Memang sia-sia buyback di waktu sekarang. Pasar sudah ada ketakutan yang tidak bisa dibendung. Apalalgi cuma dengan duit 4 T mau melawan pasar. Hasilnya tidak akan optimal. Salam Jack
--- On Thu, 10/9/08, Agus Harimurti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Agus Harimurti <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [saham] Suspend = BURUNG onta To: [EMAIL PROTECTED], [email protected] Date: Thursday, October 9, 2008, 8:00 PM Tindakan BEI menutup bursa menurut saya mirip burung onta yang memasukkan kepalanya ke pasir jika ada musuh....Menurut Erry Firmansyah eh ma'af maksud saya burung onta...jika kita tidak melihat musuh berarti tidak ada musuh....Jika tidak membuka bursa maka tidak ada penurunan bursa.... Keputusan itu didukung penuh oleh Ketua Bapepam (teman sekampusnya Erry) bahkan Sri Mulyani (juga sefakultas sama Erry) dan Sofyan Djalil (satu universitas sama Erry)....Biar kesannya gagah BUMN disuruh buy back bahkan Mbakyu Sri berani bilang ada dana 4T untuk buy back... Waduh, dalam kondisi gini mau-maunya buang-buang duit untuk buy back??? BUMN kan sudah mengatur cashflow nya sesuai business plan masing-masing. ..Kalau mereka masuk ke saham, kemudian sahamnya turun, susah keluar atau harus cut loss maka semua akan berantakan.. .Buyback (jika akhirnya memang dilakukan) adalah keputusan yang GAGAH tapi GOBLOK... Jika saya jadi investor reksadana saya akan gugat Bursa karena keputusan menutup bursa menghalangi saya melakukan redeem pada harga yang lebih baik....Kalau melihat Sing, HongKong kemaren mestinya ada peluang BEI hijau untuk hari kemaren (meski ini dapat diperdebatkan) ....Sebentar lagi pasti banyak pengacara yanga dapet order .... Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
