Pak Ferry, Pada dasarnya, ketika kita membeli saham, kita membeli masa depan, kita membeli prospek di masa mendatang. Data berdasarkan laporan keuangan ada data masa lalu alias sudah terjadi. Apa yang sudah terjadi, bisa kita jadikan dasar untuk membuat perkiraan di masa mendatang.
Selain itu, kita juga melihat prospek bidang atau sektor industrinya. Untuk sektor property, salah satu yg perlu diperhatikan adalah landbank yang dimiliki atau rencana2 pembangunan berikutnya apakah lokasinya termasuk yg menjanjikan alias prospektif. Semakin prospektif lahannya atau property yg sedang dibangun, maka nilai PBV nya sewajarnya bisa semakin tinggi. Tentunya juga harus dilihat time frame nya. Kalau masih lama, tentunya investor juga akan mendiskon soal waktu itu ke harga sahamnya. Sekedar contoh Ciputra World lagi mulai dibangun di daerah segitiga emas Jakarta. Dari sisi lokasi, jelas sangat prospektif. Dari sisi sini harusnya sih PBV nya bisa antara 1-2x. Hanya saja, saat ini kondisi dan situasi ekonomi kita sedang masuk tahap hati2 dikarenakan inflasi yg tinggi bukan karena demand push inflation tapi karena cost push inflation. Selain juga perlu diketahui berapa tahun lagi baru ciputra world itu bisa selesai. Kalau masih lama, tentunya pemain saham akan mendiskon nilainya. Saat ini BI mulai menaikkan suku bunganya. Tingkat suku bunga pinjaman pun mulai merangkak naik. Hal inilah yg mungkin membuat sektor property di bursa kita didiskon nilai PBV nya oleh para pemain saham karena mungkin saja para pemain saham itu melihat nilai aset perusahaan yg menurun karena harga pasar propertinya juga ikut menurun setidaknya penurunan dari sisi demand. Tidak ada cara lain yg lebih baik untuk menilai harga saham perusahaan property selain dengan menghitung ulang harga2 aset perusahaan itu hingga bisa melihat harga wajar dari nilai bukunya. Baru setelah itu, melihat kembali kinerja perusahaan dari sisi EPS nya. Barulah kemudian menentukan harga wajar sahamnya dengan memperhatikan prospeknya dimasa mendatang. Ketika pasar property sedang bullish, maka nilai asetnya juga akan ikut naik, karenanya PBV nya jadi tinggi pada saat bullish. Tapi, pada saat pasar property sedang mengalami tekanan, maka nilai asetnya pun juga akan jadi terdiskon sehingga nilai PBV nya pun juga akan ikut kena dampak terdiskon oleh pasar. Satu perusahaan properti bisa punya patokan PBV atau pun PER dengan perusahaan properti lainnya yg tidak sama karena masing2 memiliki potensi aset yg berbeda. catatan: Setiap sektor bisnis usaha bisa punya cara2 berbeda dalam mecoba menghitung valuasinya. Cara menilai perusahaan properti akan berbeda dengan cara menilai perusahaan banking, beda pula dengan perusahaan tambang, maupun perkebunan. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu --- In [email protected], Ferry Wachjudi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bang, > > dlm keadaan normal harga saham dibanding BV, rationya berapa untuk perusahaan properti? > > Thanks & Rgds, > Ferry W. > > > > ----- Original Message ---- > From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Thursday, July 10, 2008 9:09:23 PM > Subject: [saham] Re: BV CTRA, CTRP, CTRS > > > BV dan EPS, keduanya sama2 penting. > Yang tidak kalah pentingnya dari BV dan EPS adalah > growth. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > > --- In [EMAIL PROTECTED] com, Ricky Dahlan <er_dahlan@ ..> wrote: > > > > Terima kasih Bang IAN, lalu mana yang lebih penting BV dengan PER? > > > > Thanks and Jabat Erat > > > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
