LEVEL TRADER
- Level 1 Unconscious Incompetence (Goblok engga disadari)
- Level 2 Conscious Incompetence (Sadar masih goblok)
- Level 3 The EUREKA Moment (Naek kelas)
- Level 4 Conscious Competence (Sadar udah mahir)
- Level 5 Unconscious Competence (kemahiran yg engga disadari
atau instinct)
.... plus plus..
- Level 6 Bagi bagi ilmu, ngajar, bikin kursus 9 juta per hari.
- Level 7 Kumpulin duit orang, bikin fund..
- Level 7 The unexpexted Non Competence
Terakhir datang Crash, DJI dari 14000 turun ke 8000,
kekayaan pasar modal dunia turun 40%,
trilunan dollar hilang lenyap. Buffett teriak BUY NOW,
bantuin gua, gua udah rugi banyak nih...
- Level 8 Ho Kie Te It lah, Biar lu competence, ho kie nomol
satu lah.... haiaaa....
--- In [email protected], troza kitara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> LEVEL TRADER
> Trader Level 1 Unconscious Incompetence
> Begitu kamu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu
berada.
> Kamu menjadi trader karena kamu mendengar bahwa pendapatan seorang
trader bisa
> mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat
simulasi kamu
> telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?.
> Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin
sampai 200 poin
> per lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu
pada
> awalnya tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator
saja, atau
> bahkan hanya dengan insting ( baca artikel tentang insting di
psikologi
> trading), toh kamu bisa profit.
>
>
> Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader
yang sukses hanya dengan faktor LUCK. loss
> demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba bertahan namun kalau
sampai margin
> habis, siapa yang bisa tahan??.
>
> Kamu sama sekali tidak menyadari bahwa kamu tidak bisa trading,
kamu tetap
> mengira kamu bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya (
apakah
> bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ).
>
> Kamu tetap mengira bahwa kamu adalah orang yang spesial, orang yang
akan mampu
> mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari
bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai
> perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai sistem yang kumplit,
kamu dikuasai
> oleh emosi kamu, kamu selalu averaging posisi jika loss karena kamu
ANGER pada
> market, kamu selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau
membiarkan profit
> berubah jadi loss karena kamu dikuasai oleh GREED, kamu tidak
pernah trading
> karena kamu takut / FEAR. Kamu membiarkan diri kamu dikuasai oleh
emosi
> sehingga margin equity kamu menderita.
>
> 90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya
kapok,
> berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka.
sebagian
> lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading
seperti orang
> gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari
mangsa
> lagi.
> Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka
executor. dan
> biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat
sebagai
> managemen di brokernya. lalu sebagian lagi akan tetap ngantor
seperti biasa dan
> mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya
menyalahkan dirinya
> sendiri.
>
> Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level
ini dan waktu
> selalu menang.
> 90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan
> pindah ke level 2.
>
>
>
> Trader Level 2
> Level 2 Conscious Incompetence
>
> Di level ini kamu sadar bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tidak
memiliki
> kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten.
Dan kamu
> tahu solusinya, kamu sadar bahwa selama di level 1 pikiran kamu
dikaburkan oleh
> emosi kamu sehingga kamu tidak bisa berpikir secara jernih.
>
> Di level ini kamu akan mencari holy grail ( system yang sempurna,
system yang
> 100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli
system yang ada
> di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading
mulai dari UK,
> USA, Australia, Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang
ada, kamu
> praktekan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu
seperti seorang
> pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.
>
> Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator,
kamu akan test
> semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan
membuat
> indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan
> bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point,
camarilla
> pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan
ratusan
> indicator lainnya.
>
> Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan
1 indicator
> saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu
tahu percis
> keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.
>
> Kamu akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan
indicator tersebut.
> kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan
> pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. karena kamu tahu
kalau kamu
> tidak bertanya sekarang maka selamanya kamu tidak akan tahu.
>
> Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system
yang
> lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok
dengan
> kepribadian kamu.
>
> Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang
berhasil pindah ke
> level 3.
> Trader Level 3
> Level 3 The EUREKA Moment
>
> Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyadari pokok permasalahan
bukan terletak
> di system. Kamu menyadari bahwa kamu bisa mendapat profit bahkan
jika hanya
> menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa
ada indicator
> lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management
yang benar.
>
> Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan
> mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu.
Akhirnya
> datanglah Level Pencerahan.
>
> Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang
penting, di
> dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara
akurat apa yang
> akan terjadi pada market 30 detik kemudian.
>
> Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya
sehingga sesuai
> dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit
dibandingkan
> system yang asli.
>
> Kamu mulai trading jika kamu tahu probabilitas untuk profit lebih
besar
> daripada untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system
kamu, kamu
> selalu menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah
resiko bisnis
> yang ada dalam dunia trading.
>
> Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak
seorangpun
> bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading
berikutnya akan
> meningkat probabilitas profitnya karena kamu tahu system kamu itu
system yang
> profit.
>
> Kamu secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada
satu hal
> yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan
money
> management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading
apapun yang
> terjadi.
>
> Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal
lainnya. dan hal
> ini Mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi
nasehat yang
> sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu
memang belum
> siap namun sekarang kamu siap.
>
> Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahwa kamu tidak bisa
meramalkan
> pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.
>
> Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5%
> yang berhasil maju ke level berikutnya.
> Trader Level 4
> Level 4 Conscious Competence
>
> Oke, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu
memberi
> signal.
> Kamu cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu
system kamu
> akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss
yang kamu
> lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account kamu.
>
> Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari,
dan setelah
> kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu,
kamu
> meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada
akhirnya mampu
> kamu lakukan.
>
> Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya,
memperbaiki system
> kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemen yang
kamu pegang.
>
> level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.
>
> Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level
berikutnya.
> Trader Level 5
> Level 5 Unconscious Competence
>
> Nah sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling
diharapkan
> oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading
secara alami,
> kamu telah menguasai semuanya, kamu bisa Dancing with the Market,
kemanapun
> arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi
kamu tinggal
> melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit.
>
> Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu
telah
> menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang
terus membesar
> tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.
>
> Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan
mendengarkan
> apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, karena
kamu ada
> diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
> Kamu akan memberikan saran bagi mereka, namun kamu tahu bahwa
kebanyakan dari
> mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level
1.
>
> Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu
membeli semua
> benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan
trading disana
> asalkan ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel bintang 5,
dan menjadi
> penghuni tetap disana.
>
> Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa
membuat buku
> sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan
account kamu
> akan berlipat-lipat dari account awal.
>
> Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.
>
> Sekarang kamu bisa dengan bangga berkata" SAYA SEORANG TRADER".
>
> Insting atau Gambling?
> Dari salah satu buku psikologi trading, diperoleh kesimpulan
seperti ini :
>
> Insting adalah suatu keahlian yang diperoleh trader dari pengalaman
bertahun-tahun
> suskes dalam trading, dengan kata lain hanya trader level 5 saja
yang
> benar-benar mampu menggunakan insting dalam trading. contoh nyata
adalah George
> Soros yang mempunyai insting dalam trading. ( dia selalu merasa
sakit belakang
> kepala jika dia salah posisi atau akan membuat posisi baru yang
pasti profit).
>
> Sedangkan yang disebut insting oleh trader level 1 adalah keinginan
untuk gambling semata,
> karena dia tidak punya pengalaman sukses yang cukup untuk bisa
trading dengan
> insting belaka.
>
>
>
> System yang komplit
> System trading yang komplit adalah:
> 1. Jelas MARKET nya, tiap market punya karakter tersendiri, punya
VOLATILY yang
> berbeda, punya open market dan close market yang berbeda.
> 2. Jelas TIME FRAME nya, system scalping tidak akan cocok digunakan
untuk
> longterm atau daytrading.
> 3. Jelas ENTRY nya, berupa signal visual yang tertera di chart
kamu, sebagai
> contoh bila ma1 memotong ma2 dan berada di atas ma3, dengan deMark
diatas 50
> dan ADX diatas 30 maka merupakan signal buy. dan hanya masuk posisi
jika dan
> hanya jika ada SIGNAL, jangan menghayal yang belum terjadi, tapi
lihat
> KENYATAAN di chart.
> 4. Jelas TAKE PROFIT nya, TP harus optimum, artinya harus
semaksimal mungkin
> tetapi harus kejemput, sebelum market balik arah. mungkin bisa pake
TRAILING
> STOP, Hal ini bisa diketahui dari simulasi.
> 5. Jelas STOP LOSS nya, SL harus optimum, artinya harus seminimal
mungkin
> tetapi jangan sampai kejemput oleh NOISE yang dihasilkan market.
Hanya dengan
> simulasi SL yang optimum bisa diketahui.
>
> Jika anda belum punya system trading yang kumplit, saya sarankan
CARI secepat
> mungkin. karena trading tanpa system adalah bunuh diri.
> Jika anda masih trader level 1, jangan harap anda bisa membuat
system sendiri.
> hanya trader level 3 keatas yang mampu membuat system kumplit yang
profit.
> Sebagai analogi seorang KOKI tidak akan mampu membuat resep masakan
baru jika
> dia belum pernah memasak sama sekali, mungkin dia memang bisa masak
namun
> jangan tanya bagaimana rasanya, KOKI yang jago, kenal puluhan /
ratusan resep
> masakan, dan setelah itu baru dia bisa membuat resep masakan
sendiri. Masuk
> akal kan?
>
> Pentingnya Simulasi / Demo Account
> Saya adalah member dari sebuah forum trading
> yang beranggotakan sekitar 20.000 trader dari seluruh dunia, dan
dalam forum
> itu disebutkan bahwa 39% dari anggotanya saat ini masih simulasi /
demo trading
> dengan tujuan untuk :
> 1. Menguji system mereka
> 2. Mengasah kemampuan trading mereka. ( system, psikologi dan money
managemen)
>
> Sekedar info, hampir setengah trader dari LUAR adalah pensiunan
level manager
> keatas dengan pengalaman kerja di bidang non-trading kurang lebih
25 tahun dan
> mempunyai uang pensiun rata-rata $100.000. jadi jangan tanya lagi
kemampuan
> intelektual / personal mereka.
>
> Dan mereka menganggap simulasi / demo trading itu
> Penting, dalam perkembangan mereka ke level trader berikutnya.
> Inilah tips yang saya peroleh dalam melakukan simulasi
> secara efektif :
> 1. Anggap simulasi itu uang asli, hanya masuk jika ada signal,
gunakan money
> managemen.
> 2. Catat comment di tiap trading, jika di platform metatrader4,
pada waktu buka
> posisi, tulis alasan masuk di comment.
> 3. Print out detailed statement anda setiap minggu, dan lakukan
analisa secara
> mendetail. ( lihat posisi yang loss, lihat comment, jangan lakukan
lagi)
> 4. Jika telah konsisten trading sebanyak minimal 200 kali ( di
forex paling
> seminggu lebih), dan hasil akhirnya adalah profit, maka simulasi
berakhir dan
> dimulailah LIVE trading.
>
> Jika anda menganggap remeh simulasi / demo account, maka anda
adalah:
> 1. Jelas-jelas Trader Level 1, ngga punya otak!!
> 2. Antek broker yang hanya ingin untung dari slippages, spread dan
komisi. Tak
> peduli tradernya profit atau LOSS.
> Trader itu ada dalam posisi rugi
> Pada
> saat seorang trader trading, dia akan dihantam 3 hal:
> 1. SLIPPAGES,
> adalah perbedaan harga yang diinginkan pada saat dealing / Klik
mouse pada
> on-line trading, dan harga akhir yang diperoleh. Biasanya
perbedaannya adalah
> 2-5 point.
> 2. SPREAD,
> adalah selisih yang diambil broker untuk dinikmatinya. biasanya
berkisar antara
> 2-10 point.
> 3. KOMISI,
> untuk big rata-rata $50 dan mini rata-rata $5, tergantung brokernya
ada yang
> dikembalikan Fifty-Fifty ke trader, atau ada juga Broker SERAKAH
yang lebih
> banyak ngambilnya.
>
> jika dihitung secara kasar 1 poin sama dengan $10 maka, tiap kali
trading Broker akan ngambil sekitar $200 tak peduli tradernya profit
atau LOSS. dan trader dengan pasrah hanya akan
> menerima segelintir komisi saja.
>
> Kemana uang itu mengalir? biasanya Broker, BAPPEPTI, BBJ/BEJ akan
bagi-bagi
> sambil tertawa.
>
> NB: Jika ingin tahu solusi masalah ini kirim komentar anda!!
> [EMAIL PROTECTED]
>
------------------------------------
Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
[EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/saham/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/saham/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/