Pak, bursa saham luar negeri rally gila2an itu tidak bisa terus2an, ada saatnya nanti terjadi profit taking.
Nah, sementara bursa LN rally gila2an, kita naik hanya pelan2, begitu nanti otoritas bursa memulihkan batasan AR ke rate sebelum krisis (30%), tanpa disadari bisa saja waktunya pas bursa global masuk ke tahap koreksi (profit taking) karena sudah naik cukup tinggi. Bursa kita akan kena apesnya lagi, kena dampak psikologis yg negatif. Waktu situasi lagi bullish/rally, dibatasi naiknya, pas lagi situasi profit taking, pas pula batasan AR nya dinaikan. IHSG kita bisa jadi ke 1300-an kembali karena belum sempat mengalami kenaikan yg signifikan sudah kena imbas profit taking lagi. Upaya pemerintah untuk menjaga kepentingan nasional yg belakangan ini gigih diperjuangkan, bisa jadi berkurang dampaknya kalau tidak jadi sia2 kembali. Situasi akan berbeda nantinya kalau rally dibiarkan tanpa dihalangi, lalu ketika bursa global masuk tahap profit taking, kita pun juga akan mengalami profit taking. Cuma bedanya nanti, profit taking kita terjadi saat katakanlah indeks sudah di atas 2000. Jadi, kalau pun terjadi profit taking, setidaknya hanya sampai sekitar 1800-an saja, tidak kembali ke 1300-an. Dampak negatif lainnya kalau mau rally ditahan2 adalah membuat orang frustasi yang punya cash mau masuk susah. Yang punya barang nungguin profit lumayan susah. Sementara di bursa LN bisa dapat cuan lumayan dalam waktu singkat. Bukankah situasi ini malah bisa mengundang orang jadi berpikiran lebih baik beli saham di LN saja ketimbang disini karena rally nya dibatasi sangat kecil, hanya 10%. Hal lain yg perlu juga dipertimbangkan, kita kemarin2 ambrug dengan kejatuhan harga2 saham yg bisa sebesar 30% dalam satu hari. Masa sekarang giliran lagi terjadi rally seperti ini, malah kita batasi hanya boleh 10% saja? Khan jadinya terlihat kurang fair bagi mereka yg sudah mau membantu pemerintah terjun bersama menjaga IHSG dengan membeli saham atau hold saham. Jadi menurut saya, ide pemikiran anggota milis ini yg mengusulkan agar turunnya tetap 10% tapi batas naiknya dinaikan jadi 30% menurut saya ide cemerlang. Nah, saya karena melihat adanya peluang emas dalam memanfaatkan situasi yg berkembang di bursa global, berpikiran nanggung juga kalau kenaikan dibatasi 30%, sekalian saja tidak dibatasi. Toh kita sama2 sepakati disini bahwa banyak sekali saham2 yg sangat undervalued. Dikala peluang emas sedang terjadi dan situasi ini tidak sering2 terjadi, kenapa juga tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin demi kebaikan bursa itu sendiri, demi kebaikan nasional sendiri. Jangan2 nanti orang2 yg sudah pindahkan duitnya ke dolar di bank asing, jadi berpikiran untuk menariknya kembali ke rupiah dan dimasukan kembali ke saham. Rupiah bisa cepat menguat kembali. Tingkat inflasi bulan oktober pun bisa jadi rendah sehingga BI bisa punya ruang gerak menurunkan BI ratenya kembali. Sektor riil pun bisa bernapas lebih lega. Saat ini, saya duga inflasi bulan Oktober akan tinggi mengingat nilai tukar rupiah yg sedang anjlog, dan cost of capital lagi mahal karena BI rate tinggi dan likuiditas sulit. Mumpung bulan Oktober belum selesai, kalau rupiah cepat pulih ke sekitar 9100-an lagi katakan minggu ini (karena IHSG naik pesat sampai melewati level 2000 katakanlah), maka saya perkirakan tingkat inflasi untuk bulan Oktober pun bisa ditekan rendah. Ini hanya perkiraan kasar saya saja. Dan semuanya itu membutuhkan keputusan yg cepat dan tepat. Tidak boleh banyak pertimbangan. Manfaatkan peluang emas yang jarang terjadi ini. Terlambat ambil keputusan karena terlalu banyak pertimbangan, sama saja dengan melepaskan kesempatan emas yang ada di depan mata. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu 2008/10/14 Aritech S <[EMAIL PROTECTED]>: > Hmmm , yang gudangnya lagi PENUH... > Sekalian aja Bang, auto reject bawah 0 %, auto reject atas unlimited berlaku > nggak hanya sampai seminggu, tetapi sampai Bung Ian selesai > jualan....hehehe... > > Jadi terpikir , Coba kalau Gudang lagi KOSONG, apa akan terlontar usulan ini > ya ?? > > Sabar aja Om...kalau udah rezeki nggak kemana2 kok..... > > Sebaliknya kalau belum rezeki, untung yang udah di depan mata bisa ilang > dalam sekejap... > > Hemat saya, auto reject unlimited in any percentage hanya akan mengundang > spekulan untuk melepas barang (profit taking) / menyebabkan tekanan jual > yang massive..yang ujungnya2 mengurangi confidence trader / investor...which > is not good in this unstable market... > > just my 2 cent > > Maaf kalau ada kata2 yang kurang berkenan... Master Ian > > --- Pada Sel, 14/10/08, Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> > menulis: > > Dari: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]> > Topik: [saham] Terobosan Baru batasan AR > Kepada: [email protected] > Tanggal: Selasa, 14 Oktober, 2008, 5:48 PM > > Setelah memperhatikan masukan2 rekan di milis ini sehubungan dengan > keinginan dirubahnya batasan AR, saya jadi terpikirkan terobosan baru > yang tidak lazim yaitu: > > Batas Auto Rejection adalah turun -10% sementara untuk naik > sementara ini tidak diberikan batasan alias tidak ada Auto Rejection. > > Dasar pemikirannya sederhana saja, saat ini kita tidak ingin saham2 > turun terlalu banyak karena kepanikan jual, tapi berhubung banyak saham > yang harganya sudah sangat jauh dari harga wajarnya karena kepanikan > yang terjadi beberapa waktu lalu, kini saatnya peluang untuk mempercepat > pemulihan harga dengan tidak membatasi kenaikan yang terjadi. > Biarkan pasar saja yang menentukan mau segera naik sampai ke > harga berapa saham tersebut pada mekanisme pasar. > > Aturan ini sifatnya hanya sementara saja. Terpikirkan oleh saya, aturan > ini hanya berlaku untuk minggu ini saja. Mulai minggu depan akan > berlaku aturan AR normal sebelum krisis. > > Untuk saham2 Bakrie dan Adaro yang masih dalam kondisi di suspend, > bila baru dibuka minggu depan, maka dikhususnya aturan AR nya > menjadi seperti yg diberikan kepada saham2 lainnya minggu ini. > Yaitu, batas AR adalah turun -10% kalau naik tidak diberikan batasan. > Waktu berlakunya aturan ini juga berikan saja 1 minggu. > > Setelah itu, semuanya kembali ke aturan AR normal sebelum krisis. > > Atau, bisa setelah batas waktu khusus ini, aturan AR dikembalikan > ke: > Batas AR untuk turun -10%, batasan naik AR +30%, atau > Batas AR untuk turun dan naik adalah 10% > aturan ini berlaku berlaku sampai pemilu presiden di AS selesai. > > Pemikiran2 terobosan kreatif perlu dilakukan. > Kalau ada yang tanya apakah itu nantinya jadi tidak fair, turun > dibatasi sementara naik tidak dibatasi, tinggal dijawab saja bahwa > saat ini berlaku situasi khusus. Toh penerapan suspend yg kemarin > juga bisa dibilang perlakuan khusus terhadap bursa. Dalam situasi > khusus, saya pikir tidak masalah diterapkan juga aturan2 khusus. > > jabat erat, > Irwan Ariston Napitupulu > ------------------------------------ Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham. DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI. Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/saham/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
