Loh, bukannya panik, cuman DIRUT BEI tidak memegang konsekuensi akan
kata-katanya, dan lebih banyak info dan himbauannya teraja lebih menjebak
investor,..

Cth, indeks dia prediksi 3000 sampai akhir tahun..sepertinya tanda-tanda
kesana belum ada, belum tau anati atau bulan2 berikutnya

Peace

Jonny


2008/9/10 Newsmaster <[EMAIL PROTECTED]>

>   Dirut BEI Minta Investor Tak Panik
>
> JAKARTA - Tak ada tanda-tanda sektor finansial akan kembali bangkit.
> Kemarin, sentimen bearish berlanjut di pasar saham. Sementara di pasar
> valas, rupiah belum menunjukkan tanda-tanda penguatan.
>
> Dari lantai bursa, indeks harga saham gabungan (IHSG) terpangkas 73,7
> poin (3,76 persen) menuju level 1.885,043. Kelompok 45 saham unggulan,
> indeks LQ 45, tersaruk-saruk menuju 379,41 atau terkoreksi 18,373 poin
> (4,62 persen). Sebanyak 186 saham anjlok harganya. Hanya ada 29 saham
> yang naik, sementara 42 saham lainnya stagnan.
>
> Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah mengemukakan, investor
> semestinya tidak perlu panik dengan kondisi tersebut. "Ini fenomena
> global biasa," ujarnya di Gedung BEI kemarin (10/9).
>
> Dia menilai, kejatuhan indeks di bursa tanah air masih lebih baik
> dibandingkan bursa-bursa regional yang terperosok lebih dalam. "Saya
> menilai tak ada masalah dengan fundamental emiten-emiten. Jadi, ini
> murni faktor eksternal seperti inflasi dan melemahnya rupiah. Tekanan
> global juga berperan," paparnya.
>
> Investor, kata dia, mengalami panic selling melihat kondisi global,
> terutama tren pelemahan harga minyak mentah. Tekanan jual itulah yang
> lantas memerosokkan harga saham. Dipelopori investor asing, investor
> lokal juga ikut melepas sahamnya.
>
> Padahal, Erry menilai, investor lokal semestinya memanfaatkan momentum
> koreksi harga saham dengan mengoleksinya. "Jangan nanti investor asing
> masuk dulu, baru yang lokal ikut masuk. Yang dapat untung tinggi malah
> asing," jelasnya. "Investor semestinya berpikir long term. Namanya
> investasi, visinya harus long term," imbuhnya.
>
> Investor, kata dia, mesti cermat dalam mengambil peluang saat kondisi
> bearish saat ini. "Analisis industrinya, kan masih banyak yang bagus,"
> ujar Erry.
>
> Posisi indeks kemarin adalah yang terburuk sejak April warsa lalu. Pada
> 3 April warsa lalu, indeks berada pada posisi 1.894,57. Ini merupakan
> koreksi terbesar di Asia. (eri/sof)
>
>  
>

Kirim email ke