Dirut BEI Minta Investor Tak Panik 

JAKARTA - Tak ada tanda-tanda sektor finansial akan kembali bangkit.
Kemarin, sentimen bearish berlanjut di pasar saham. Sementara di pasar
valas, rupiah belum menunjukkan tanda-tanda penguatan. 

Dari lantai bursa, indeks harga saham gabungan (IHSG) terpangkas 73,7
poin (3,76 persen) menuju level 1.885,043. Kelompok 45 saham unggulan,
indeks LQ 45, tersaruk-saruk menuju 379,41 atau terkoreksi 18,373 poin
(4,62 persen). Sebanyak 186 saham anjlok harganya. Hanya ada 29 saham
yang naik, sementara 42 saham lainnya stagnan.

Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mengemukakan, investor
semestinya tidak perlu panik dengan kondisi tersebut. "Ini fenomena
global biasa," ujarnya di Gedung BEI kemarin (10/9).

Dia menilai, kejatuhan indeks di bursa tanah air masih lebih baik
dibandingkan bursa-bursa regional yang terperosok lebih dalam. "Saya
menilai tak ada masalah dengan fundamental emiten-emiten. Jadi, ini
murni faktor eksternal seperti inflasi dan melemahnya rupiah. Tekanan
global juga berperan," paparnya. 

Investor, kata dia, mengalami panic selling melihat kondisi global,
terutama tren pelemahan harga minyak mentah. Tekanan jual itulah yang
lantas memerosokkan harga saham. Dipelopori investor asing, investor
lokal juga ikut melepas sahamnya. 

Padahal, Erry menilai, investor lokal semestinya memanfaatkan momentum
koreksi harga saham dengan mengoleksinya. "Jangan nanti investor asing
masuk dulu, baru yang lokal ikut masuk. Yang dapat untung tinggi malah
asing," jelasnya. "Investor semestinya berpikir long term. Namanya
investasi, visinya harus long term," imbuhnya. 

Investor, kata dia, mesti cermat dalam mengambil peluang saat kondisi
bearish saat ini. "Analisis industrinya, kan masih banyak yang bagus,"
ujar Erry.

Posisi indeks kemarin adalah yang terburuk sejak April warsa lalu. Pada
3 April warsa lalu, indeks berada pada posisi 1.894,57. Ini merupakan
koreksi terbesar di Asia. (eri/sof)



------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke