Saya level 2 aja gak lulus-lulus... hahaha..

btw kok gak ada yang ngeh kalau level 7nya ada dua..

Regards,
DE

Pada 19 Oktober 2008 14:29, jsx_consultant
<[EMAIL PROTECTED]>menulis:

>
> LEVEL TRADER
> - Level 1 Unconscious Incompetence (Goblok engga disadari)
> - Level 2 Conscious Incompetence (Sadar masih goblok)
> - Level 3 The EUREKA Moment (Naek kelas)
> - Level 4 Conscious Competence (Sadar udah mahir)
> - Level 5 Unconscious Competence (kemahiran yg engga disadari
>          atau instinct)
>
> .... plus plus..
> - Level 6 Bagi bagi ilmu, ngajar, bikin kursus 9 juta per hari.
> - Level 7 Kumpulin duit orang, bikin fund..
> - Level 7 The unexpexted Non Competence
>          Terakhir datang Crash, DJI dari 14000 turun ke 8000,
>          kekayaan pasar modal dunia turun 40%,
>          trilunan dollar hilang lenyap. Buffett teriak BUY NOW,
>          bantuin gua, gua udah rugi banyak nih...
> - Level 8 Ho Kie Te It lah, Biar lu competence, ho kie nomol
>          satu lah.... haiaaa....
>
>
> --- In [email protected], troza kitara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > LEVEL TRADER
> > Trader Level 1 Unconscious Incompetence
> > Begitu kamu beres menandatangani agreement trading, disinilah kamu
> berada.
> > Kamu menjadi trader karena kamu mendengar bahwa pendapatan seorang
> trader bisa
> > mengalahkan pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat
> simulasi kamu
> > telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya?.
> > Kamu mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin
> sampai 200 poin
> > per lot per hari, namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu
> pada
> > awalnya tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator
> saja, atau
> > bahkan hanya dengan insting ( baca artikel tentang insting di
> psikologi
> > trading), toh kamu bisa profit.
> >
> >
> > Namun sayangnya, market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader
> yang sukses hanya dengan faktor LUCK. loss
> > demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba bertahan namun kalau
> sampai margin
> > habis, siapa yang bisa tahan??.
> >
> > Kamu sama sekali tidak menyadari bahwa kamu tidak bisa trading,
> kamu tetap
> > mengira kamu bisa trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya (
> apakah
> > bulan ini profit?, bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ).
> >
> > Kamu tetap mengira bahwa kamu adalah orang yang spesial, orang yang
> akan mampu
> > mendapatkan kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari
> bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai
> > perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai sistem yang kumplit,
> kamu dikuasai
> > oleh emosi kamu, kamu selalu averaging posisi jika loss karena kamu
> ANGER pada
> > market, kamu selalu take profit dalam jumlah yang kecil atau
> membiarkan profit
> > berubah jadi loss karena kamu dikuasai oleh GREED, kamu tidak
> pernah trading
> > karena kamu takut / FEAR. Kamu membiarkan diri kamu dikuasai oleh
> emosi
> > sehingga margin equity kamu menderita.
> >
> > 90% orang yang trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya
> kapok,
> > berhenti trading dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka.
> sebagian
> > lagi moralnya anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading
> seperti orang
> > gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari
> mangsa
> > lagi.
> > Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka
> executor. dan
> > biasanya yang moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat
> sebagai
> > managemen di brokernya. lalu sebagian lagi akan tetap ngantor
> seperti biasa dan
> > mengaku trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya
> menyalahkan dirinya
> > sendiri.
> >
> > Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level
> ini dan waktu
> > selalu menang.
> > 90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan
> > pindah ke level 2.
> >
> >
> >
> > Trader Level 2
> > Level 2 Conscious Incompetence
> >
> > Di level ini kamu sadar bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tidak
> memiliki
> > kemampuan untuk trading yang menghasilkan profit secara konsisten.
> Dan kamu
> > tahu solusinya, kamu sadar bahwa selama di level 1 pikiran kamu
> dikaburkan oleh
> > emosi kamu sehingga kamu tidak bisa berpikir secara jernih.
> >
> > Di level ini kamu akan mencari holy grail ( system yang sempurna,
> system yang
> > 100% profit, system yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli
> system yang ada
> > di internet, kamu membaca semua website yang ada tentang trading
> mulai dari UK,
> > USA, Australia, Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang
> ada, kamu
> > praktekan semua system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu
> seperti seorang
> > pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.
> >
> > Pada level ini kamu akan membaca semua detail tentang indikator,
> kamu akan test
> > semua indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan
> membuat
> > indikator sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan
> > bermain-main dengan moving average, fibonnacci lines, pivot point,
> camarilla
> > pivot, deMark, Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan
> ratusan
> > indicator lainnya.
> >
> > Kamu tahu bahwa market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan
> 1 indicator
> > saja, kamu tahu kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu
> tahu percis
> > keunggulan indicator tersebut dan juga kelemahannya.
> >
> > Kamu akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan
> indicator tersebut.
> > kamu akan bergabung dengan chat room trader dan menanyakan
> > pertanyaan-pertanyaan bodoh pada trader senior. karena kamu tahu
> kalau kamu
> > tidak bertanya sekarang maka selamanya kamu tidak akan tahu.
> >
> > Pada akhirnya di level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system
> yang
> > lengkap dan mencoba mencari tahu system mana yang paling cocok
> dengan
> > kepribadian kamu.
> >
> > Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang
> berhasil pindah ke
> > level 3.
> > Trader Level 3
> > Level 3 The EUREKA Moment
> >
> > Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyadari pokok permasalahan
> bukan terletak
> > di system. Kamu menyadari bahwa kamu bisa mendapat profit bahkan
> jika hanya
> > menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa
> ada indicator
> > lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management
> yang benar.
> >
> > Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan
> > mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu.
> Akhirnya
> > datanglah Level Pencerahan.
> >
> > Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang
> penting, di
> > dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara
> akurat apa yang
> > akan terjadi pada market 30 detik kemudian.
> >
> > Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya
> sehingga sesuai
> > dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit
> dibandingkan
> > system yang asli.
> >
> > Kamu mulai trading jika kamu tahu probabilitas untuk profit lebih
> besar
> > daripada untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system
> kamu, kamu
> > selalu menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah
> resiko bisnis
> > yang ada dalam dunia trading.
> >
> > Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak
> seorangpun
> > bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading
> berikutnya akan
> > meningkat probabilitas profitnya karena kamu tahu system kamu itu
> system yang
> > profit.
> >
> > Kamu secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada
> satu hal
> > yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan
> money
> > management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading
> apapun yang
> > terjadi.
> >
> > Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal
> lainnya. dan hal
> > ini Mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi
> nasehat yang
> > sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu
> memang belum
> > siap namun sekarang kamu siap.
> >
> > Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahwa kamu tidak bisa
> meramalkan
> > pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.
> >
> > Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5%
> > yang berhasil maju ke level berikutnya.
> > Trader Level 4
> > Level 4 Conscious Competence
> >
> > Oke, Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu
> memberi
> > signal.
> > Kamu cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu
> system kamu
> > akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss
> yang kamu
> > lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account kamu.
> >
> > Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari,
> dan setelah
> > kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu,
> kamu
> > meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada
> akhirnya mampu
> > kamu lakukan.
> >
> > Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya,
> memperbaiki system
> > kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemen yang
> kamu pegang.
> >
> > level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.
> >
> > Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level
> berikutnya.
> > Trader Level 5
> > Level 5 Unconscious Competence
> >
> > Nah sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling
> diharapkan
> > oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading
> secara alami,
> > kamu telah menguasai semuanya, kamu bisa Dancing with the Market,
> kemanapun
> > arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi
> kamu tinggal
> > melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit.
> >
> > Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu
> telah
> > menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang
> terus membesar
> > tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.
> >
> > Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan
> mendengarkan
> > apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, karena
> kamu ada
> > diposisi mereka 2 tahun yang lalu.
> > Kamu akan memberikan saran bagi mereka, namun kamu tahu bahwa
> kebanyakan dari
> > mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level
> 1.
> >
> > Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu
> membeli semua
> > benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan
> trading disana
> > asalkan ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel bintang 5,
> dan menjadi
> > penghuni tetap disana.
> >
> > Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa
> membuat buku
> > sendiri, kamu bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan
> account kamu
> > akan berlipat-lipat dari account awal.
> >
> > Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.
> >
> > Sekarang kamu bisa dengan bangga berkata" SAYA SEORANG TRADER".
> >
> > Insting atau Gambling?
> > Dari salah satu buku psikologi trading, diperoleh kesimpulan
> seperti ini :
> >
> > Insting adalah suatu keahlian yang diperoleh trader dari pengalaman
> bertahun-tahun
> > suskes dalam trading, dengan kata lain hanya trader level 5 saja
> yang
> > benar-benar mampu menggunakan insting dalam trading. contoh nyata
> adalah George
> > Soros yang mempunyai insting dalam trading. ( dia selalu merasa
> sakit belakang
> > kepala jika dia salah posisi atau akan membuat posisi baru yang
> pasti profit).
> >
> > Sedangkan yang disebut insting oleh trader level 1 adalah keinginan
> untuk gambling semata,
> > karena dia tidak punya pengalaman sukses yang cukup untuk bisa
> trading dengan
> > insting belaka.
> >
> >
> >
> > System yang komplit
> > System trading yang komplit adalah:
> > 1. Jelas MARKET nya, tiap market punya karakter tersendiri, punya
> VOLATILY yang
> > berbeda, punya open market dan close market yang berbeda.
> > 2. Jelas TIME FRAME nya, system scalping tidak akan cocok digunakan
> untuk
> > longterm atau daytrading.
> > 3. Jelas ENTRY nya, berupa signal visual yang tertera di chart
> kamu, sebagai
> > contoh bila ma1 memotong ma2 dan berada di atas ma3, dengan deMark
> diatas 50
> > dan ADX diatas 30 maka merupakan signal buy. dan hanya masuk posisi
> jika dan
> > hanya jika ada SIGNAL, jangan menghayal yang belum terjadi, tapi
> lihat
> > KENYATAAN di chart.
> > 4. Jelas TAKE PROFIT nya, TP harus optimum, artinya harus
> semaksimal mungkin
> > tetapi harus kejemput, sebelum market balik arah. mungkin bisa pake
> TRAILING
> > STOP, Hal ini bisa diketahui dari simulasi.
> > 5. Jelas STOP LOSS nya, SL harus optimum, artinya harus seminimal
> mungkin
> > tetapi jangan sampai kejemput oleh NOISE yang dihasilkan market.
> Hanya dengan
> > simulasi SL yang optimum bisa diketahui.
> >
> > Jika anda belum punya system trading yang kumplit, saya sarankan
> CARI secepat
> > mungkin. karena trading tanpa system adalah bunuh diri.
> > Jika anda masih trader level 1, jangan harap anda bisa membuat
> system sendiri.
> > hanya trader level 3 keatas yang mampu membuat system kumplit yang
> profit.
> > Sebagai analogi seorang KOKI tidak akan mampu membuat resep masakan
> baru jika
> > dia belum pernah memasak sama sekali, mungkin dia memang bisa masak
> namun
> > jangan tanya bagaimana rasanya, KOKI yang jago, kenal puluhan /
> ratusan resep
> > masakan, dan setelah itu baru dia bisa membuat resep masakan
> sendiri. Masuk
> > akal kan?
> >
> > Pentingnya Simulasi / Demo Account
> > Saya adalah member dari sebuah forum trading
> > yang beranggotakan sekitar 20.000 trader dari seluruh dunia, dan
> dalam forum
> > itu disebutkan bahwa 39% dari anggotanya saat ini masih simulasi /
> demo trading
> > dengan tujuan untuk :
> > 1. Menguji system mereka
> > 2. Mengasah kemampuan trading mereka. ( system, psikologi dan money
> managemen)
> >
> > Sekedar info, hampir setengah trader dari LUAR adalah pensiunan
> level manager
> > keatas dengan pengalaman kerja di bidang non-trading kurang lebih
> 25 tahun dan
> > mempunyai uang pensiun rata-rata $100.000. jadi jangan tanya lagi
> kemampuan
> > intelektual / personal mereka.
> >
> > Dan mereka menganggap simulasi / demo trading itu
> > Penting, dalam perkembangan mereka ke level trader berikutnya.
> > Inilah tips yang saya peroleh dalam melakukan simulasi
> > secara efektif :
> > 1. Anggap simulasi itu uang asli, hanya masuk jika ada signal,
> gunakan money
> > managemen.
> > 2. Catat comment di tiap trading, jika di platform metatrader4,
> pada waktu buka
> > posisi, tulis alasan masuk di comment.
> > 3. Print out detailed statement anda setiap minggu, dan lakukan
> analisa secara
> > mendetail. ( lihat posisi yang loss, lihat comment, jangan lakukan
> lagi)
> > 4. Jika telah konsisten trading sebanyak minimal 200 kali ( di
> forex paling
> > seminggu lebih), dan hasil akhirnya adalah profit, maka simulasi
> berakhir dan
> > dimulailah LIVE trading.
> >
> > Jika anda menganggap remeh simulasi / demo account, maka anda
> adalah:
> > 1. Jelas-jelas Trader Level 1, ngga punya otak!!
> > 2. Antek broker yang hanya ingin untung dari slippages, spread dan
> komisi. Tak
> > peduli tradernya profit atau LOSS.
> > Trader itu ada dalam posisi rugi
> > Pada
> > saat seorang trader trading, dia akan dihantam 3 hal:
> > 1. SLIPPAGES,
> > adalah perbedaan harga yang diinginkan pada saat dealing / Klik
> mouse pada
> > on-line trading, dan harga akhir yang diperoleh. Biasanya
> perbedaannya adalah
> > 2-5 point.
> > 2. SPREAD,
> > adalah selisih yang diambil broker untuk dinikmatinya. biasanya
> berkisar antara
> > 2-10 point.
> > 3. KOMISI,
> > untuk big rata-rata $50 dan mini rata-rata $5, tergantung brokernya
> ada yang
> > dikembalikan Fifty-Fifty ke trader, atau ada juga Broker SERAKAH
> yang lebih
> > banyak ngambilnya.
> >
> > jika dihitung secara kasar 1 poin sama dengan $10 maka, tiap kali
> trading Broker akan ngambil sekitar $200 tak peduli tradernya profit
> atau LOSS. dan trader dengan pasrah hanya akan
> > menerima segelintir komisi saja.
> >
> > Kemana uang itu mengalir? biasanya Broker, BAPPEPTI, BBJ/BEJ akan
> bagi-bagi
> > sambil tertawa.
> >
> > NB: Jika ingin tahu solusi masalah ini kirim komentar anda!!
> >  [EMAIL PROTECTED]
> >
>
>
>
> ------------------------------------
>
> Kunjungi situs http://www.info-saham.com untuk informasi seputar saham.
>
> DILARANG KERAS MEMOSTING OPINI PRIBADI TENTANG POLITIK DI MILIS INI.
> Silahkan lakukan itu di milis [EMAIL PROTECTED]
>
> [EMAIL PROTECTED] untuk berhenti dari milis saham
> [EMAIL PROTECTED] untuk bergabung ke milis saham
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>

Kirim email ke