuah saham bukan refleksi dari kondisi fundamental dan teknikal saham tersebut. Hal itu juga tidak mencerminkan kekuatan penawaran jual dan penawaran beli sebuah saham. Kondisi ekonomi, sosial politik, dan keamanan negara baik regional maupun global yang memiliki korelasi dengan saham tersebut pun tidak terwakili. Bursa tempat saham tersebut diperdagangkan pun tidak layak dikatakan sebagai bursa yang wajar, teratur, dan efisien, melainkan bursa yang spekulatif. Sebaliknya, apabila distribusi saham lebih merata dan berimbang, praktik cornering the market relatif sulit dilakukan. Hal itu berarti mendikte lebih banyak pihak dan itu jauh lebih rumit. Di sini, salah satu prinsip good market governance dapat dijalankan, yaitu membatasi ruang spekulasi semaksimal mungkin dan menutup kemungkinan konspirasi dari pihak mana pun. Sayang, otoritas bursa kita selama ini seperti tutup mata, kata Yanuar. Kondisi bursa Indonesia yang masih belum dapat menjamin terlaksananya perdagangan yang bersih dan teratur membuat banyak calon investor ketar-ketir dan pikir-pikir lagi untuk berinvestasi di pasar modal. Bahkan, bukan tidak mungkin mimpi otoritas pasar modal Indonesia meningkatkan jumlah investor menjadi dua juta orang hanya akan menjadi sekadar mimpi. -- Immigrate to Canada? Find out if you qualify, please contact: PT Visi IndoCanada (Jakarta) (021) 830-6585 / 830-6715 email: mailto:[EMAIL PROTECTED] or Surabaya Office: (031) 501-3570 / 0852 3008-3510, mailto:[EMAIL PROTECTED] ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
