Yah namanya orang mau beli pasti harus murah dwonk, caranya banyak mekanisme pasarnya, mudah-mudahan sadar yang membentuk kalo memang ada konsipirasi untuk menjatuhkan market indonesia.
Sent from my BlackBerry� powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: simon bolenang <[EMAIL PROTECTED]> Date: Thu, 16 Oct 2008 21:33:09 To: <[email protected]>; obrolan-bandar yahoogroups<[EMAIL PROTECTED]> Subject: [saham] KONSPIRASI BESAR UNTUK MENJATUHKAN SAHAM INDONESIA Ada konspirasi besar yg sengaja untuk membuat harga saham jatuh dengan membuat rekomendasi negative terhadap SUN. Kecurigaan terhadapt saham2 Bakrie yg terus di tekan, untuk mengincar saham BUMI & UNSP supaya di lepas murah karena terjepit utang USD 1.2 milyar, dengan menekan di AR -10%. Kecurigaan juga terhadapt saham UNTR yg dalam 2 hari ini di buat AR-10%, dan PTBA yg mengalami tekanan walaupun ada program buy back supaya saham BUMI waktu di buka semakin jatuh lagi. Juga saham LSIP & AALI yg terus di tekan. Ini cuma dugaan saja, tapi bapepam di harap bisa memulainya, jangan sampai aset2 bagus berpindah tangan apalagi dgn harga murah. --- On Fri, 10/17/08, Sudeswanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Sudeswanto <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [saham] NEWS : Rekomendasi Jauhi SUN, JP Morgan Malah Borong SUN (Sumber Indofinanz.com) To: "Sudeswanto" <[EMAIL PROTECTED]> Date: Friday, October 17, 2008, 12:13 AM Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) disebut-sebut segera menyelidiki JP Morgan Securities Indonesia, karena diduga menjadi pembeli bersi (net buyer) surat utang negara sementara rekomendasi broker itu sendiri kepada para klien dan publik adalah menjauhi surat utang Indonesia. Kepala Biro Pemeriksaan dan Penyidikan Bapepam-LK, Sarjito, seperti yang dilansir Investor Daily menyatakan, pihaknya akan mengambil langkah awal untuk menyelidikdi JP Morgan. Hanya saja Bapepam-LK masih kekurangan personil yang akan dimasukkan dalam tim tersebut. Seperti diketahui, Bloomberg dalam laporannya menyatakan, JP Morgan Chace & Co menarik diri dari surat utang negara berkembang, terutama Indonesia. Bank investasi terbesar di AS itu merekomendasikan agar pemodal menjauhi obligasi Indonesia karena pasar surat utang lokal yang dangkal dimana kalangan perbankan lebih tertarik dalam pengucuran kredit ketimbang pembelian surat utang.
