Nikkei Terendah dalam Tiga Tahun 

TOKYO - Kabar bahwa Senat AS menyetujui proposal skema bailout untuk
menyelematkan sektor finansial, nyaring terdengar sejak dua hari lalu.
Namun pelaku pasar finansial di Asia bergeming. Buktinya, kemarin
transaksi saham di bursa-bursa utama Asia masih lesu. Ada indeks yang
naik memang, tetapi tidak signifikan.

Yang paling parah terjadi di Tokyo Stock Exchange. Indeks Nikkei-225
terpangkas hingga 213,5 poin (1,88 persen) ke level 11.154,76. Itu
merupakan posisi terendah sejak Mei 2005. Sedangkan saham-saham papan
atas Topix index turun 24,16 poin atau 2,19 persen menjadi 1.076,97.
Turun dari level psikologis 1.100 poin.

Investor di Jepang masih menunggu reaksi bursa global setelah Senat AS
menyetujui usulan Presiden Bush. Jika bursa dunia terutama di AS
bergerak positif, investor Jepang akan berani kembali mengoleksi saham.
Sebaliknya, jika dampak persetujuan Senat itu tidak signifikan, bukan
tidak mungkin indeks kembali terjungkal.

''Bahkan jika UU tersebut sudah disetujui Kongres, pasar modal masih
akan terpuruk lebih dalam karena kekhawatiran terhadap kondisi
perekonomian negara itu yang sesungguhnya,'' ungkap Hiroyuki Fukunaga,
chief executive officer Investrust.

Bahkan Yutaka Miura, senior technical analyst di Shinko Securities
memprediksi bahwa indeks Nikkei bisa menyentuh level 10.500 jika data
pengangguran di AS yang akan dirilis pada Jumat akhir pekan ini tidak
sesuai dengan harapan investor. ''Nikkei dengan mudahnya bisa menembus
level psikologis 11.000 dalam waktu dekat,'' tutur dia.

Penurunan indeks tersebut terseret oleh pelemahan saham-saham unggulan.
Sony melorot 5,9 persen menjadi JPY 3.020 dan Toyota melemah 3,4 persen
menjadi JPY. Demikian juga dengan saham Nintendo yang turun 3,7 persen
menjadi JPY 39.500 yen. Sementara Komatsu terjun bebas 11 persen menjadi
JPY 1.503 yen. 

Sedangkan Fujitsu berhasil naik 4,7 persen karena ada kabra bahwa
perusahaan tersebut akan menjual unit bisnis hard-disk drive yang sedang
mengalami masa sulit apda Western Digital Corp. ''tindakan tersebut
meningkatkan harapan akan posisi bottom line line mereka,'' ungkap
analis Goldman Sachs Ikuo Matsuhashi.

Krisis di AS tak hanya memukul pasar saham, para ekporter juga ikut
cemas lantaran penguatan yen malah menggerus keuntungan mereka di luar
negeri. Dan pada saat yang sama, pelemahan perekonomian global akan
berpengaruh negatif terhadap penjualan mereka. Saat ini ekpsorter
terpukul denga nilai tukar USD yang turun ke posisi JPY 106.

Di pasar valas Jepang, USD berada di level JPY 105,3 pada perdagangan
sore di Tokyo, dibandingkan dengan posisi JPY 105,73 pada menjelang
akhir hari kerja di New York pada Rabu (1/10). Demikian juga dengan EUR
yang turun JPY 147,54 dari JPY 148,11.

Sama seperti Jepang, indeks saham utama di Taiwan ditutup melemah 1,05
persen. Indek turun 60, poin menjadi 5.703,72. Pelemahan kelompok
saham-saham perusahaan elektronik yang selama ini menjadi pengerak
ekspor Taiwan turun 1,84 persen. Ditengah kekhawatiran bahwa konsumen
enggan berbelanja barang elektronik di masa sulit seperti ini.

''Sama seperti bursa saham lainnya di kawasan ini, pasar modal Taiwan
dibuka dengan penguatan namun ditutup melemah. Investor menjual saham
mereka pada sesi perdagangan pertama,'' tutur Chen Yu-yu dari Capital
Securities. ''Investor takut bahwa paket US bailout tidak mmapu
menyelamatkan krisis finansial saat ini. Outlook perekonomian global
suran untuk jangka yang panjang.''

Kondisi agak berbeda dialami oleh bursa saham Hongkong. Indeks utama
pasar modal Hongkong, Hang Seng, naik 1,1 persen pada penutupan kemarin.
Melonjak 194,9 poin di level 18.211,11. Dengan nilai transaksi mencapai
HKD 69,66 miliar (setara dengan USD 8,93 miliar).

Penguatan tersebut dorong oleh rally kenaikan saham perusahaan asuransi
Ping An yang membatalkan rencananya untuk membeli setengah dari asset
management anak perusahaan Bank Fortis yang sebagian sahamnya dimiliki
pemerintah Belgia, Belanda, dan Luxemburg. Saham Ping An naik 13,77
persen. 

Persetujuan Senat AS terhadap rencana penyelamatan institusi keuangan
Asia juga menjadi pendorong kenaikan itu. Para analis berpendapat bahwa
dana USD 700 miliar tersebut akan menjadi pedorong indeks di Hongkong
dalam waktu dekat. Dalam waktu 20 hari, diperkirakan indeks akan
bergerak ke posisi 19.300 poin.

''Tiongkok sepertinya juga akan mengeluarkan aturan yang akan
meningkatkan keyakinan pasar setelah libur nasional. Mereka akan
mengikuti langkah AS,'' ujar Y.K. Chan, fund manager di Phillip Asset
Management.

Namun ICEA Securities malah menyarankan agar investor lebih baik menjual
sahamnya saat nilainya menguat daripada menunggu rebound. Hal tersebut
karena ada dugaan pelemahan ekeonomi global akan terus berlanjut.

Saham properti di negara tersebut juga berjatuhan karena outlook sektor
tersebut tidak menjanjikan. Citigroup mengungkpkan bahwa perlambatan
pertumbuhan ekonomi , rontoknya bursa saham, dan naiknya biaya kredit di
Hong Kong menyeret semunya kedalam situasi yang mirip dengan krisis
finansila Asia pada 1998.

Indeks utama di Singapura, Straits Times Index, naik tipis 0,2 persen
atau 4,69 poin menjadi 2.363,6 pada penutupan perdagangan kemarin.
Dengan volume perdagangan sebesar SGD 1,37 miliar (setara dengan USD 949
juta).(afp/aan/fan)


-- 
50 sqm office space in Surabaya. Just 3 km from CBD. Contact: 
031-5013570, HP: 0852 3008 3510 or mailto:[EMAIL PROTECTED]


------------------------------------

Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.

DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/saham/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke